Kecanduan Game Online Sampai Banting HP, 4 Orang Remaja Masuk Rumah Sakit Jiwa

Saat ditanya oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum salah seorang remaja tersebut mengatakan jika ia sudah dua minggu dirawat di Rumah Sakit Jiwa tersebut. Menurut pasien dirinya kerap membanting handphone akibat dampak adiksi dari permainan online di ponsel itu.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kecanduan Game Online Sampai Banting HP, 4 Orang Remaja Masuk Rumah Sakit Jiwa
Ilustrasi gadget dan anak . ©2013 Cnet.com

Empat orang remaja terpaksa harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat lantaran kecanduan bermain game online di ponsel.

Bahkan salah seorang remaja tersebut diketahui kerap membanting handphone, karena dampak adiksi dari game di ponselnya tersebut.

Diketahui keempatnya juga mendapat kunjungan dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum pada Selasa siang (16/03) waktu setempat. Ia memberikan pesan kesembuhan kepada keempat remaja itu.

"Jadi saya datang ke sini untuk meyakinkan, dan memang dampak handphone ini sangat luar biasa," kata Uu, sebagaimana dilansir dari Antara.

Berdialog Dengan Pasien

Dalam kunjungannya, Wagub yang kerap disapa Mang Uu itu sempat berdialog kepada keempatnya perihal kecanduan game di gadget.

Dirinya juga sempat menanyakan alasan keempatnya dirawat di RSJ tersebut, sembari turut mendoakan kesembuhannya agar bisa lepas dari kebiasaan bermain game yang membuat candu.

"Kenapa dirawat di sini. Sudah berapa lama menjalani perawatan di sini?" tanya Wagub Uu kepada salah seorang remaja putra yang kecanduan game.

"Suka ngebanting hp (handphone). Sudah dua minggu," jawab salah seorang remaja putra tersebut.

Penyebab Kecanduan Game

Uu menjelaskan jika saat ini banyak kalangan anak-anak yang mengalami kecanduan bermain game online di handphone.

Menurutnya ada banyak faktor yang memicunya seperti gangguan stres mengurung diri dan punya teman kemudian pegang telepon seluler karena enggak ada kegiatan.

Selain itu terdapat juga kemungkinan kecanduan karena sang anak tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang memungkinkan dia untuk memegang gawai.

"Semoga ke depannya tidak terus bertambah & mereka bisa cepat pulih kembali agar bisa bermain seperti sedia kala." kata Uu.

Berpesan Kepada Orang Tua

Melihat dampaknya yang amat besar, Mang Uu pun turut menyampaikan pesan kepada orang tua agar senantiasa mengawasi pemakaian handphone anak-anaknya.

Selain itu ia juga mengimbau kepada orang tua agar memberikan pendidikan spiritual kepada anak agar bisa seimbang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Jangan biarkan anak mengurung diri sendiri di kamar, anak harus ceria, harus bergaul dengan temannya tapi jangan asal bergaul. Anak harus diberikan pendidikan ukhrowi dengan memanggil ustadz atau yang non muslim tokoh agama untuk menjaga keseimbangan," pungkas Wagub kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat itu.

 

 

 

Rekomendasi