Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Kelompok Bentrok di Jaksel, 1 Luka Parah Disabet Golok

<br>2 Kelompok Bentrok di Jaksel, 1 Luka Parah Disabet Golok


2 Kelompok Bentrok di Jaksel, 1 Luka Parah Disabet Golok

Korban mengalami luka robek di lengan kanan.

Keributan antar dua kelompok berujung tragis. Seorang pria alami luka parah akibat disabet menggunakan golok.

Insiden terjadi di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jaksel pada Minggu, 12 Mei 2024 sekira pukul 12.00 WIB

Polisi langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Terungkap, pemicu penganiayaan berawal dari pemasalahan kedua kelompok pengawas proyek dan warga yang tinggal di sebelah lahan proyek yang tak kunjung menemukan kesepakatan.

Wakil Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi mengatakan, kedua kelompok ini memang sudah terjadi keributan akibat dampak dari proses pembangunan yang di area tersebut.


Adapun, gangguannya seperti bunyi, suara, serpihan dan sebagainya itu kemudian dikomplain. Tapi, tidak menemukan solusi bagi kedua belah pihak, akhirnya terjadilah keributan.

"Pihak tersangka dan rekan-rekannya merasa terganggu karena aktivitas pembangunan yang ada sekitar lokasi tersebut," ujar dia kepada wartawan, Rabu (15/5).

merdeka.com

Henrikus mengatakan, korban AR (36) bersama dengan rekan-rekannya kemudian diduga melakukan perusakan terhadap CCTV yang dimiliki oleh tersangka DKA (45) dan kawan-kawan. Hal itu memicu emosi dari tersangka.


Sehingga, korban saat melewati rumah tersangka sepulang makan siang, langsung diserang menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di lengan kanan dan dirawat beberapa hari di rumah sakit.


Terkait kejadian ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan satu orang sebagai tersangka atas nama DKA. Dia dijerat Pasal 354 KUHP Subsider 351 KUHP.

"Ancaman pidama maksimal 10 tahun penjara," ucap dia.

Henrikus mengatakan, kasus penganiayaan dikembangkan. Karena, penganiayaan yang dialami korban berbuntut panjang bahkan bentorkan antar dua kelompok nyaris pecah. Hal itu diperkuat dari rekaman CCTV.

"Pasca mendapatkan informasi, kedua kelompok ini lalu sama-sama membawa senjata tajam, senjata pemukul, dan nyaris terlibat bentrok," ujar dia.

Henrikus mengatakan, pihaknya menggeledah tempat dari kedua kelompok. Hasilnya ditemulan senjata tajam maupun senjata pemukul di kedua lokasi.

"Semua barang-barang ini dipakai oleh kedua kelompok pada saat bentrokan tersebut," ucap dia.

Dalam kasus kepemilikan senjata tajam, Henrikus menyebut empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu HD (44), RS (23), NW (25), dan MA (22). Keempat tersangka kini ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) Darurat nomor 12 tahun 1951.


Sementara itu, Kapolsek Mampang, Kompol David Kanitero menambahkan pihaknya telah memfasilitasi pertemuan dengan ketua RT dan RW bahkan lurah dan camat untuk mencari solusi. Karena pada dasarnya dua kelompok ini memiliki aktivitas masing-masing

"Dan karena adanya pembangunan tersebut dan merasa terganggu ini yang perlu dicari solusi dari kedua belah pihak. Pembangunan gedung bertingkat, proses pembangunan masih berlangsung karena menurut informasi akan selesai di akhir tahun 2024," tandas dia.

merdeka.com

Sesama Kelompok WNI Bentrok di Daegu Korsel, 1 Tewas dan 4 Luka
Sesama Kelompok WNI Bentrok di Daegu Korsel, 1 Tewas dan 4 Luka

Kepolisian Korsel juga telah menahan satu WNI terduga pelaku penusukan.

Baca Selengkapnya
12 Pengeroyok Anggota Polisi Saat Hendak Bubarkan Tawuran Ditangkap
12 Pengeroyok Anggota Polisi Saat Hendak Bubarkan Tawuran Ditangkap

Akibat peristiwa itu, anggota Polres Jakpus mengalami luka robek pada bagian kepala.

Baca Selengkapnya
Kapolsek dan Wakapolsek Tanah Abang Diperiksa Propam Buntut 16 Tahanan Kabur
Kapolsek dan Wakapolsek Tanah Abang Diperiksa Propam Buntut 16 Tahanan Kabur

Sejumlah tahanan yang kabur sudah ditangkap kembali.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Dua Pekerja Tewas di Lubang Pengolahan Limbah Gedung di Bekasi, Polisi Selidiki Manajemen K3 Perusahaan
Dua Pekerja Tewas di Lubang Pengolahan Limbah Gedung di Bekasi, Polisi Selidiki Manajemen K3 Perusahaan

Dugaan sementara, dua korban tewas karena terpeleset dan jatuh

Baca Selengkapnya
Perjuangan Polisi di Pelosok, Tiga Hari Jalan Kaki Kawal Distribusi Logistik Pemilu dan Terancam Dimangsa Binatang Buas
Perjuangan Polisi di Pelosok, Tiga Hari Jalan Kaki Kawal Distribusi Logistik Pemilu dan Terancam Dimangsa Binatang Buas

Polisi itu harus mendaki gunung, melewati hutan belantara dan menerjang beberapa sungai deras untuk menuju perkampungan.

Baca Selengkapnya
Polisi Balok Satu Tipu Teman SMA Janjikan Proyek Pengerasan Jalan, Kerugian Rp225 Juta
Polisi Balok Satu Tipu Teman SMA Janjikan Proyek Pengerasan Jalan, Kerugian Rp225 Juta

Ketua majelis hakim Budiman Sitorus menunda sidang pekan depan dengan agenda keterangan saksi

Baca Selengkapnya
Detik-Detik Kecelakaan Beruntun 7 Mobil di Puncak, Dipicu Truk Boks Rem Blong
Detik-Detik Kecelakaan Beruntun 7 Mobil di Puncak, Dipicu Truk Boks Rem Blong

Sebanyak 17 orang mengalami luka-luka. Kasus ini masih diselidiki kepolisian.

Baca Selengkapnya
Sepanjang 2023, 79 Orang Tewas & 84 Luka-Luka Akibat Ulah Keji KKB
Sepanjang 2023, 79 Orang Tewas & 84 Luka-Luka Akibat Ulah Keji KKB

Untuk lokasi aksi KKB mayoritas terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Yahukimo, Nduga, dan Pegunungan Bintang.

Baca Selengkapnya
Banyak yang Ragukan Pembangunan Ibu Kota Baru, Kepala OIKN: Silakan Datang ke Sini, Lihat Langsung
Banyak yang Ragukan Pembangunan Ibu Kota Baru, Kepala OIKN: Silakan Datang ke Sini, Lihat Langsung

“Banyak sekali elemen masyarakat yang ingin melihat di sini dan kami sangat terbuka. Tak ada yang ditutupi di sini,” ujar Bambang.

Baca Selengkapnya