14 Tahun berlalu, tragedi Trisakti 98 masih gelap
Merdeka.com - 14 Tahun sudah, tragedi Trisakti 12 Mei 1998 hingga kini belum ada titik terang. Reformasi yang sekarang menggantikan orde baru, ternyata tidak mampu mengungkap pelaku pelanggaran hak asasi manusia terhadap kematian empat mahasiswa.
Kematian Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie hingga kini belum terungkap.
Pantauan merdeka.com, Sabtu (12/5), sekitar 1.000 mahasiswa Trisakti sore ini menuntut pemerintah era Presiden SBY untuk mensejahterakan keluarga korban tragedi Trisakti 98. Mereka juga berniat menggelar renungan dengan menyalakan lilin di sekitar Bundaran Hotel Indonesia.
Namun Polisi yang menjaga meminta mereka untuk membubarkan diri karena menurut undang-undang yang berlaku, waktu untuk berunjuk rasa berakhir pada pukul 18.00 WIB. Negosiasi yang dilakukan mahasiswa dan Polisi menemukan jalan buntu, mahasiswa pun membubarkan diri secara tertib.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut sempat mengakibatkan lalu lintas dari arah Semanggi dan sebaliknya terpantau padat merayap. Mahasiswa sempat memblokir jalan Dukuh Atas hingga Bundaran HI selama satu jam. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya