Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nur Rahmatika, Pelopor Wanita Mandiri Asal Rusun Pinus Elok Jakarta

Nur Rahmatika, Pelopor Wanita Mandiri Asal Rusun Pinus Elok Jakarta Elok By Ibu. Akun Instagram @elokbyibu ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak cara dilakukan oleh kaum perempuan untuk bergerak maju. Sejak era Kartini maupun Dewi Sartika, kaum perempuan sudah berupaya untuk menaikkan derajatnya agar tidak dipandang sebelah mata. Di era sekarang sudah mulai banyak gerakan yang dipelopori oleh perempuan modern untuk mengangkat derajat dan hak perempuan agar bisa mandiri dan produktif. Nur Rahmatika salah satunya.

Perempuan asal Jakarta tersebut telah berhasil mengembangkan potensi perempuan serta ibu-ibu yang tinggal di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur. Melalui ketelatenan Nur Rahmatika, ibu-ibu di rusun berhasil dilatih kemandiriannya untuk aktif berkreasi sehingga bisa memiliki keterampilan di luar perannya sebagai ibu rumah tangga.

Berawal dari Program Volunteer yang Digelutinya

rusun mandiri kaum perempuan

Akun Instagram @elokbyibu 2020 Merdeka.com

Awal mula Ia memberdayakan kaum perempuan di Rusun Pinus adalah ketika Ia menjadi seorang volunteer pada sebuah karya dari Dreamdelion Indonesia.

Sejak kegiatan volunteer tersebut, Ia pun melanjutkan untuk internship dan berkat dedikasinya perempuan yang akrab disapa Atik tersebut dipercaya untuk membuat suatu program Community Development oleh lembaga tersebut.

Sejak saat itu Atik melakukan berbagai eksperimen bersama ibu-ibu yang berada di rusun tersebut melalui program edukasi untuk anak-anak.

Mengisi Waktu Luang Ibu-ibu di Sekitar Rusun

rusun mandiri kaum perempuan

Akun Instagram @elokbyibu 2020 Merdeka.com

Setelah berdiskusi bersama ibu-ibu setempat dengan membuat business plan, dari situ Ia berencana membuat sebuah wadah berupa lapangan pekerjaan dengan tujuan memberdayakan ibu-ibu setempat yang mempunyai banyak waktu luang, selain mengurus keluarga.

Atik dan tim dan menemukan dua topik yang bisa dilakukan, yaitu memasak dan menjahit. Setelah dipertimbangkan, akhirnya Atik dan tim memilih topik menjahit. Hal yang pertama Atik dan tim lakukan adalah menghampiri, mendata, dan mengedukasi ibu-ibu yang ada di rusun mengenai programnya.

"Awalnya ibu-ibu pada mau, dan bertanya bayar atau nggak. Kemudian kami sampaikan kalau programnya gratis. Ibu-ibu cuma perlu turun ke bawah dan bawa semangat untuk belajar," kata Atik.

Melakukan Pelatihan kepada Ibu-Ibu Rusun

rusun mandiri kaum perempuan

Akun Instagram @elokbyibu 2020 Merdeka.com

Setelah melewati beberapa proses, akhirnya program mulai berjalan dengan diawali pelatihan menjahit selama empat bulan. Tak hanya itu, untuk lebih dapat bersosialisasi dan dekat dengan ibu-ibu, setiap Jumat diadakan kegiatan bersama mulai dari menjahit, memasak, hingga makan bersama.

Setelah melakukan workshop selama beberapa waktu, Atik Bersama Ibu-ibu pun langsung diarahkan untuk membuat berbagai kerajinan yang saat itu sedang digemari kalangan anak muda, seperti totebag, wadah alat tulis, dompet hingga tas. Semua barang tersebut merupakan hasil desain dan buatan ibu-ibu rusun tersebut.

Mendirikan Brand Bersama Ibu-Ibu Rusun

elok by ibu

Akun Instagram @elokbyibu 2020 Merdeka.com

Demi terjaganya kualitas produk dan lebih mudah untuk dikenali oleh masyarakat luas, maka Atik Bersama Ibu-ibu setempat membuat Brand bernama Elok by Ibu. Selain itu Atik dan tim juga melakukan pengecekan kualitas barang sebelum dipasarkan guna memastikan bahwa kualitas barang tidak ada rusak maupun memastikan bahwa hasil jahitannya rapi.

Untuk penjualannya sendiri seperti yang terlihat di akun Instagram @elokbyibu mereka memasarkan melalui berbagai startup online dan secara offline melalui pameran karya handmade.

Mengembangkan Kemandirian Ibu-Ibu

rusun mandiri kaum perempuan

rusun mandiri kaum perempuan

Akun Instagram @elokbyibu 2020 Merdeka.com

Dari pengalamannya tersebut, Atik bercerita bahwa Ia mendapat banyak pelajaran yang berharga dalam melatih kemandiriannya bersama ibu-ibu rusun penggerak semangat perempuan. Ia pun menjelaskan akan mengembangkan produknya karena Atik berkeyakinan untuk memberdayakan suatu kalangan tentunya hal tersebut harus memiliki impact yang jelas.

"Saat menjalani suatu project social, kita harus tahu dulu impact yang ditimbulkan akan seperti apa. Supaya kita tidak hanya memberi dampak, tapi juga mendapatkan dampaknya," jelas Atik.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP