Tak Punya Rumah Sejak Kecil, Wanita Ini Ikuti Tren Google Maps Ceritakan Perjalanan Hidupnya yang Sulit, Kini Sukses Jadi Dosen Muda

Ikuti tren 'google maps' sambil ceritakan perjalanan hidupnya yang sulit, wanita ini kini sukses jadi dosen.

Astuti Ramadhani
Oleh Astuti Ramadhani - Reporter
Tak Punya Rumah Sejak Kecil, Wanita Ini Ikuti Tren Google Maps Ceritakan Perjalanan Hidupnya yang Sulit, Kini Sukses Jadi Dosen Muda
Tak Punya Rumah Sejak Kecil, Wanita Ini Ikuti Tren Google Maps Ceritakan Perjalanan Hidupnya yang Sulit, Kini Sukses Jadi Dosen Muda (Merdeka.com)

Belakangan ini, melihat perubahan rumah dari tahun ke tahun lewat google maps memang tengah menjadi tren. Banyak yang mengunggah kisah sedih soal bagaimana hangatnya kondisi rumah pada beberapa tahun lalu. Selain suasana, beberapa penghuni rumah pun sudah tiada.

Belum lama ini, seorang wanita bernama Resti Gusti Monitasari dengan akun @callutuy juga mencoba mengikuti tren ini sambil menceritakan perjalanan hidupnya yang sulit sejak kecil. Siapa sangka, kini ia menjadi dosen muda yang sukses.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Tak Pernah Punya Rumah Sejak Kecil

"Pengen kaya orang2 buka google maps dan lihat kenangan rumahnya di tahun berbeda, tapi aku gak pernah punya rumah dari kecil," tulisnya dalam foto slide pertama.

Mengikuti tren ini, wanita yang akrab disapa Resti ini pun membuat matanya berlinang air mata saat mengingat bagaimana sulitnya perjuangan hidupnya hingga bisa ada di titik ini.

tiktok.com

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Di awal, ia menceritakan bahwa lahan kosong penuh rumput ini dulu adalah rumah neneknya tempat ia dan ibunya menumpang hidup karena tak punya rumah. Sementara itu, sang ibu harus bekerja di luar kota untuk menafkahinya.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Setelah rumah neneknya dijual usai ia lulus SD, Resti dan ibunya pun mengontrak di gudang rumah tetangga yang tak jauh dari rumah neneknya. Namun, mereka diperlakukan tidak baik bahkan diusir secara tidak langsung.

Tak lama, mereka pindah ke gudang rumah tetangga lain. Kali ini, tetangga sekaligus pemilik rumah yang ia dan ibunya sewa baik hati. Namun tak lama, mereka harus pindah lagi.

Tak lama, mereka pindah ke gudang rumah tetangga lain. Kali ini, tetangga sekaligus pemilik rumah yang ia dan ibunya sewa baik hati. Namun tak lama, mereka harus pindah lagi.
© 2024 merdeka.com
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Pindah-pindah

Tak lama usai pindah ke rumah saudara, mereka kembali menyewa gudang milik tetangga. Di tempat inilah dulu ia dan ibunya tinggal. 

Resti bercerita sempat basah kuyup karena atapnya bocor. Saat SMP, ibunya pernah menikah lagi dan akhirnya mereka tinggal bersama ayah sambungnya, tapi pernikahan ini tak bertahan lama.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Dan inilah tempat tinggal terakhir yang ia dan ibunya sewa hingga bisa mengantarkan Resti sampai lulus S2. Rumah ini berada di tengah hutan dan tidak punya tetangga.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Di tahun 2023, Resti melewati perjalanan hidup dan kini berbuah manis. Kini ia menjadi seorang dosen muda dan bahkan diangkat sebagai Kaprodi (Kepala Program Studi) Ilmu Hukum di Universitas Banten di usia 24 tahun. Selain itu, ia juga sudah punya rumah sendiri. Ia juga mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang membantu ia dan ibunya dalam perjalanan hidupnya.

tiktok.com

tiktok.com

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Ia juga mengucapkan terimakasih pada ibunya yang ia anggap sangat hebat. Di balik kekurangannya, ibunda Resti selalu bertahan dan memperjuangkan hidup usai sang suami meninggal.

Rekomendasi