Potret Motor Bisa Digunakan di Segala Medan, Awalnya Diciptakan untuk Antar Vaksin

Sabtu, 1 Oktober 2022 12:54 Reporter : Rizka Nur Laily M
Potret Motor Bisa Digunakan di Segala Medan, Awalnya Diciptakan untuk Antar Vaksin Modultrax, kendaraan serbaguna dapat dilakukan di berbagai medan. ©2022 Merdeka.com/Dok. ITB

Merdeka.com - Potret Modultrax (Modular Utility Transport All Terrain), kendaraan serbaguna yang dapat digunakan di segala medan mencuri perhatian banyak pihak.

Kendaraan tersebut merupakan karya Dosen Program Studi Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) Bismo Jelantik M Ds.

"Modultrax diciptakan atas dasar kebutuhan distribusi vaksin pencegahan Covid-19 ke daerah terpencil di Indonesia. Ide ini dibarengi dengan pengembangan ekosistem pembangkit listrik modular di pulau yang belum terdistribusi bahan bakar minyak (BBM)," ujar Bismo Jelantik dalam keterangan pers Humas ITB, Jumat (30/9/2022).


Peluang Kerja Sama

Bismo yang memiliki relasi dengan pihak industri komponen otomotif melihat adanya peluang kerja sama menyelesaikan permasalahan distribusi barang/jasa di Indonesia.

Pada tahun 2021, ia pun memulai membuat konsep produk. Pembuatan konsep dan desain Modultrax, kata dia, menggunakan teknologi 3D CAD (Computer Aided Design).

Awalnya, target proyek ini adalah pembuatan desain. Namun, Bismo menyelesaikannya hingga pembentukan prototipe.

"Untuk melakukan uji coba tentu saja diperlukan prototipe," terang Bismo, dikutip dari Antara.

Rangka Modultrax dirancang memiliki sistem kargo modular yang dapat dikaitkan dengan perkakas yang dibutuhkan, misalnya alat pertanian, rak pengangkut, dan lain sebagainya.

Modultrax merupakan kendaraan listrik (electrical vehicle) dengan sumber daya baterai. Prototipe Modultrax tahap pertama ini dapat digunakan untuk menempuh jarak 50 km.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi

modultrax kendaraan serbaguna dapat dilakukan di berbagai medan
©2022 Merdeka.com/Dok. ITB

Bismo mengungkapkan banyak bidang keilmuan yang terlibat pada proses pembuatan Modultrax. Berkat kolaborasi yang dilakukan selama pembuatan Modultrax, Bimo mengaku belajar banyak hal di luar ranahnya. Termasuk mempelajari standar-standar manufaktur yang digunakan di area industri.

“Pengalaman seperti ini bisa jadi masukan untuk para peneliti, kemudian dapat diteruskan sebagai bahan ajar untuk mahasiswa,” ujarnya.

Desain kendaraan ini 100 persen lokal dengan TKDN lebih dari 75 persen serta berjibaku menciptakan ekosistem bangga buatan Indonesia. Bismo berharap produksi selanjutnya dapat menggunakan produk lokal seutuhnya.

Desain Modultrax telah memiliki HAKI dan prototipe tahap satu sedang mengalami uji coba. Adapun, prototipe selanjutnya telah memiliki frame, namun belum dirakit.

3 dari 3 halaman

Harapan

Sebelumnya, Modultrax telah diikutkan dalam pameran sebanyak tiga kali. Salahnya satunya Pameran dan Temu Bisnis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di Jakarta.

Saat itu, kata Bismo, banyak pihak yang tertarik dengan Modultrax. Namun, karena Modultrax belum masuk e-catalogue sehingga belum bisa dipesan. Bismo pun berharap segera mendapatkan izin untuk memproduksi Modultrax secara massal.

Bismo memiliki ketertarikan akan bidang transportasi. Selain menggali ilmunya, ia beberapa kali terlibat pada perakitan transportasi.

Bahkan, ia memproduksi kendaraan transportasi perkebunan "SIGAP" sebagai tugas akhir sarjananya di ITB pada 2002 silam.

Dia berharap proses desain, industri, bisnis, dan teknologi dari Modultrax bermanfaat secara akademis bagi ITB. Lebih jauh mampu menggelorakan gerakan bangga buatan Indonesia.

Bismo berpesan kepada mahasiswa untuk berkolaborasi dengan teman dari keilmuan lain dan senantiasa memikirkan masa depan bangsa Indonesia agar mandiri dari segi teknologi dan industrinya.

 

[rka]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jawa Barat
  3. Jabar
  4. Berita
  5. ITB
  6. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini