Anies Soal Tender Stadion BMW: Kalau Asing Menang Bolehlah Kita Lihat Lebih Jauh

Senin, 9 September 2019 22:11 Reporter : Hari Ariyanti
Anies Soal Tender Stadion BMW: Kalau Asing Menang Bolehlah Kita Lihat Lebih Jauh Anies Luncurkan Ruang Baca Buku di Stasiun MRT Jakarta. ©Liputan6.com/Ratu

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta permasalahan pemenang tender proyek Stadion Jakarta Internasional Stadium (JIS) atau biasa dikenal dengan Stadion BMW. Mengingat PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP memenangkan tender dengan selisih nilai proyek Rp300 miliar.

Anies mengatakan, pembangunan Stadion BMW ini ditujukan untuk kepentingan seluruh warga Jakarta. Dan yang menjadi peserta adalah dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya.

"Jadi kalau satu adalah milik asing lalu asing dimenangkan yang Indonesia dikalahkan bolehlah kita lihat lebih jauh. Ini sama-sama BUMN justru harusnya saling support semangatnya begitu. Kalau detil prosedur," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/9).

Permasalahan selisih nilai tender, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai, seharusnya tidak menjadi masalah. Sebab PT Adhi Karya atau PT Wijaya Karya yang menang, uang untuk pembangunan Stadion BMW tetap akan masuk ke negara.

"Kurang sehat ini masa sesama BUMN saling jegal. Ini adalah anak bangsa mau membangun untuk bangsa lalu jegal menjegal nanti ya bisa menunda kegiatan pembangunan. Kalau yang dimenangkan internasional yang Indonesia dikalahkan lain ini dua-duanya BUMN jadi BUMN berhentilah cakar-cakaran," tutupnya.

PT Jakarta Propertindo telah menentukan pemenang tender proyek Stadion Jakarta Internasional Stadium (JIS) atau biasa dikenal dengan Stadion BMW. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP memenangkan tender dengan nilai penawaran Rp4.085.552.000.000.

Untuk diketahui peserta tender pembangunan Stadion BMW hanya diikuti 2 peserta. Peserta kerja sama operasional (KSO) pertama adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP. Sementara KSO kedua, PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya.

Menariknya, KSO Wijaya Karya menang dengan nilai penawaran lebih tinggi dibandingkan dengan KSO Adhi Karya. Dalam dokumen Pengumuman Peringkat Nomor: 006/KU5000/102/VII/2019 tertanggal 8 Agustus 2019 yang diterima merdeka.com, KSO Adhi Karya memberikan harga penawaran Rp3.782.969.000.000, atau lebih rendah Rp300 miliar dari KSO Wijaya Karya.

Dalam dokumen tersebut, KSO Wijaya Karya mendapatkan nilai teknis 66,14 persen dan nilai harga 27,78 persen. Sementara KSO Adhi Karya mendapatkan nilai teknis 60,17 persen dan nilai harga 15 persen. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini