Siapa yang tak kenal dengan John Refra Kei atau yang bisa di sapa John Kei? Pria kelahiran Maluku Utara, 10 September 1969 ini, kerap kali berurusan dengan pihak berwajib karena terlibat kasus kekerasan, terutama di Jabodetabek.
Baru-baru ini nama John Kei kembali menyita perhatian publik usai ditangkap jajaran Polda Metro Jaya. Penangkapannya ini menyita perhatian, Kei diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan keributan yang terjadi di Green Lake City, Tangerang Kota dan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020) siang.
Jauh sebelumnya, dalam wawancara bersama Andy F. Noya, John pernah mengungkapkan bahwa dirinya telah bertobat dan ingin membuka lembaran baru serta hidup bahagia bersama keluarga tercinta. Dalam wawancara yang diambil saat John Kei masih di Nusakambangan ini, ia juga menceritakan masa lalunya yang kelam.
Advertisement
Kembali Ditangkap
John Kei harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Diduga John Kei dan kelompoknya, terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Perumahan Elite Green Lake City dan Jalan Kresek Raya, Tangerang pada Minggu (21/6/2020).
Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan 25 orang termasuk John Kei. Kelompok John Kei ditangkap di daerah Bekasi.
Advertisement
Pernah Dipenjara 12 Tahun
Sebelumnya John Refra Kei atau John Kei pernah divonis bersalah dan dituntut belasan tahun penjara terkait kasus pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono alias Ayung. John Kei akhirnya mendekam di Lapas Permisan, Nusakambangan, Jawa Tengah, yang sebelumnya dipindah beberapa kali.
Walau akhirnya bebas bersyarat, John Kei mendapat keringanan berupa bebas bersyarat. John dihukum di bui selama 12 tahun.
Advertisement
Diwawancara Kick Andy di Nusakambangan
Melalui video di kanal Youtube Kick Andy Show yang di unggah pada 13 April 2019 lalu, Andy Flores Noya mewawancarai John Kei. Saat itu, John Kei masih menjadi tahanan di Nusakambangan.
Dalam wawancaranya dengan Andy, John terlihat sangat bugar dan penampilannya yang segar.
Advertisement
Ceritakan Masa Lalu yang Kelam dan Susah
Tak hanya menceritakan bagaimana pengalamannya di penjara, John juga menceritakan bagaimana masa kecilnya dulu. John Kei mengaku mengalami masa yang sulit dan kelam.
Tak hanya secara finansial, John mengaku, sejak kecil ia hidup dalam kekurangan dan lingkungan yang keras.
Advertisement
Gemar Berkelahi Sejak Kecil
John Kei kini dikenal sebagai preman paling ditakuti. Ternyata, sejak kecil, John sudah akrab dengan dunia kekerasan. Ia sendiri mengakui, kalau sejak SD sudah gemar berkelahi.
"Mungkin tiap hari kita sekolah, pulang sekolah pasti, senior-senior kita adu kita untuk berantem, dibully, kalo berantem satu lawan satu, satu kalah dua lawan satu, jadi saya dari kecil sebenarnya udah hobi berkelahi," ucap John Kei dalam wawancara itu.
Advertisement
Akui Bertobat Saat di Penjara
Saat menjalani hukuman di Nusakambangan, John pernah menuturkan bahwa dirinya memutuskan untuk bertobat. John menceritakan bahwa ia tengah mendalami Ilmu agama dengan banyak membaca kitab suci Injil.
"Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditempatkan kepadamu. Dengan ayat yang ini saya renungkan, berarti saya harus melayani Tuhan, saya harus mendekatkan diri kepada Tuhan, Semua akan ditempatkan berarti semua bisa ditambah, rejeki, ditambah umur panjang, ditambah kesehatan, semuanya. Nah ayat itu yang membuat saya harus mengambil keputusan. Saya harus mencari pekerjaan surga bukan lagi duniawi," ucap John
Advertisement
Dibebaskan Bersyarat
Melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 tahun 2018, tentang Pembebasan Bersyarat, John Kei yang harus menjalani hukuman sampai tahun tahun 2025, dibebaskan.
Dengan adanya peraturan tersebut, pada tanggal 26 Desember 2019 lalu. John resmi dibebaskan dari lapas Nusakambangan setelah menjalani 2/3 masa hukumannya.