Psikopat Artinya Gangguan Kepribadian yang Perlu Diwaspadai, Kenali Tanda-tandanya
Merdeka.com - Psikopat adalah salah satu istilah psikologi yang menimbulkan kebingungan. Meskipun umumnya psikopat artinya adalah seseorang yang memiliki kondisi gangguan mental, "psikopat" bukanlah diagnosis resmi.
Sebaliknya, psikopat artinya adalah istilah informal yang sering digunakan untuk kondisi yang disebut gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, edisi ke-5 (DSM-5) juga tidak mencantumkan psikopati sebagai diagnosis klinis resmi.
Meski begitu, masyarakat mungkin lebih mengenal istilah psikopat dibanding ASPD. Gangguan kepribadian ini ditandai dengan ciri-ciri meliputi berkurangnya empati dan penyesalan, kepribadian yang berani, dan perilaku yang sulit dihambat. Mereka dapat berperilaku agresif yang dapat orang lain dan dirinya sendiri.
Orang dengan psikopat artinya dapat menipu, memanipulasi, mengeksploitasi, mengancam, mencuri, atau menyakiti orang lain secara fisik. Namun, pada saat yang sama, mereka juga bisa terlihat ramah dan dapat menyesuaikan diri dengan baik.
Tanda-tanda Psikopat
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa psikopat artinya seseorang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial, dan merupakan istilah informal dari ASPD. Dikutip dari Healthline, Prakash Masand, seorang psikiater dan salah satu pendiri Centers of Psychiatric Excellence, menyebutkan ada beberapa tanda psikopat atau ASPD yang umum dialami, seperti:
Tanda-tanda lain dari psikopat adalah kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku yang sembrono, impulsif, atau dapat menyebabkan konsekuensi yang berbahaya. Masand mengatakan seseorang yang menunjukkan perilaku ini mungkin juga:
Selain itu, orang dengan ASPD juga tidak bereaksi seolah-olah mereka telah menyakiti seseorang, dan mereka juga dapat impulsif atau kasar tanpa adanya rasa penyesalan. Dalam kasus ASPD, perilaku kasar mereka tidak selalu berarti kekerasan.
Selain tanda dan perilaku, Masand mengatakan ada ciri-ciri tertentu yang lebih umum pada penderita ASPD atau psikopat, yaitu:
Penyebab Psikopat

liputan6.com
Psikopat artinya seseorang yang tidak berperasaan, tidak emosional, dan bejat secara moral. Meski memiliki arti yang negatif, penyebab pasti dari psikopat tidak diketahui, para peneliti percaya bahwa perkembangannya kemungkinan melibatkan kombinasi dari faktor lingkungan dan genetik.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami aspek genetik ASPD. Penelitian sebelumnya memperkirakan bahwa antara 38 dan 69 persen kasus kemungkinan bersifat turun-temurun.
Selain itu, beberapa pemicu lingkungan dari psikopat adalah termasuk penelantaran yang terjadi di masa kanak-kanak dan pengalaman buruk lainnya, seperti pelecehan pada masa kanak-kanak.
ASPD atau psikopat juga dapat dilihat pada orang yang sebelumnya menerima diagnosis CD atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
Psikopat vs Sosiopat
Psikopat artinya sering digunakan secara bergantian dengan sosiopat untuk menggambarkan seseorang dengan ASPD secara informal. Karena sosiopat juga bukan diagnosis resmi, istilah ini biasanya bergabung dengan psikopat di bawah payung diagnosis ASPD. Tidak ada perbedaan klinis antara kedua istilah tersebut.
Baik sosiopat dan psikopat artinya adalah seseorang yang memiliki kondisi gangguan kepribadian ASPD. Perilaku yang sering terlihat pada keduanya cenderung masuk dalam kriteria ASPD.
Mengobati Psikopati
Mengobati seseorang dengan ciri-ciri yang termasuk dalam diagnosis ASPD bisa jadi sulit. Biasanya, dokter dapat merekomendasikan kombinasi psikoterapi (terapi bicara) dan pengobatan.
Meskipun tidak ada bukti yang mendukung bahwa pengobatan atau bentuk psikoterapi apa pun dapat menyembuhkan ASPD, metode ini masih dapat membantu mengatasi beberapa gejala, seperti impulsif dan agresi, serta meningkatkan kualitas hidup.
Menurut ulasan tahun 2015, intervensi dini pada remaja yang menerima diagnosis CD juga dapat membantu mencegah ASPD.
Para peneliti dalam tinjauan tahun 2015 juga menemukan bahwa untuk beberapa orang dengan ASPD, kondisinya dapat membaik atau berkurang seiring bertambahnya usia – dengan peningkatan terjadi pada usia rata-rata 35 tahun. Mereka juga menemukan bahwa orang dengan ikatan dan dukungan sosial yang lebih kuat, seperti pasangan atau keluarga, lebih mungkin mengalami remisi.
Psikoterapi dapat membantu memahami bagaimana gangguan tersebut dapat memengaruhi kehidupan dan hubungan Anda. Seorang profesional kesehatan mental akan bekerja untuk mengembangkan strategi untuk membantu mengurangi keparahan gejala.
Jika pemberian obat adalah bagian dari rencana perawatan, dokter mungkin akan meresepkan obat yang dapat menangani kondisi kesehatan mental terkait, seperti kecemasan, depresi, atau gejala agresi.
Pilihannya mungkin termasuk:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya