Tergiur Beli Minyak Goreng Pre Order, Puluhan Ibu-Ibu di Bandung Tertipu Rp1,5 Miliar

Puluhan ibu-ibu di Bandung, Jawa Barat, baru-baru menjadi korban penipuan penjual minyak goreng fiktif. Pelaku berinisial IR itu diketahui menjual dengan harga murah, dan membuka sistem pembelian pre order (PO). Namun setelah para korban mengirimkan uang, minyak goreng tersebut tak kunjung dikirim.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Tergiur Beli Minyak Goreng Pre Order, Puluhan Ibu-Ibu di Bandung Tertipu Rp1,5 Miliar
Ilustrasi minyak goreng. Shutterstock/Aleksandrs Samuilovs

Puluhan ibu-ibu di Bandung, Jawa Barat, baru-baru menjadi korban penipuan penjual minyak goreng fiktif. Pelaku berinisial IR itu diketahui menjual dengan harga murah, dan membuka sistem pembelian pre order (PO). Namun setelah para korban mengirimkan uang, minyak goreng tersebut tak kunjung dikirim.

Diketahui saat ini jumlah korban telah mencapai 22 orang, dengan total kerugian mencapai Rp1,5 miliar. Para korban sebagian besar berasal dari wilayah Rancaekek, serta Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Pihak kepolisian saat ini sudah bergerak untuk mendalami kasus dan memanggil pelaku yang sempat menghilang. Berikut informasinya

Pembelian Minyak Goreng Sempat Sesuai Perjanjian

Di awal pembelian, sistem pre order minyak goreng masih sesuai dengan perjanjian dan para korban berhasil mendapatkan minyak sesuai pesanan. Namun di pertengahan Januari 2022, penyaluran minyak goreng kepada ibu-ibu tersebut mulai macet.

Para korban sempat mencari keberadaan pelaku yang tiba-tiba menghilang, namun sayangnya nomor handphone pelaku tidak bisa dihubungi.

“Sampai saat ini pelaku sudah kita lakukan pemanggilan, dan kita juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, melansir laman YouTube Liputan6 SCTV, Rabu (2/3).

Modus yang Ditawarkan Pelaku

Dari informasi yang dihimpun, pelaku IR sempat membuat penawaran dengan menjual minyak goreng Rp30 ribu dari yang sebelumnya Rp38 ribu di pasaran. Dari situ, ibu-ibu yang tergiur oleh harga murah lantas memesan dengan sistem transfer.

Kemudian IR juga sempat membuat promo saat akhir tahun dengan menjual goreng premium seharga di bawah rata-rata pasaran yang tengah mahal.

Menurut para korban, pelaku berdalih menjual minyak goreng murah lantaran tengah masa promo di akhir tahun sehingga banyak kalangan ibu-ibu yang tidak curiga.

Wibowo menambahkan, saat ini timnya sudah bergerak dengan membawa serta petugas dokter untuk mengecek kesehatan pelaku yang mengaku sempat positif Covid-19.

“Kita tidak percaya begitu saja ya, jadi kami kirim serta tim dokkes untuk memeriksa pelaku,” lanjutnya.

Rekomendasi