Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies: Saya ke Luar Negeri untuk Kampanyekan Indonesia

Anies: Saya ke Luar Negeri untuk Kampanyekan Indonesia Anies Baswedan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta mengaku kunjungan ke luar negeri itu untuk mempromosikan Indonesia. Dia memastikan kunjungannya ke luar negeri tidak hanya untuk studi banding saja.

Anies menyampaikan itu menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo soal kunjungan studi banding anggota legislatif dan eksekutif ke luar negeri di Sidang Tahunan MPR.

"Kalau saya pergi, tidak studi banding. Saya justru ke sana mempromosikan Indonesia, mengkampanyekan Indonesia," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (16/8).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku selama 2019 ini telah melakukan kunjungan ke luar negeri sebanyak tiga kali. Pertama untuk pertemuan U20 di Tokyo, Jepang dan kemudian ke Singapura.

Terakhir yakni kunjungan ke Kolombia dan berlanjut ke Amerika Serikat untuk membahas balap mobil listrik Formula E.

"Kalau ke dunia internasional itu jangan studi banding, bawa mereka ke sini. Kita datang ke sana, bawa Formula E datang ke sini," ujar Anies.

Dia mengungkapkan, semua kunjungannya ke luar negeri merupakan atas dasar undangan dari pihak penyelenggara. Bukan atas inisiatif pribadi ataupun untuk studi banding.

"Sebelum saya tugas di pemerintahan, saya sudah keliling dunia untuk berbicara soal Indonesia. Ini bukan mau nyombongkan diri, tapi supaya pada sadar nih kalau soal jalan-jalan, udah lewat," tutupnya.

Sebelumnya, Suasana Sidang Tahunan MPR mendadak riuh. Pasalnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyindir pejabat eksekutif dan juga anggota DPR yang kerap studi banding jauh ke luar negeri.

"Untuk apa studi banding jauh-jauh ke luar negeri, padahal informasi yang dibutuhkan diperoleh dari smart phone," kata Jokowi di Sidang Tahunan MPR, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8).

Jokowi lantas mengangkat telepon pintar yang dibawanya dan menunjukkan kelebihan teknologi komunikasi yang dapat menembus batas negara.

"Kita mau ke Amerika ada. Komplit di sini. Mau ke Rusia di sini ada, ke Jerman di sini juga ada semua. Dan ini juga relevan untuk bapak ibu anggota dewan," ujar Jokowi.

Suasana ruang parlemen yang semula serius mendadak riuh tawa para tamu undangan dan peserta sidang yang hadir.

Reporter: Ika DefiantiSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP