Uniknya Ngajodang, Cara Memancing Khas Pangandaran Bisa Dapat Banyak Jenis Ikan dalam Satu Waktu

Masyarakat setempat masih mempertahankan Ngajodang karena dianggap efektif dalam menangkap ikan.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Uniknya Ngajodang, Cara Memancing Khas Pangandaran Bisa Dapat Banyak Jenis Ikan dalam Satu Waktu
Uniknya Ngajodang, Cara Memancing Khas Pangandaran Bisa Dapat Banyak Jenis Ikan dalam Satu Waktu (Merdeka.com)

Masyarakat pesisir Pangandaran memiliki banyak tradisi unik, salah satunya Ngajodang. Ini merupakan metode menangkap ikan secara tradisional, baik di tepi pantai maupun sungai.

Ngajodang bisa membantu nelayan mendapatkan ikan lebih dari satu jenis dalam sekali tangkap. Sejumlah kelompok warga di sana masih mempertahankan Ngajodang karena dianggap efektif dalam menangkap ikan.

Tradisi ini sudah berjalan cukup lama sejak zaman nenek moyang terdahulu.

Bahan utama dari alat penangkap ikan ini berasal dari bambu yang dibuat memanjang dan dipasangi jaring di ujungnya.

Metode ini dianggap lebih efisien dan tidak menguras tenaga, sehingga masih dipertahankan hingga sekarang.

Karena keunikan dan ketradisionalannya, Ngajodang jadi warisan budaya leluhur yang tak boleh dihilangkan. 

Alat Pemancing Ikan Ngajodang

Alat Pemancing Ikan Ngajodang
Dok. Istimewa

Masyarakat di pesisir Pangandaran memiliki kearifan lokal Ngajodang yang sudah turun-temurun digunakan.

Metode menangkap ikan ini dianggap efektif, karena ikan yang terjaring bisa cukup banyak.

Tradisi ini diketahui menggunakan sebuah alat pancing berukuran besar dan panjang yang dibuat dari bambu dan kayu bernama Jodang.

Kayu dipakai untuk penopang alat pancing, sedangkan bambu berfungsi sebagai joran yang memiliki panjang lebih dari 12 meter.

Mengutip kebudayaan.kemdikbud.go.id, bagian ujung dari bambu dibuat empat ruas yang kemudian di bagian bawah diberi jaring.

Cara Ngajodang

Karena alat ini dibuat di satu titik, maka Ngajodang tidak fleksibel layaknya alat pancing tunggal yang biasa dibawa pehobi mancing.

Ukurannya yang besar membuatnya hanya bisa digunakan di satu tempat saja, dan tidak bisa dipindahkan.

Ngajodang dikendalikan oleh seorang nelayan, dengan menggerakkan joran bambu panjang. Ia mengarahkan bambu ke area yang dianggap banyak ikannya.

Setelah ditentukan titiknya, joran kemudian diturunkan hingga bagian jaring tenggelam di bawah air. Nelayan hanya tinggal menunggu selama beberapa menit hingga hitungan jam, sebelum alat kembali diangkat.

Gunakan Prinsip Jungkit

Gunakan Prinsip Jungkit
Dok. Istimewa

Sepintas, cara mancing Ngajodang mirip dengan alat berat crane yang digunakan untuk mengangkat benda berukuran besar dan berat.

Satu orang di bagian belakang, menarik bambu sehingga jaring terangkat.

Biasanya, ada nelayan lainnya yang bertugas mengamankan hasil tangkapan dan memindahkannya ke dalam alat yang juga tradisional dan terbuat dari anyaman bambu.

Alat ini kemudian menggunakan prinsip jungkit, dengan penopang di bagian tengah yang bisa dinaikkan maupun diturunkan.

Bisa Mendapatkan Berbagai Jenis Ikan dalam Satu Waktu

Hasil tangkapan dari jodang sangat bergantung pada cuaca dan musim ikan, namun udang maupun beberapa jenis kerang hampir selalu ada dalam sekali tangkapan.

Karena jodang tidak dapat dipindahkan secara fleksibel, maka cukup sulit mendapatkan satu jenis ikan dalam jumlah banyak. Akibatnya, tangkapan jodang biasanya bervariasi dan tidak hanya terdiri dari jenis ikan tertentu.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Variasi hasil tangkapan ini membuat penggunaan jodang menjadi lebih beragam meski tidak selalu banyak. Selain untuk menangkap ikan, jodang juga kerap digunakan sebagai alat untuk membersihkan sampah di sungai maupun laut tempat mengambil ikan.

Rekomendasi