Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Private Party di Depok Disebut Terpengaruh Budaya Luar, Begini Kata Pakar Sosial UI

Private Party di Depok Disebut Terpengaruh Budaya Luar, Begini Kata Pakar Sosial UI Ilustrasi pesta bikini. ©youtube.com

Merdeka.com - Kabar menghebohkan terkait private party yang digelar di sebuah rumah Blok AH, Perumahan Pesona Depok, Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (4/6) lalu menuai berbagai tanggapan. Peneliti Sosial Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati menilai, aktivitas tersebut terpengaruh dari budaya luar.

Melansir dari ANTARA, menurut Devie, kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok anak muda tersebut tidak sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia.

"Kita perlu sadar bahwa perilaku yang ditunjukkan oleh anak-anak muda tersebut bukan merupakan bagian dari budaya sosial Indonesia," kata Devie Rahmawati di Depok, Kamis (9/6).

Merujuk Studi Sejak 60 Tahun Lalu

bikini

Ilustrasi

©youtube.com

Berdasarkan studi yang dilakukan sejak 60 tahun lalu, media dikatakan Devie membawa pengaruh yang sangat besar dalam mempromosikan budaya luar ke Indonesia.

Hal itu yang kemudian membuat komunitas atau masyarakat menirunya budaya asing tersebut.

"Menggunakan bikini lalu meminum minuman keras itu jelas bukan budaya Indonesia ini adalah bagian dari budaya luar yang kemudian ditiru oleh anak-anak kita," katanya.

Kontrol Sosial Keluarga Jadi yang Terpenting

Menurutnya, kejadian tersebut merupakan fenomena lama dan telah terjadi semenjak munculnya teknologi seperti televisi dan internet yang hadir sekarang ini.

Untuk itu menurutnya kontrol sosial dari keluarga terutama orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan arah kehidupan yang sesuai dengan norma-norma Bangsa Indonesia.

"Keluarga perlu berikan pendampingan untuk mengingatkan apa yang baik-baik saja untuk ditiru dan modifikasi agar perilaku jauh dari praktik kearifan budaya sosial Indonesia," katanya.

Gegerkan Publik

Sebelumnya seperti yang diberitakan Merdeka.com, pada Sabtu (4/6) lalu kurang lebih 200 muda-mudi mengikuti private party di Kota Depok, Jawa Barat. Penyelenggara diketahui melaksanakan pesta tersebut tanpa mengantongi izin dari pihak kepolisian.

Selain itu, sejumlah kotak alat kontrasepsi juga ditemukan dalam keadaan baru dan belum dipakai.

"Jadi benar ada kegiatan tersebut pada Minggu dini hari di Depok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Senin (6/6).

Negatif Narkoba

Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga meminta pengunjung untuk melakukan tes urine. Hasil pemeriksaan seluruh urine peserta negatif narkoba.

"Terhadap para peserta party tersebut dilakukan tes urine. hasilnya tidak ditemukan adanya penggunaan narkoba," ujar Kombes Pol Endra Zulpan.

Dalam penggerebekan itu juga diketahui tarif untuk bisa mengikuti acara ini mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk tiket VIP yang paling mahal, pengunjung akan mendapatkan bonus minuman beralkohol.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP