Anies sebut 2 tahun lalu warga Kampung Akuarium menangis duka, kini bahagia

Sabtu, 14 April 2018 15:16 Reporter : Merdeka
Anies sebut 2 tahun lalu warga Kampung Akuarium menangis duka, kini bahagia Anies di Kampung Akuarium. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium Jakarta Utara. Anies mengaku bahagia melihat warga Kampung Akuarium tidak lagi menangis karena duka, melainkan bahagia.

Penggusuran warga Kampung Akuarium dimulai pada akhir Desember 2016. Saat itu, Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beralasan tanah yang ditempati warga akan diperbaiki sebagai kawasan wisata bahari.

"Dua tahun yang lalu di tempat ini, ratusan warga menangis. Tahun lalu saya datang ke sini bertemu mereka masih dengan penuh rasa duka. Hari ini dua tahun kemudian saya datang lagi ke kampung ini dan Alhamdulillah yang ditemu adalah wajah yang ceria," kata Anies di Kampung Akuarium Jakarta Utara, Sabtu (14/4).

"Hari ini pun saya masih menemukan ada air mata, seperti juga dua tahun lalu. Tapi tahun lalu air mata pedih. Hari ini air mata haru bahagia," imbuhnya.

Anis mengatakan dirinya beserta jajaran terus berkomitmen untuk membuat DKI Jakarta menjadi kota yang adil. Tak hanya itu, dia juga berkomitmen untuk membangun Jakarta bagi warga yang lemah, serta membantu agar dapat menyempitkan ketimpangan.

"Tujuan pembangunan adalah mengangkat yang di bawah untuk bisa lebih sejahtera, lebih makmur dan mereka yang dalam posisi lemah justru harus dapat perhatian lebih besar," jelas Anies.

Sebelumnya, para warga menjadikan peringatan dua tahun penggusuran ini untuk mengingat kembali janji politik Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno yang akan kembali membangun permukimannya.

Direktur Rujak Center Urbanstadis Elisa Sutanujaya menuturkan sudah ada beberapa warga telah mendapatkan haknya seperti, mendapat pelayanan KTP dan hunian yang bisa membuat RT. Namun, dia juga menyayangkan masih ada kampung yang belum mendapat kepastikan pembangunan hunian sementara.

"Kami menyayangkan bahwa hingga hari ini, Kampung Kunir yang digusur paksa dan dihancurkan pada tanggal 25 Mei 2015, belum mendapatkan kepastian pembangunan hunian sementara," kata dia di lokasi.

Untuk itu, dalam kesempatan ini, dia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk segera menepati janji untuk membangun hunian yang layak bagi warga Kampung Akuarium.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini