Cara mengatasi bipolar penting untuk diketahui, meski kamu tidak mengidap bipolar. Sebagai teman atau keluarga, cara mengatasi bipolar ini bisa membantu penderitanya lebih baik.
Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swing yang ekstrem yaitu perasaan yang mudah berubah secara drastis.
Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika moodnya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi bipolar.
Beberapa tahun terakhir istilah gangguan bipolar telah banyak diperbincangkan di tengah khalayak. Namun masih ada saja yang merasa asing dengan penyakit gangguan mental ini. Mulai dari apa gejalanya hingga bagaimana cara mengatasi bipolar.
Maka dari itu, berikut ini informasi lengkap mengenai cara mengatasi bipolar, perhatikan gejalanya sejak dini yang dirangkum Merdeka.com melalui Liputan6.com dan juke.kedokteran.unila.ac.id. pada Selasa, (16/11/2021).
Advertisement
Gejala Bipolar
Sebelum mengetahui cara mengatasi bipolar, ketahui lebih dulu gejala bipolar. Gejala bipolar dan tingkat keparahannya bervariasi tergantung jenis. Karena, terdapat beberapa jenis bipolar dan gangguan terkait.
Gejala bipolar manik
Gejala manik beda dengan kegirangan yang normal. Penderita yang sedang dalam kondisi manik biasanya punya energi berlebihan dan cenderung berperilaku destruktif, serta akan mengganggu orang lain. Gejala bipolar manik beberapa di antaranya adalah:
- Sulit tidur.
- Terlihat terlalu percaya diri.
- Berbicara lebih cepat dari biasanya dan topik pembicaraannya mudah berganti.
- Berpenampilan mencolok dan cenderung menghamburkan uang.
- Sulit berkonsentrasi.
- Terlihat gelisah, lebih mudah marah pada orang lain.
- Sering membuat keputusan mengejutkan.
Dapat disertai dengan keyakinan yang salah (waham), misalnya merasa bahwa ia adalah orang paling hebat di dunia, meyakini bahwa ayahnya adalah presiden, dan lain sebagainya.
Bisa disebut bipolar kondisi manik bila gejala di atas berlangsung selama setidaknya empat hari.
Gejala bipolar tahap depresi
Kemudian, jika penderita penyakit bipolar mengalami episode depresi, penderita akan terlihat mengalami kesedihan ekstrem yang tidak jelas penyebabnya. Pada tahap depresi cukup berbeda dengan kesedihan biasa. Saat depresi, kondisi sedih bisa menyebabkan penderitanya tidak mampu beraktivitas seperti biasa dan hal ini terjadi selama hampir lebih dari dua minggu.
Adapun beberapa gejala dari bipolar tahap depresi antara lain:
- Merasa sedih, hampa, atau tidak berguna.
- Enggan untuk melakukan aktivitas apapun, termasuk enggan melakukan hobinya.
- Merasa tidak punya tenaga untuk beraktivitas.
- Sulit tidur, atau justru terlalu banyak tidur.
- Dihantui dengan perasaan bersalah.
- Tidak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan atau sekolah.
- Terpikir untuk bunuh diri atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri
Advertisement
Penyebab Bipolar
Genetika
Apabila orang tua atau saudara kandung kamu memiliki riwayat gangguan bipolar, bisa saja kamu lebih mungkin mengalami kondisi yang sama dibandingkan orang lain. Akan tetapi, penting untuk diingat jika kebanyakan orang yang punya gangguan bipolar dalam riwayat keluarga mereka sering tidak menyadarinya.
Otak dan Saraf
Selain faktor genetika, penyebab lain dari bipolar adalah struktur otak kamu yang dalam hal ini bisa memengaruhi risiko kelainan mental. Kelainan pada struktur atau fungsi otak kamu akan meningkatkan risiko terkena gangguan kesehatan mental secara umum.
Faktor Lingkungan
Selain disebabkan kesehatan tubuh yang dapat membuat kamu mengalami gangguan bipolar, ada juga beberapa faktor lingkungan dan kombinasinya yang bisa memengaruhi tercetusnya penyakit dan berkontribusi terhadap perkembangan penyakit bipolar tersebut.
Advertisement
Cara Mengatasi Bipolar
Selain mengetahui gejala dan penyebab bipolar, penting juga untuk mengetahui cara mengatasi bipolar. Langkah pengobatan untuk gangguan bipolar sendiri ada baiknya dilakukan oleh psikiater.
1. Psikoterapi
Cara mengatasi bipolar bisa melakukan pengobatan. Pengobatan bipolar biasanya berupa psikoterapi dan pemberian obat-obatan. Psikoterapi dilakukan dengan cara melakukan konseling untuk menggali emosi serta masalah hidup yang dialami penderita.
Selain itu, penderita bipolar juga akan dilatih untuk menyadari perubahan mood yang biasanya mereka alami dan mempelajari bagaimana cara mengatasinya dari dalam diri sendiri.
2. Mengonsumsi Obat
Cara mengatasi bipolar selanjutnya adalah pemberian obat bipolar. Obat bipolar ini berguna untuk menjaga mood penderitanya (mood stabilizer). Akan tetapi, jika bipolar dalam fase depresi, dokter biasanya juga akan memberikan antidepresan.
Apabila gangguan bipolar yang dialami sering menyebabkan penderitanya cenderung membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Selain itu, biasanya penderita bipolar juga perlu dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu.
3. Gaya Hidup Sehat
Cara mengatasi bipolar yang terakhir ialah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat seperti tidur yang cukup, makan yang sehat dan bergizi, rutin berolahraga bisa berdampak pada kesehatan mental yang baik pula.
Mengelola stres dengan relaksasi dapat membantu mood menjadi lebih baik. Hindari rokok dan meminum alkohol karena dapat memperburuk kelainan secara fisik dan mental.