Waspada Hoaks Terkait Gempa Garut, Begini Fakta-faktanya

Senin, 5 Desember 2022 08:40 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Waspada Hoaks Terkait Gempa Garut, Begini Fakta-faktanya Laporan gempa Garut oleh Bhabinkamtibmas Polsek Pameungpeuk. ©2022 Instagram Ridwan Kamil/Merdeka.com

Merdeka.com - Bencana gempa bumi 6,4 SR yang melanda Garut, Sabtu (3/11) lalu rupanya rawan meninggalkan sampah informasi atau hoaks di media sosial. Melalui laman Instagramnya, Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil meminta masyarakat agar mewaspadai misinformasi seputar kebencanaan.

Dipantau dari laman resmi Pemprov Jabar, Senin (5/11) gubernur yang kerasan disapa Kang Emil itu mewanti-wanti agar masyarakat lebih bijak dalam memilih informasi terutama seputar bencana gempa bumi di Kabupaten Garut.

"Masyarakat agar bijak menyikapi dengan banyaknya informasi hoaks yang melabeli kejadian gempa Cianjur dengan gempa Garut," kata Emil

2 dari 5 halaman

Tidak Timbulkan Korban Jiwa

laporan gempa garut oleh bhabinkamtibmas polsek pameungpeuk

Laporan gempa Garut oleh Bhabinkamtibmas Polsek Pameungpeuk, Garut ©2022 Instagram Ridwan Kamil/Merdeka.com

Kejadian gempa yang berlangsung pada Sabtu (3/11) sore itu disebut Emil tidak menimbulkan korban jiwa. Informasi ini didukung oleh laporan dari Pemda Garut, bahwa hanya ada dua orang yang mengalami luka dan sudah tertangani di fasilitas kesehatan.

Sejumlah bangunan di sana juga tidak mengalami kerusakan yang berat, sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan dari bencana tersebut.

“Laporan pandangan mata di lokasi dekat gempa di Pantai Sayang Heulang Garut Selatan, kondisi dilaporkan Polisi Babinkamtibmas, masih aman terkendali, tidak ada laporan kerusakan.” Kata Emil, menegaskan

3 dari 5 halaman

Waspadai Hoaks Gempa Garut dengan Gempa Cianjur

Kemudian, mantan Wali Kota Bandung itu juga meminta masyarakat agar waspada terkait pesan visual berupa foto dan video yang seolah-olah itu gempa Garut, namun setelah didalami ternyata itu gempa Cianjur.

Ditambahkannya, Gempa Garut dengan skala 6,4 Magnitudo sendiri terjadi di kedalaman 118 km, dan berbeda dengan gempa di Kabupaten Cianjur yang memiliki kedalaman 10 km yang merupakan jenis gempa dangkal.

“Hati-hati dengan berita Hoax yang menggunakan foto/video gempa cianjur kemudian dilabeli (Gempa Garut). Kita harus bijak dalam menyikapi ini” tegasnya lagi.

4 dari 5 halaman

Data Resmi Laporan Gempa Garut

Adapun laman resmi Pemkab Garut menyampaikan sejumlah laporan bencana akibat gempa yang berlangsung pada pukul 16.49 WIB sore itu. Dari laporan Dinas Kesehatan, jumlah warga yang terdampak gempa tercatat ada 15 jiwa dari 6 KK di wilayah Pakenjeng, Cikelet, Cisewu dan Selaawi.

Dinkes dan BPBD setempat juga telah mendata sejumlah rumah yang terdampak, dan didapatkan satu rumah rusak di Kampung Ciroyom (Cikelet), Kampung Lembur Tengah (Selaawi) satu rumah, Kampung Desa Sukajaya (Cisewu) satu rumah, dan Kampung Jatiwangi (Pakenjeng) satu sekolah dasar rusak sedang.

Terpantau tempat pengungsian dan posko darurat juga sudah disiapkan di lokasi, dengan pantauan dari dua instansi tersebut.

5 dari 5 halaman

Gempa Ciptakan Kepanikan

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan menceritakan bahwa gempa bumi di wilayahnya menimbulkan kepanikan di masyarakat. Hal ini karena kejadiannya berlangsung saat wilayah Garut selatan tengah diguyur hujan deras. Belum lagi duka akan gempa Cianjur masih belum hilang.

Sebagai penanganan cepat, dirinya memerintahkan semua perangkat daerah untuk melakukan pemantauan situasi di 42 kecamatan di Garut. Berdasarkan edaran Perintah Bupati Gart Nomor: KP.11.01/497 /TAPEM, hasil monitoring itu wajib dilaporkan ke call center BPBD Garut.

Terdapat tiga wilayah penugasan dari para perangkat tersebut, yakni Garut utara, tengah dan selatan.

Rudy menambahkan, jika masyarakat masih khawatir akan munculnya gempa susulan. Namun begitu pihaknya juga telah menyiagakan sejumlah bantuan, salah satunya ambulans di sebanyak 67 puskesmas sebagai antisipasi kedaruratan.

"Ada kekhawatiran gempa susulan, karena takut dengan kasus (yang menimpa) saudara-saudara kita di Cianjur, apalagi sekarang di beberapa daerah dalam hujan lebat," katanya. 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini