Kawasan dataran tinggi Bandung memiliki kualitas tanah yang baik. Sejak dulu, aneka hasil buminya selalu jadi unggulan salah satunya kopi.
Kopi khas Bandung punya aneka rasa, namun beberapa jenisnya merupakan jenis Arabica dengan cita rasa masam yang sedikit kuat.
Pola penanaman sejak ratusan tahun silam akhirnya melahirkan empat komoditas lokal yakni Kopi Gunung Puntang, Kopi Gunung Malabar, Kopi Gunung Halu dan Kopi Wanoja.
Keempatnya punya keunikan rasa, mulai dari sedikit beraroma cokelat sampai harum buah-buahan tropikal.
Karena itu, kopi-kopi asli tanah pasundan ini telah mendunia dan mendapat apresiasi penikmat Amerika hingga Arab Saudi.
Yuk kenalan dengan keempat kopi unggulan Jawa Barat asal Bandung ini.
Advertisement
Kopi Gunung Puntang
Kopi andalan Jawa Barat asal Bandung yang pertama adalah Kopi Gunung Puntang.
Sesuai namanya, komoditas ini berasal dari dataran tinggi Gunung Puntang yang ada di Kecamatan Cimaung, Desa Campaka Mulya dan Desa Pasir Mulya.
Dilihat dari rasanya, kopi ini punya keunggulan dari segi rasa. Melalui percobaan sejak zaman kolonial Belanda di abad ke-17, beberapa yang berbeda adalah terdapatnya aroma dari buah jambu, pisang hingga nangka yang merupakan buah tropis asli Indonesia.
Jika digiling secara manual, rasanya akan bertambah sedikit manis. Aroma buah, rasa masam dan manis yang bersatu ini menjadikan keunggulan dari kopi asli Gunung Puntang Bandung.
Menurut laman Kementerian Luar Negeri (kemlu.go.id), Kopi Gunung Puntang telah memecahkan rekor dengan nilai penjualan termahal dalam sebuah lelang kopi di ajang Specialty Coffee Association of America Expo Atlanta, Amerika Serikat. Ini membuat nama kopi tersebut kian harum di negeri Paman Sam.
Advertisement
Karena kualitas yang ekslusif ini, kopi tersebut banyak mendapat permintaan termasuk hingga Perancis.
Kopi Gunung Puntang sebelumnya dibudidayakan oleh Belanda sejak tahun 1700-an. Mulanya kopi ini menjadi tanaman yang ditanam di tengah hutan, dan kini menjadi komoditas unggulan.
Advertisement
Kopi Gunung Malabar
Kopi Gunung Malabar punya ciri unik yang tak banyak dijumpai di biji-biji kopi dari banyak wilayah. Kopi ini spesial, karena memiliki efek rasa cokelat sehingga lebih menggugah selera.
Mengutip laman pariwisata Provinsi Jawa Barat, @smilingwestjava, Kopi Malabar mulanya masuknya ke Indonesia lewat bibit yang dibawa oleh Belanda tahun 1696.
Setelahnya, hasil panen kopi tersebut diteliti di Kebun Raya Amsterdam untuk mengetahui jenis, rasa dan kualitas kopi lewat tanah di kawasan Gunung Malabar, Pangalengan, Bandung.
Setelah hasil penelitan keluar, Belanda lantas menyerbakannya ke seluruh pulau Jawa.
Kopi-kopi ini lantas dibudidayakan oleh masyarakat karena hasil panen yang memuaskan. Di masanya, kopi ini bahkan jadi komoditas ekspor yang mumpuni.
Menurut laman coffeeland.co.id, kopi Malabar merupakan jenis Arabica dengan tingkat keasaman medium hingga tinggi.
Faktor ini disebabkan oleh tempat kopi tumbuh, pengolahan basah atau kering, suhu pemanggangan sampai metode seduh.
Kopi Malabar sendiri diketahui sudah dikirim ke luar negeri mulai dari Korea Selatan, Maroco, Thailand hingga Eropa.
Advertisement
Advertisement
Kopi Gunung Halu
Kecamatan Gunung Halu di Kabupaten Bandung Barat, memiliki jenis kopi asli Arabica dengan rasa otentik.
Kopi ini ditanam pada ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut.
Kopi Gunung Halu daya pikatnya ada di rasanya yang manis mirip kacang, dengan tingkat keasaman rendah hingga menengah yang menyegarkan.
Mengutip jurnal dari Institut Teknologi Telkom, sentuhan rasa kopi yang harum, halus dan lembut ini membuat Kopi Gunung Halu menyabet penghargaan, salah satunya AVPA Gourmet Product di Perancis (Twentytwentycoffee, 2020).
Pada tahun lalu, kopi ini berhasil panen raya dan hasilnya diekspor ke tiga benua yakni Amerika, Eropa dan Timur Tengah.
Secara keseluruhan, total terdapat 9,1 ton kopi yang dibawa ke negara-negara di benua tersebut.
Merujuk laman Kopi Gunung Halu, kopi tersebut biasanya diproses mulanya melalui metode full washed atau dicuci secara penuh. Tujuannya untuk membersihkan biji kopi dari aneka bahan alami, agar rasa aslinya jadi makin jelas.
Advertisement
Dari proses pemanggangan juga kadang kala muncul rasa tipis dari buah-buahan seperti blackberry dan blueberry, serta aroma bunga seperti jasmine dan rose yang menyegarkan.
Advertisement
Kopi Wanoja
Terakhir, kopi unggulan Jawa Barat yang berasal dari Bandung lainnya adalah Kopi Wanoja. Kopi ini masih berjenis Arabica, yang dibudidayakan para petani di wilayah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.
Mengutip Youtube West Java Coffe, arti Wanoja sendiri merupakan “perempuan serba bisa” ini terkait budidayanya yang kebanyakan oleh petani perempuan di sana.
Serba bisa yang dimaksud adalah proses perawatan, pemanenan sampai manajerialnya.
Mengutip
diskominfo.jabarprov.go.id, kopi ini sudah berangkat ekspor pada Februari 2024 ini.
Kopi diekspor langsung secara mandiri oleh kelompok perempuan di Ibun, untuk dikirim ke Arab Saudi.
"Sebelumnya kirim 2 sampai 3 ton ke negara lain, nitip, tapi sekarang 7 ton bisa kirim langsung ke Arab Saudi," kata Ketua Kelompok Tani Perempuan Kopi Wanoja, Eti Sumiati.
Advertisement