Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat Sholat Istikharah untuk Menentukan Pilihan Jodoh, Berikut Tata Caranya

Niat Sholat Istikharah untuk Menentukan Pilihan Jodoh, Berikut Tata Caranya ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menikah dan membangun keluarga adalah naluri dasar manusia, sebagai makhluk manusia ditakdirkan memiliki pasangan atau berpasangan. Sejak muda muda naluri untuk berpasangan tumbuh dan mendorong pelakunya berupaya bertemu dengan pasangannya.

Memilih pasangan yang baik bukan hal mudah, banyak hal perlu dilalui seseorang untuk menemukan pasangan yang cocok dan saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sering kali upaya saling mengenal saja tidak cukup untuk membuat seseorang merasa yakin akan pasangannya.

Baca juga: Niat Shalat Istikharah Jodoh beserta Tata Caranya

Berdoa dan berserah diri kepada Allah agar diberi petunjuk dan keyakinan mengenai apakah orang yang bersamamu saat ini adalah orang yang baik untukmu yang juga diridhoi oleh Allah SWT atau tidak. Kamu bisa menemui jawabannya setelah kamu menunaikan ibadah sholat istikhara.

Berikut ini informasi lebih lanjut mengenai niat sholat istikharah untuk menentukan pilihan jodoh, lengkap dengan tata caranya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.

Niat Sholat Istikharah

Seperti sholat pada umumnya, salat istikharah diawali dengan membaca niat yang dapat diucapkan dalam hati. Berikut niat sholat istikharah:

Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

Waktu Sholat Istikharah

Waktu sholat istikharah bisa dilakukan kapan saja, siang atau malam. Sholat istikharah tidak memiliki batasan tertentu untuk waktu pelaksanaannya, kecuali pada waktu yang dilarang untuk melaksanakan salat sunah.

Meski demikian ada anjuran untuk melaksanakannya pada 3 waktu terbaik yaitu sebagai berikut:

1. Sepertiga Malam PertamaKetika hendak melakukan salat Istikharah, kalian bisa melakukannya pada sepertiga malam pertama yaitu ketika masuk waktu Isya hingga pukul 22.00 malam.

2. Sepertiga Malam KeduaWaktu terbaik selanjutnya ialah sepertiga malam kedua yang dimulai dari pukul 22.00 malam hingga 01.00 dini hari. Di waktu ini suasana malam biasanya lebih tenang, sehingga ketika mengerjakan salat istikharah akan lebih khusyu dan konsentrasi.

3. Sepertiga Malam KetigaWaktu sepertiga malam ketiga dimulai pukul 01.00 dini hari dan berakhir sebelum masuk waktu salat subuh. Tak hanya Istikharah, waktu terbaik mengerjakan salah sunnah malam lainnya juga di waktu ini.

Tata Cara Sholat Istikharah

Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan, sholat istikharah boleh berupa sholat sunnah apa saja. Baik sholat sunnah rawatib, sholat sunnah tahiyatul masjid, maupun sholat sunnah lainnya.

Menurut Syaikh Wahbah disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama. Setelah itu membaca surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua. Berikut cara sholat istikharah:

  • Niat
  • Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Ikhlas
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam
  • Doa Setelah Sholat Istikharah

    Bukan hanya niat dan tata cara pelaksanaannya, kamu juga perlu tahu mengenai doa yang sebaiknya dibaca setelah sholat istikhara yaitu sebagai berikut:

    “Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

    Artinya:"Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya. Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku."

    (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP