Anies sebut kawasan Sudirman-Thamrin indah di mata bukan di hati
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penataan di kawasan Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Konsep penataan telah diekspose pekan lalu. Saat ini pohon-pohon di median jalan mulai dipindahkan. Rencananya di trotoar jalan itu akan dibangun kios-kios representatif untuk menampung pelaku usaha mikro.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, selama ini kawasan Sudirman-Thamrin telah tertata dan tampak indah. Namun keindahannya hanya di mata bukan di hati. Itulah yang ia lihat di masa awal tugasnya sebagai pemimpin Pemprov DKI Jakarta.
"Jadi di situ tidak ada kendaraan bermotor. Nampaknya indah di mata tapi tidak indah di hati. Kenapa? Karena kendaraan bermotor tidak boleh masuk Sudirman-Thamrin. Awal-awal saya tugas saya melihat itu. Saya katakan bongkar, ganti rancangan ini, motor harus masuk Sudirman-Thamrin," jelasnya saat hadir di acara silaturahmi dan ramah tamah pengurus Arsil Center di Komplek Perumahan DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (9/3).
Diizinkannya motor melintas di Sudirman-Thamrin, dia mengklaim, sebagai bentuk keberpihakan pemerintahannya kepada rakyat kecil yaitu pengendara motor. Apalagi sekarang jumlah pengendara ojek online (ojol) meningkat sehingga bisa lebih memudahkan operasional mereka.
Anies memiliki data jumlah pergerakan ojol di kawasan Sudirman-Thamrin capai 480.000 pengantaran dalam sehari. Data itu ia dapatkan dari manajemen operator ojol.
"Dan 480.000 itu apa? Makan siang, snack, kue, pesanan-pesanan. Siapa itu? Rakyat kecil, rakyat kebanyakan di seluruh Jakarta," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.
Jika jalur itu ditutup untuk pengendara motor maka koridor bisnis utama di Jakarta tidak menarik para pelaku usaha kecil. "Enggak tersambung. Yang menyambungkan apa? Satu, digital teknologi; dua, alat transportasi rakyat kebanyakan," ujarnya.
Keberpihakannya kepada rakyat kecil, kata Anies, bukan sebatas retorika tapi pola pikir (mindset). "Mindset-nya adalah bahwa setiap policy harus membuat kesetaraan kesempatan kepada warga Jakarta. Ini bukan sekadar membela motor roda dua. Ini akan juga kita dilakukan aspek yang lain," pungkasnya. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya