Penyebab Abses Gigi, Gejala, dan Cara Mengobatinya, Jangan Disepelekan
Merdeka.com - Abses gigi adalah kantung nanah yang dapat terbentuk di berbagai bagian gigi akibat infeksi bakteri. Gigi yang abses akan menyebabkan nyeri sedang hingga parah yang terkadang menyebar ke telinga atau leher Anda.
Bakteri berada di plak, yang merupakan produk sampingan dari makanan, air liur, dan bakteri di mulut, yang menempel di gigi, dan dapat merusak gigi serta gusi. Jika plak tidak dihilangkan dengan menyikat dan membersihkan gigi secara teratur dan benar, bakteri dapat menyebar ke dalam jaringan lunak gigi atau gusi. Hal inilah yang bisa menjadi penyebab abses gigi.
Abses gigi terkadang akan terasa sakit, dan terkadang juga tidak. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, gigi yang mengalami abses dapat berubah menjadi kondisi serius yang mengancam jiwa.
Dilansir dari medicalnewstoday.com, berikut kami paparkan penjelasan mengenai penyebab abses gigi, gejala, jenis, dan cara mengobatinya.
Jenis Abses Gigi
Ada tiga jenis abses gigi, yaitu:
Jenis abses akan menentukan tingkat keparahan dan lokasi gejala.
Gejala Abses Gigi
Tanda dan gejala abses gigi meliputi:
Gejala utama abses gigi adalah nyeri. Kondisi ini mungkin akan menyebabkan rasa sakit yang berdenyut-denyut. Rasa sakit biasanya dimulai secara tiba-tiba dan menjadi lebih kuat selama beberapa jam atau hari berikutnya. Dalam beberapa kasus, nyeri dapat menjalar ke telinga, tulang rahang, dan leher.
Penyebab Abses Gigi

©Livestrong.com
Penyebab abses gigi, dalam banyak kasus, merupakan komplikasi dari infeksi gigi. Bakteri, yang seringkali berada di dalam plak, dapat menjadi penyebab abses gigi dengan menginfeksi dan masuk ke gigi. Berikut ini dua jenis abses gigi dan penyebab abses gigi tersebut bisa terjadi.
Abses periapikal
Bakteri masuk ke gigi melalui lubang kecil yang disebabkan oleh kerusakan gigi, atau karies, yang terbentuk di lapisan luar gigi yang keras. Karies akhirnya merusak lapisan jaringan yang lebih lunak di bawah email, yang disebut dentin. Jika pembusukan berlanjut, lubang pada akhirnya akan menembus pulpa lunak bagian dalam gigi dan menjadi terinfeksi.
Ini dikenal sebagai pulpitis. Saat pulpitis berkembang, bakteri dapat menuju ke tulang yang mengelilingi dan menopang gigi, yang disebut tulang alveolar, dan akhirnya abses periapikal terbentuk.
Abses periodontal
Ketika bakteri yang ada di dalam plak menginfeksi gusi, pasien mengalami periodontitis. Gusi menjadi meradang, yang dapat membuat jaringan di sekitar akar gigi terpisah dari pangkal gigi.
Kantung periodontal, yang merupakan celah kecil, terbentuk saat ligamen periodontal terpisah dari akar. Kantung ini mudah kotor dan sangat sulit untuk dijaga kebersihannya. Saat bakteri menumpuk di kantung periodontal, terbentuk abses periodontal.
Pasien dapat mengalami abses periodontal sebagai akibat dari prosedur gigi yang secara tidak sengaja mengakibatkan kantung periodontal. Selain itu, penggunaan antibiotik pada periodontitis yang tidak diobati, yang dapat menutupi gejala abses, dapat menyebabkan abses periodontal. Terkadang kerusakan gusi dapat menyebabkan abses periodontal, meskipun tidak ada periodontitis.
Cara Mengobati
Setelah mengetahui penyebab abses gigi, berikut ini adalah cara menangani abses pada gigi.
Perawatan untuk abses gigi berfokus pada pembersihan infeksi dan menghilangkan rasa sakit. Tergantung pada gejala yang Anda alami, dokter gigi mungkin memulai dengan rontgen gigi. Ini akan membantu mereka melihat apakah infeksi telah menyebar ke area lain.
Bergantung pada jenis dan tingkat keparahan abses Anda, pilihan pengobatan meliputi:
Jika Anda tidak dapat langsung menemui dokter gigi, Anda dapat mengonsumsi obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen (Advil, Motrin) untuk meredakan nyeri. Membilas mulut Anda dengan air garam hangat juga dapat membantu.
Pengobatan Rumahan
Ada tindakan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menghilangkan rasa sakit, antara lain:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya