Ancol tolak permintaan Djarot gratiskan tiket masuk

Kamis, 12 Oktober 2017 17:09 Reporter : Ahda Bayhaqi
Ancol. Merdeka.com

Merdeka.com - PT Jaya Ancol menolak wacana yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk menggratiskan masuk Ancol. Alasannya adalah pemasukan akan berkurang sehingga tidak menutup biaya operasi.

Direktur Utama PT Jaya Ancol, C. Paul Tehusijarana mengatakan, ada ketidaksepahaman pemegang saham dengan wacana tersebut.

"Sebagai perusahaan TBK kita memperhatikan kepentingan saham minoritas," katanya saat ditemui di Ancol Barat, Jakarta Utara, Kamis (11/10).

Menurutnya perlu dikaji kembali dampak dari segi keuangan bilamana Ancol digratiskan. Sebab, salah-salah bisa merugikan perusahaan. Paul mengakui banyak biaya perawatan yang tidak dapat dicover bila ongkos masuk digratiskan.

"Kalau digratiskan keuangan seperti apa dampak keuangan seperti apa kalau dampaknya kinerja perusahaan jadi jelek," ungkap Paul.

Sebab itu pula Pemprov DKI dan Ancol mencari alternatif lain. Salah satunya adalah hanya dikhususkan untuk penerima KJP. Rencananya akan diterapkan sistem cashless.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta pihak Ancol menyelesaikan dalam waktu singkat supaya bisa direalisasikan sebelum masa jabatannya berakhir. Pihak Ancol berpendapat hal itu sulit diberlakukan.

"Kajian masih kita tuntaskan, belum tuntas semua, pertama belum bisa tanggal 14 masih perlu waktu. masih kita siapkan sistemnya," tutup Paul.

Berdasarkan situs resmi Ancol, https://www.ancol.com/id/tiket, tiket masuk untuk setiap warga seharga Rp 25.000. Kemudian biaya untuk motor Rp 15.000, sedangkan mobil Rp 25.000, dan bus dikenakan tarif Rp 45.000. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Ancol
  2. Djarot Saiful Hidayat
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.