Tak Sekadar Lucu, Bedor Jadi Pentas Komedi Kuno Rakyat Cianjur yang Sajikan Kritik Sosial

Kritik sosial dibawakan dengan ringan dan bahasa Sunda yang mudah diterima oleh masyarakat.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Tak Sekadar Lucu, Bedor Jadi Pentas Komedi Kuno Rakyat Cianjur yang Sajikan Kritik Sosial
Tak Sekadar Lucu, Bedor Jadi Pentas Komedi Kuno Rakyat Cianjur yang Sajikan Kritik Sosial (Merdeka.com)

Masyarakat Cianjur memiliki pentas komedi kuno bernama Bedor.

Dahulu, pertunjukannya sering digunakan sebagai media hiburan di acara-acara kebudayaan desa maupun kecamatan.

Tak jarang pemilik hajat khitan dan pernikahan juga mengundangnya agar hajatan semakin meriah.

Banyak warga yang menggemari bedor karena menyuguhkan cerita yang lucu.

Tema yang dibawakan juga masih terkait masalah sosial sehari-hari, juga sesuai permintaan dari pihak yang mengundang.

Tak sekadar menampilkan lakon yang mengundang gelak tawa, karena di balik alur cerita yang disajikan terdapat pesan kebaikan serta kritik sosial.

Dipentaskan di Lapangan Terbuka

Dipentaskan di Lapangan Terbuka
Dok. Istimewa

Mengutip kanal Youtube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, pementasan Bedor kerap diadakan di tengah lapangan terbuka. 
Foto; Youtube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX

Acara dimulai selepas pukul 19:00 WIB hingga menjelang tengah malam.

Untuk memainkan peran dalam cerita, terdapat 4 sampai 5 tokoh yang berdandan ala petani, ibu rumah tangga, warga miskin, sampai pejabat.

Mereka akan saling menampilkan dialog, diiringi alunan musik di tengah-tengah pementasan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Boleh dibilang, Bedor serupa dengan kesenian Ludruk khas Jawa Timur maupun Ketoprak khas Jawa Tengah. Namun dengan latar setting kondisi terkini dan diiringi instrumen drum serta peralatan gamelang Sunda.

Angkat Kritik Sosial

Angkat Kritik Sosial
Dok. Istimewa

Kesenian Bedor juga kerap menampilkan isu sosial di atas panggung. Para pemainnya akan memparodikan sosok yang tengah ramai diperbincangkan, dan memperlihatkan sisi negatifnya.

Dari penampilan itu, mereka juga melakukan kritik dan memberikan masukan dari isu yang diangkat, sehingga bernilai baik bagi masyarakat dan para penonton bisa mendapatkan insight berharga.

Kritik sosial dibawakan dengan ringan dan bahasa Sunda yang mudah diterima oleh masyarakat. Agar makin meriah, sesekali lantunan musik tradisional akan dibunyikan, dan para pementas akan melakukan tarian yang lucu.

Asal Usul Nama Bedor

Merujuk jurnal Universitas Indonesia berjudul “Strategi Pemertahanan Pertunjukan Bedor di Masyarakat Cibeber” Bedor ini berasal dari Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebenarnya, Bedor sudah dipentaskan rakyat sejak tahun 1800-an, dan dahulu digunakan untuk menyampaikan rasa kecewa terhadap pemerintah kolonial Belanda. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, makan digunakanlah bahasa Sunda.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ini terkait asal usul nama Bedor yang berasal dari kata Lebe Bodor atau penghulu yang melawak. Penghulu bisa sebagai pemandu pernikahan atau pemandu jalannya suatu acara adat. Kemudian nama Bedor juga berasal dari Sesebred Bari Ngabodor atau Menyindir sembari Melawak.

Hampir Punah

Hampir Punah
Dok. Istimewa

Sayangnya pertunjukan Bedor sudah jarang diselenggarakan. Ini termasuk sepinya minat pemuda untuk meramaikan tradisi tersebut.

Walau begitu, masih ada segelintir kelompok yang peduli terhadap Bedor dan memainkannya meski tidak seramai dan seantusias zaman dahulu.

Mengutip laman Napak Jagat Pasundan, saat ini masih ada satu-satunya komunitas Bedor yang peduli untuk merawatnya agar tidak punah yakni Grup Mekar Hareupan pimpinan Bapak Oman.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Grup ini masih beberapa kali melakukan pementasan di acara-acara hajatan, maupun kebudayaan dengan membawa tradisi Bedor khas zaman dulu.

Rekomendasi