Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemukulan Sopir Bus Trans Metro Pasundan Disesalkan Dishub Jabar, Ini Faktanya

Pemukulan Sopir Bus Trans Metro Pasundan Disesalkan Dishub Jabar, Ini Faktanya Bus Trans Metro Pasundan. ©2023 Dokumentasi Instagram Trans Metro Pasundan/Merdeka.com

Merdeka.com - Baru-baru ini tengah viral aksi pemukulan terhadap seorang sopir Bus Trans Metro Pasundan (TMP). Kejadian tersebut diketahui terjadidi sekitar Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka pada Rabu (3/5) siang lalu. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat pun menyesalkan tindakan pemukulan oleh orang tidak dikenal itu.

Kadishub Jabar, A Koswara Hanafi pada Kamis (4/5) mengungkapkan, kejadian tersebut saat ini tengah diinvestigasi oleh petugas berwenang.

"Menanggapi permasalahan tersebut Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, sangat menyesalkan kejadian ini dan saat ini sedang dilakukan investigasi lebih lanjut," katanya, mengutip ANTARA.

Sopir Diduga Ugal-Ugalan

bus trans metro pasundan

Bus Trans Metro Pasundan ©2023 Dokumentasi Instagram Trans Metro Pasundan/Merdeka.com

Dalam video yang viral di media sosial, seorang pria bertopi tampak tiba-tiba naik ke dalam bus dan marah-marah. Ia meluapkan emosinya sembari memukul sopir paruh baya itu.

Sang sopir pun hanya diam dan tidak membalas tindakan tersebut. Para penumpang juga langsung mencoba melerai namun pria tersebut tetap emosi dan kesal. Diduga orang tidak dikenal itu hampir terserempet bus karena sopir bus ugal-ugalan. 

“Ini sebagai bahan evaluasi untuk memastikan layanan TMP nyaman bagi masyarakat, ” katanya lagi

Sopir Dipanggil dan Dishub Sesalkan Main Hakim Sendiri

Terkait dugaan sopir ugal-ugalan, dishub akan menindaklanjutinya dengan melakukan pemanggilan kepada sopir tersebut, serta lembaga pengawas layanan TMP.

Ia mengatakan bahwa aksi pemukulan tersebut sangat disayangkan, karena termasuk main hakim sendiri. 

“Namun, terkait peristiwa pemukulan kepada sopir, Dishub Jabar juga menyesali tindakan masyarakat yang main hakim sendiri terhadap pelaku. Bagaimana pun tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan," terangnya.

Selama ini, Dishub Jabar telah bekerja sama dengan tim dari Polda Jabar untuk memastikan operasional TMP berjalan dengan baik.

"Dan saat ini Tim Polda telah melakukan penyelidikan," katanya.

Koswara juga memohon maaf atas operasional TMP yang membuat masyarakat kurang nyaman.

"Mohon maaf apabila terjadi ketidaknyamanan atas layanan transportasi di Jawa Barat. Kami akan terus berbenah untuk memberikan layanan terbaik," tandasnya

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP