Satu Keluarga di Gorontalo Dipindahkan Diam-Diam oleh Kades, Ternyata Ini Alasannya
Merdeka.com - Seorang kepala desa di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Provinsi Gorontalo baru-baru ini dikabarkan memindahkan satu keluarga secara diam-diam dari wilayahnya.
Hal tersebut terbongkar setelah salah seorang bernama Apipa Ilyas mendapat informasi dari kakaknya bahwa dirinya dinyatakan bukan lagi sebagai penduduk di Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila.
"Saya kaget, tiba-tiba kakak saya bilang bahwa saya sudah bukan lagi warga Desa Oluhuta," kata Apipa, saat dihubungi wartawan, Senin (7/6), mengutip dari Liputan6.
Menurut informasi, aksi kades tersebut terbilang tak main-main, lantaran Apipa bersama keluarganya dipindahkan hingga ke kabupaten lain. Berikut kabar selengkapnya.
Sempat Mengonfirmasi ke Disdukcapil Setempat
Menurut Apipa, dirinya sempat tak percaya dan menanyakan perihal kepindahannya itu kepada sang suami. Tak berapa lama, suaminya langsung mengonfirmasi langsung ke Disdukcapil Bonebol dan dinyatakan memang sudah tidak di Oluhuta.
Ternyata menurut catatan administrasi, keluarga Apipa dipindahkan ke Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.
"Setelah dicek oleh suami saya ternyata benar sudah tidak warga Desa Oluhuta. Kami malah dipindahkan ke daerah lain (Kabupaten Gorontalo Utara,)" ungkapnya.
Hingga sekarang pihaknya masih bingung atas kejadian tersebut, karena ia mengaku tidak pernah mengurus kepindahan apalagi sampai ke luar daerah.
Tak Bisa Ikut Perekrutan PPPK Untuk Guru Honorer
Apipa mengungkapkan jika dirinya merasa kecewa atas perlakuan tak mengenakkan yang dilakukan oleh Kepala Desa Oluhuta, mengingat hal tersebut tak pernah terjadi di hidupnya.
"Hati kami sekeluarga sangat kecewa, saya berharap persoalan ini tidak dilihat sebelah mata oleh pihak-pihak yang terkait. Ini sangat melanggar hak asasi manusia. Kami menilai bahwa apa yang dilakukan terhadap keluarga kecil kami tidak pantas dilakukan seorang pemerintah kepada masyarakat," tuturnya.
Bahkan atas pemindahan sepihak itu, dirinya terancam gagal untuk mengikuti Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena terhalang persoalan administrasi setelah data domisilinya dipindah secara diam-diam.
"Dalam dekat ini saya juga akan mendaftarkan diri di perekrutan PPPK, namun hal itu tentunya akan sulit dilakukan karena sama bersama keluarga telah dipindahkan secara sepihak oleh kepala desa. Ini jelas merugikan saya sebagai guru honorer di SDN 10 Kabila Bone," ungkapnya.
Alasan Kepala Desa Memindahkan Keluarga Apipa

Ilustrasi Kota Gorontalo
liputan6.com
Di tempat terpisah, Kepala Desa Oluhuta Ronal S Sahrain pun mengonfirmasi terkait tindakannya memindahkan Apipa bersama keluarga dari desanya.
Ia turut membenarkan bahwa dirinya memindahkan keluarga tersebut tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Ia berdalih jika tindakan tersebut sebagai upaya untuk meredam amarah warga.
Menurut Ronal, ia juga mengaku jika belum sempat memberi tahu pemindahan tersebut kepada keluarga Apipa.
“Iya betul pindah dari desa, karena beliau memiliki masalah di desa ini jadi kita amankan di wilayah lain untuk menekan konflik. Terkait pemindahan, mereka memang tidak tahu. Pemindahan belum sempat disampaikan, namun sekarang sudah disampaikan oleh aparat desa secara lisan,” beber Ronal.
Ronal menambahkan, dirinya mengaku pihaknya pernah dilaporkan kepada polsek dan polres oleh suami Apipa.
Dari situ yang kemudian memicu reaksi warga untuk mengusirnya. Dia menyebut pihaknya sudah mencoba mendiskusikannya sebanyak dua kali, namun suami Apipa tidak pernah datang.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya