Ahok akan beri siswa diskon khusus tonton film sejarah dan nasional
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mewacanakan untuk memberikan pemotongan biaya nonton film nasional dan sejarah bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Harapannya ini dapat mengenalkan lebih dekat tentang Indonesia dan menghidupkan pekerja seni film.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tidak semua film akan mendapatkan pemotongan harga. Sebab nantinya Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) akan melakukan seleksi film-film apa saja yang dapat pemotongan harga dengan melihat isi ceritanya.
"Untuk film nasional. Itu film harus diseleksi sama DKJ. Contoh saya mau ajak lagi anak-anak nonton film Soekarno, Pancasila juga penting, Tjokroaminoto juga penting film sejarah yang mungkin tidak bisa nutupin (biaya produksi) karena penonton gak banyak," kata Ahok di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1).
Dia mengungkapkan, perlunya upaya agar anak-anak sekolah tidak hanya menonton film-film populer, tetapi juga film sejarah. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga harus memberikan bantuan pinjaman modal lunak bagi para pekerja seni film yang ingin membuat kisah tentang nasionalis dan sejarah Indonesia.
"Supaya orang mau memproduksi termasuk film indie, film pendek kita juga harus kasih bantuan dana. Siapa yang seleksi? saya mau kerja sama dengan Perusahaan Film Negara," terangnya.
Ahok mengaku, telah melakukan komunikasi secara lisan dengan Perusahaan Film Negara (PFN) untuk menggunakan lahan milik mereka sebagai pusat perfilman. Nantinya lahan seluas sekitar dua hektar tersebut akan dibangun beberapa fasilitas dengan menggunakan APBD DKI Jakarta.
"Sehingga mau bikin film di Jakarta udah tahu list (harga) kaya di Korea, berapa sewa kru, makanan sama alat berapa duit, sudah ada list. Di mana pusatnya? kita taruh di PFN, dia ada tanahnya di Otista," ujar mantan politisi Gerindra ini.
Gubernur DKI Jakarta non-aktif ini mengharapkan, dengan adanya fasilitas penunjang tersebut maka ibukota juga akan menjadi pusat pembuatan film ke depannya. "Jadi orang mau buat film di jakarta tinggal bawa orang semua tinggal sewa." tutup Ahok.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya