Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mitos Tanaman Andong Merah sebagai Penolak Bala, Begini Penjelasannya

Di Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, terdapat tanaman yang dianggap istimewa karena memiliki manfaat yang luar biasa. Tanaman ini bernama hanjuang. Tanaman yang juga disebut andong merah ini dipercaya bisa melindungi pemiliknya dari mara bahaya.

Tanaman andong merah adalah salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Tanaman ini memiliki daun berwarna merah keunguan yang indah dan menarik. Namun, selain sebagai tanaman hias, tanaman andong merah juga dipercaya memiliki khasiat sebagai penolak bala atau energi negatif.

Apakah mitos ini benar adanya? Bagaimana tanaman andong merah bisa menolak bala? Apa saja manfaat lain dari tanaman andong merah bagi kesehatan dan lingkungan?

Memiliki Kandungan yang Baik untuk Kesehatan

Dikutip dari sampulpertanian.com, daun tanaman dengan nama latin Cordyline yang berwarna merah ini memiliki beragam kandungan bermanfaat seperti zat flavonoid, tanin, saponin, zat besi, timidine, kalsium oksalat, steroida, polisakarida, dan polifenol.

Selain itu, tanaman yang biasa disebut Andong ini juga memiliki sifat antibakteri, antikoagulan, dan antiproliferatif yang setara dengan kandungan anti kanker sehingga sangat cocok untuk mengobati disentri, wasir, radang gusi, dan batuk berdarah serta mampu melancarkan haid.

Dianggap sebagai Tanaman Sawen Tulak Bala

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, tanaman ini dianggap sebagai Sawen Tulak Bala yang dipercaya memiliki kekuatan khusus untuk mengusir dan menolak segala mara bahaya.

Secara turun temurun, masyarakat Desa Girijaya percaya jika tanaman tersebut ditanam di depan rumah akan melindungi pemilik rumah dari kejadian yang tidak diinginkan, seperti kiriman guna-guna maupun santet.

Biasanya tanaman unik tersebut diikat dan diberi doa kemudian diletakkan di titik tertentu, baik di dalam maupun di luar rumah agar pemilik rumah diberi keselamatan.

Ada Dalam Naskah Sunda Kuno

Tanaman hanjuang dipercaya bisa menjauhkan masyarakat dari berbagai bahaya. Dalam naskah Sunda kuno Sang Hyang Sasana, tertulis bahwa bencana di dunia merupakan sebuah ‘derita’ yang digambarkan dengan kota yang terbakar, gagal panen, munculnya wabah penyakit, kekeringan panjang, gagal panen, hingga semua hewan mati.

Semua itu terjadi tidak lain karena salah laku manusia melalui ucapannya, pikirannya, dan perbuatan jahat. Berdasarkan catatan sejarah, seperti dalam cerita di kerajaan Sumedanglarang (1578-1610) yang sekarang menjadi kota Sumedang, “hanjuang” dijadikan sebuah “totonde” (tanda atau alamat) kemenangan dalam peperangan.

Dijadikan Sebagai Penghalau Wabah

Masyarakat di Girijaya selalu meletakkan tanaman ini sebagai pembatas lahan pertanian, seperti sawah, ladang, kebun, maupun sebagai pembatas pagar rumah milik pribadi dan milik tetangga.

Tanaman hanjuang ini juga dianggap sebagai pagar pembatas agar tidak terjangkit penyakit.

Dalam naskah sunda kuno tersebut, terdapat kalimat berbahasa sunda yang berbunyi “ditihangan ku hanjuang” (disanggah menggunakan tiang “hanjuang”).

“Hanjuang” dalam hal ini merujuk pada tiang penyangga sebuah bangunan agar kuat dan tidak roboh. Oleh karena itu, “hanjuang” bagi masyarakat Sunda dianggap tanaman pembatas, kuat, dan istimewa karena dianggap mampu menjadi pagar yang melindungi masyarakat dari wabah penyakit.

Mitos Lain terkait Andong Merah

Selain sebagai penolak bala, tanaman andong merah juga memiliki mitos-mitos lain yang berkaitan dengan kepercayaan dan budaya masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa mitos tanaman andong merah adalah sebagai berikut:

  • Mitos tanaman andong merah sebagai penyembuh batu ginjal. Tanaman andong merah dipercaya dapat menghancurkan batu di ginjal dan memperlancar saluran kemih, karena mengandung senyawa antibakteri dan antioksidan. Cara mengonsumsinya adalah dengan meminum air rebusan daun andong merah secara rutin. Mitos ini didukung oleh beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa daun andong merah memiliki kandungan fenol, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang bermanfaat bagi kesehatan.

  • Mitos tanaman andong merah sebagai pembawa sial. Tanaman andong merah juga dianggap sebagai tanaman yang dapat membawa kemalangan atau sial bagi pemiliknya, terutama jika ditanam di dalam rumah. Mitos ini mungkin berasal dari kepercayaan feng shui, yang mengatakan bahwa tanaman merambat seperti andong merah dapat mengganggu aliran energi positif di rumah. Mitos ini bertentangan dengan mitos sebelumnya yang menganggap andong merah sebagai penolak bala.

  • Mitos tanaman andong merah sebagai simbol cinta. Tanaman andong merah juga memiliki makna simbolis sebagai lambang cinta dan kesetiaan, karena warna merahnya yang mencerminkan gairah dan kehangatan. Tanaman andong merah sering digunakan sebagai bahan hiasan atau karangan bunga untuk menyatakan perasaan atau ucapan selamat kepada orang yang dicintai. Mitos ini mungkin berkaitan dengan asal-usul nama andong merah, yang menurut salah satu versi, berasal dari kata “andong” yang berarti “mengandung” dan “merah” yang berarti “darah”, yang melambangkan kehidupan dan kesuburan.

Manfaat Menanam Tanaman Andong Merah

Menanam tanaman andong merah di dalam rumah dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • Membuat rumah menjadi lebih indah dan menarik, karena tanaman andong merah memiliki warna daun yang bergradasi dari hitam ke merah.

  • Membantu menyaring dan menyegarkan udara di dalam rumah, karena tanaman andong merah dapat menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida.

  • Meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, karena tanaman andong merah memiliki kandungan senyawa kimia yang bermanfaat, seperti fenol, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Tanaman andong merah dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, seperti TBC, batuk darah, nyeri lambung, gangguan menstruasi, air kemih berdarah, dan lain-lain.

  • Membangkitkan semangat dan optimisme, karena tanaman andong merah memiliki makna simbolis sebagai lambang cinta, kesetiaan, keberuntungan, kesejahteraan, dan keselamatan.

Mitos Anjing Tanah Masuk Rumah, Bisa Jadi Pertanda Baik
Mitos Anjing Tanah Masuk Rumah, Bisa Jadi Pertanda Baik

Mitos anjing tanah adalah cerita legenda yang tersebar luas di berbagai budaya di Indonesia.

Baca Selengkapnya
8 Mitos Ular Masuk Rumah, Bisa Jadi Pertanda Baik
8 Mitos Ular Masuk Rumah, Bisa Jadi Pertanda Baik

Mitos ular masuk rumah telah menjadi cerita yang tersebar luas di berbagai budaya.

Baca Selengkapnya
Mitos Buah Dewandaru, Dipercaya Sebagai Penjaga Karimunjawa hingga Perantara Kekayaan
Mitos Buah Dewandaru, Dipercaya Sebagai Penjaga Karimunjawa hingga Perantara Kekayaan

Buah Dewandaru termasuk buah unik yang dipercaya memiliki banyak mitos.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mitos Bunga Melati di Depan Rumah, Dipercaya Mengundang Roh Halus
Mitos Bunga Melati di Depan Rumah, Dipercaya Mengundang Roh Halus

Menurut cerita rakyat, menanam bunga melati di depan rumah dipercaya dapat menarik makhluk halus.

Baca Selengkapnya
Mitos Cicak Jatuh di Tangan, Pertanda Baik atau Buruk?
Mitos Cicak Jatuh di Tangan, Pertanda Baik atau Buruk?

Bagi sebagian orang, kejatuhan cicak, khususnya di tangan, dianggap memiliki arti tertentu, seperti tanda baik atau malah tanda yang buruk.

Baca Selengkapnya
Mitos Bambu Kuning, Jadi Pagar Gaib hingga Pembawa Keberuntungan
Mitos Bambu Kuning, Jadi Pagar Gaib hingga Pembawa Keberuntungan

Selain keindahannya, bambu kuning juga dikelilingi oleh aura mistis yang telah memunculkan berbagai mitos dan legenda.

Baca Selengkapnya
5 Mitos Pisang Merah di Indonesia, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk
5 Mitos Pisang Merah di Indonesia, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk

Mitos pisang merah adalah cerita di beberapa budaya yang diyakini dapat membawa berbagai konsekuensi.

Baca Selengkapnya
5 Mitos Menanam Cabe di Depan Rumah Menurut Primbon Jawa
5 Mitos Menanam Cabe di Depan Rumah Menurut Primbon Jawa

Salah satu mitos menanam cabe di depan rumah ialah dapat membawa sial bagi penghuni rumah.

Baca Selengkapnya
Mitos di Balik Indahnya Curug Orok di Garut, Ternyata Hanya Rekayasa Belanda
Mitos di Balik Indahnya Curug Orok di Garut, Ternyata Hanya Rekayasa Belanda

Curug ini punya nama yang unik dan lekat dengan mitosnya.

Baca Selengkapnya