Penjelasan Istighfar setelah Sholat sesuai Dalil
Merdeka.com - Menjalankan sholat lima waktu adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat rukun sholat yang harus diikuti agar ibadah yang kita jalankan sah.
Tapi, meski kita sudah menjalankan rukun sholat dari awal sampai akhir, jangan terburu-buru untuk meninggalkan tempat sholat setelah selesai beribadah. Ada anjuran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk duduk sejenak dan membaca istighfar setelah sholat.
Mengutip dari laman rumaysho.com, istighfar adalah bacaan untuk meminta ampunan pada Allah. Bacaan singkat ini juga menjadi penutup setiap amalan shalih, seperti sholat, haji, atau bahkan pertemuan dalam majelis.
Istighfar juga dapat berfungsi sebagai dzikir, yang dapat menambah pahala. Sedangkan membaca istighfar setelah sholat berguna sebagai kafaroh (penambal) ketika dalam sholat ada sesuatu yang sia-sia.
Berikut ini kami akan jelaskan lebih lanjut tentang istighfar setelah sholat yang insya Allah dapat menambah wawasan Anda terkait bacaan singkat ini.
Membaca Istighfar setelah Sholat
Setelah menunaikan ibadah sholat, ada baiknya kita duduk sejenak untuk mengucapkan istighfar setelah sholat dan berdzikir. Anjuran membaca istighfar setelah sholat ini terdapat dalam hadis riwayat Muslim di mana Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam selesai dari shalatnya (shalat fardhu), beliau beristighfar tiga kali dan mengucapkan “ALLAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MINKAS SALAAM, TABAAROKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM” (artinya: Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Mahasuci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).
Ada yang bertanya pada Al-Auza’i, salah satu perawi hadits ini, “Bagaimana cara beristighfar?” Al-Auza’i menjawab, “Caranya membaca ‘ASTAGHFIRULLAH … ASTAGHFIRULLAH’ (Aku memohon ampun kepada Allah. Aku memohon ampun kepada Allah). (HR. Muslim).
Berdasarkan hadis di atas, bacaan istighfar setelah sholat cukup dengan melafalkan “ASTAGHFIRULLAH”. Selain itu, disunnahkan pula untuk mengulangi bacaan istighfar tersebut sebanyak tiga kali di setiap selesai sholat.
Dan usai membaca istighfar setelah sholat, dianjurkan untuk membaca “ALLAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MINKAS SALAAM, TABAAROKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM.”
Perintah Memperbanyak Istighfar
Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Itulah sebabnya, kita diperintahkan untuk memperbanyak membaca istighfar.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mencontohkan betapa seringnya ia beristighfar di setiap harinya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari).
Dari Al Aghorr Al Muzanni, yang merupakan sahabat Nabi, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim).
Dengan memperbanyak membaca istighfar dan taubat, akan menghapuskan dosa dan kesalahan yang kita lakukan tanpa sengaja.
Bilangan istighfar yang disebutkan dalam kedua hadis di atas juga tidak menunjukkan bahwa jumlah istighfar yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai batasan dalam mengamalkannya, namun hanya menunjukkan banyaknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beristighfar.
Dalil lainnya berasal dari kisah Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, yang berkata,
“Dulu lisanku biasa berbuat keji kepada keluargaku. Namun, aku tidaklah menganiaya yang lainnya. Kemudian aku menceritakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Mana istigfarmu, wahai Hudzaifah? Sesungguhnya aku selalu beristigfar kepada Allah setiap hari sebanyak 100 kali dan aku juga bertaubat kepada-Nya.” (HR. Ahmad).
Bacaan Sayyidul Istighfar
Sayyidul istighfar, atau penghulu istighfar, merupakan bacaan istighfar yang utama. Bacaan sayyidul istighfar ini adalah amalan ringan yang rugi jika tidak kita amalkan.
Berikut adalah bacaannya:
ALLOHUMMA ANTA ROBBI LAA ILAHA ILLA ANTA, KHOLAQTANI WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DZANBI, FAGHFIRLIY FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Faedah dari bacaan ini dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis berikut,
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR. Muslim).
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya