Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan

Pengendara yang lewat kerap tergelincir karena jalan menjadi kubangan lumpur. Anak-anak sekolah pun terpaksa melepas sepatu saat melintas.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan
Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan (Merdeka.com)

Belasan emak-emak di Lebak, Banten, tampak membawa cangkul, topi caping, dan bakul berisi benih padi. Bukan di sawah, mereka menanam benih padi di tengah jalan yang digenangi air.

Tak berapa lama, dua warga mulai mencangkul tanah di sekitar. Ibu-ibu yang membawa benih lantas mulai membungkuk di tanah yang gembur dan menanam padi dengan berjalan mundur.

Aksi ini dilakukan di jalan penghubung desa yang sudah rusak selama bertahun-tahun.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini berlangsung di jalan antar kampung kawasan Kebon Kalapa, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jangankan diperbaiki, ditengok saja tidak pernah oleh pihak berwenang. Warga kemudian bergerak melakukan protes, agar keluhannya didengar dan perbaikan jalan secara layak bisa segera dilakukan.

Kondisi Jalan Berlumpur

Kondisi Jalan Berlumpur
Dok. Istimewa

Warga sendiri merasa jengkel karena kondisi jalan yang sudah lama sekali tidak diperhatikan.

Kondisinya sungguh memprihatinkan karena dipenuhi lumpur dan kubangan air, terlebih saat ini masih masuk musim penghujan.

Siapapun yang melintas akan merasakan kondisi tak nyaman karena lumpur menempel di sepatu, sandal, sampai roda kendaraan.

Hal yang sama tentu dirasakan siswa sekolah yang harus rela melepas sepatu mereka saat berangkat dan pulang sekolah agar noda kotor tidak mengenai sepatu yang masih harus dipakai keesokan harinya.

Perjuangan bagi Pengendara Roda Dua

Bagi pemilik kendaraan roda dua, melewati jalur Kampung Kebon Kalapa merupakan mimpi buruk. Mereka harus mengendalikan sepeda motor agar tidak tergelincir.

Kontur jalan yang tidak beraspal dan lembek membuat roda belakang seringkali selip bahkan sampai harus dibantu warga yang melintas. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut penuturan warga, kondisi ini menjadi pemandangan sehari-hari yang dijumpai di sana.

“Sekarang jalannya sudah hancur banget,  tidak bisa dilalui  motor,” kata warga setempat, Rosidah, mengutip Youtube SCTV Banten.

Membahayakan Pengguna Jalan

Dengan kondisi itu, sudah tentu mobilitas warga menjadi terhambat. Dampaknya, peristiwa kecelakaan di sana sering terjadi.

Motor yang melintas mengalami tergelincir hingga terjatuh. Pengguna pun turut kerepotan kalau seperti itu. Jalanan sudah tidak cocok disebut sebagai pembuka akses, lantaran kondisinya mirip kubangan kerbau.

“Sudah banyak yang jatuh di sini, akhirnya ya kami jadikan tandur saja kalau begini,” katanya.

Harapan Warga

Harapan Warga
Dok. Istimewa

Salah seorang warga yang juga siswa sekolah di sana mengaku kesulitan saat melintas di jalanan berlumpur. Pasalnya, sepatu yang digunakan harus ia tenteng agar tidak kotor.

Kejadian ini sudah ia alami sejak kelas 1 dan sekarang ia sudah hampir lulus sekolah. Dia berharap agar jalanan segera diperbaiki sehingga mulus dan membantu mobilitas masyarakat setempat.

“Dari waktu kelas satu juga sudah begini jalannya, jadinya saya harus nyeker kalau sekolah karena sepatunya takut kotor. Harapannya semoga jalannya segera dibangun lagi,” kata siswa yang kini duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Rekomendasi