Pakar ITB Sebut Susutnya Air Tanah Sebabkan Fenomena Banjir di Bandung, Ini Alasannya
Merdeka.com - Pakar HidrogeologiInstitut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Iskandar baru-baru ini menguraikan penyebab terjadinya bencana banjir di kawasan Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, penurunan air di dalam tanah menjadi salah satu penyebab banjir.
Irwan mengatakan jika air memiliki peran yang amat vital sehingga dapat mengurangi potensi bencana banjir.
Informasi tersebut disampaikan Irwan dalam acara Jabar Punya Informasi atau JAPRI yang dilaksanakan di Gedung Sate pada Selasa (15/3/2022). Berikut informasinya
Menahan Beban Tanah

Banjir di Bandung Raya
©2020 Merdeka.com
Air tanah sendiri dikatakan Irwan memiliki peran yang vital, karena dapat menahan terjadinya cekungan di daerah daratan.
Penyusutan air tanah saat ini banyak terjadi karena eksploitasi dan kegiatan ekonomi, sehingga kontur tanah yang tadinya padat menjadi kosong. Hal itu menyebabkan turunnya permukaan tanah yang berpotensi menjadi tempat genangan air seperti di Dayeuh Kolot.
“Karena fungsi air tanah tidak hanya sebagai suplai air kita, tetapi menahan beban. Dia punya pressure yang mendorong ke atas,” terangnya, melansir dari ANTARA.
Menghindari Terjadinya Cekungan di Daratan
Jika air tanah menyusut, maka kondisi dataran akan mudah menurun dan menimbulkan cekungan yang tertampung air (banjir).
Disimpulkan Irwan, penyebab banjir di Bandung diakibatkan dari turunnya topografi tanah karena pendirian bangunan dan kegiatan ekonomi dengan penggunaan air yang tak terkontrol.
“Jadi kalau gaya yang mendorong ke atas, sehingga kalau tanahnya atau pendorongnya ini turun, bagian akan akan ikut turun (menimbulkan kubangan),” tambahnya.
Membuat "Hansip Cai"
Sejumlah program sudah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi, salah satunya membuat sumur resapan dengan nama Hansip Cai. Atau tahan dan simpan jadi cadangan air.
“Jadi tahan air hujan ya jangan langsung masuk ke sungai atau sebagainya, kemudian simpan sebagai cadangan air. Dan saat masa kekeringan bisa kita pergunakan,” terang Sekdis SDA Provinsi Jabar, Yossy Desra.
Acara tersebut sekaligus sebagai salah satu kegiatan dalam memperingati hari air sedunia ke-30 yang berlangsung pada 22 Maret 2022 mendatang. Dalam kesempatan itu masyarakat juga diminta bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan air.
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya