Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Microsleep adalah Episode Tidur Singkat secara Mendadak, Kenali Gejalanya

Microsleep adalah Episode Tidur Singkat secara Mendadak, Kenali Gejalanya ilustrasi tidur saat berkendara. risescience.com

Merdeka.com - Ketika berkendara, Anda mungkin pernah mengalami tersentak karena sempat tertidur atau menutup mata dalam waktu yang singkat. Episode tidur yang singkat dan mendadak ini disebut juga dengan istilah microsleep.

Microsleep adalah episode tidur singkat dan tak terkendali yang dapat berlangsung selama sepersekian detik hingga 15 detik penuh. Episode microsleep ini paling sering terjadi ketika seseorang yang mengantuk mencoba keras untuk tetap terjaga. Orang yang mengalaminya, tidak sadar jika dirinya tertidur hingga dia bangun atau tersentak.

Microsleep dapat terjadi di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Di sekolah, di kantor, saat mengerjakan tugas, atau saat menonton TV. Bahkan, microsleep juga dapat terjadi saat mengemudi sehingga membuatnya menjadi kondisi yang berbahaya.

Ada dua tahap utama dari tidur yang dialami seseorang. Dua tahap tidur ini adalah tidur rapid eye movement (REM) dan tidur non-rapid eye meovement (NREM). Microsleep tidak langsung masuk ke dalam salah satu kategori tidur, karena merupakan episode singkat yang terjadi secara mendadak dan tidak berlangsung cukup lama untuk memunculkan karakteristik dari kedua kondisi tidur tersebut.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, microsleep bisa menjadi masalah tidur yang cukup berbahaya karena dapat menimbulkan kecelakaan. Berikut kami sampaikan bagaimana gejala microsleep dan cara mencegahnya, yang dilansir dari Healthline.

Gejala Microsleep

Microsleep bisa sulit untuk diidentifikasi karena Anda mungkin akan tertidur secara tiba-tiba dan tanpa disadari. Gejala yang terkait dengan kondisi ini meliputi:

di tempat kerja

©Shutterstock

  • tidak tanggap
  • tatapan kosong
  • menundukkan kepala
  • mengalami sentakan tubuh tiba-tiba
  • tidak dapat mengingat di satu atau dua menit terakhir
  • berkedip
  • Tanda-tanda peringatan dari episode microsleep meliputi:

  • ketidakmampuan untuk menjaga mata tetap terbuka
  • menguap berlebihan
  • tubuh tersentak
  • terus berkedip untuk tetap terjaga
  • Penyebab Microsleep

    Microsleep dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti:

  • kantuk yang disebabkan oleh gangguan tidur seperti insomnia
  • apnea tidur obstruktif
  • narkolepsi
  • Kurang tidur merupakan faktor risiko terjadinya microsleep. Ini bisa terjadi jika Anda menderita insomnia, bekerja di shift malam, atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang cukup karena alasan lain. Anda mungkin juga mengalami microsleep jika Anda memiliki gangguan tidur seperti:

  • Dengan apnea tidur obstruktif, penyumbatan di saluran napas bagian atas akan mengganggu pernapasan saat tidur. Akibatnya, otak Anda tidak menerima oksigen yang cukup selama tidur, sehingga dapat memicu kantuk di siang hari.
  • Narkolepsi menyebabkan kantuk di siang hari yang ekstrem dan episode tidur yang terputus-putus.
  • Gangguan gerakan tungkai periodik
  • Gangguan pola sirkadian
  • Penyebab pasti dari microsleep belum bisa dipahami sepenuhnya, tetapi diyakini dapat terjadi ketika satu bagian otak tertidur sedangkan bagian otak lainnya masih tetap terjaga.

    Penanganan Microsleep

    Untuk mengobati dan mencegah episode microsleep, penting bagi Anda untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup di malam hari. Jumlah tidur yang sehat untuk orang dewasa dapat berkisar antara tujuh hingga sembilan jam.

    Membuat beberapa penyesuaian gaya hidup dan mengembangkan rutinitas tidur dapat meningkatkan kualitas tidur Anda, seperti berikut ini:

  • menghindari kafein dan cairan sebelum tidur jika Anda sudah lelah
  • mematikan lampu atau suara di sekitar
  • menghindari aktivitas yang merangsang sebelum tidur
  • menjaga kamar tidur Anda pada suhu yang nyaman
  • Pencegahan ketika mengemudi

    Untuk menjaga diri Anda tetap aman saat mengemudi, operasikan kendaraan hanya saat Anda merasa fit dan waspada. Jika Anda ingin bepergian jauh, akan lebih baik jika mengemudi bersama orang lain yang dapat mengambil alih kemudi ketika Anda mengantuk.

    ilustrasi tidur saat berkendara

    elawtalk.com

    Tanda-tanda bahwa Anda perlu menepikan kendaraan yaitu:

  • mulai berjalan keluar dari jalur
  • menguap berulang-ulang
  • kelopak mata berat
  • Selain itu, tetap jaga pikiran Anda saat mengemudi agar tetap waspada. Dengarkan musik dengan tempo cepat atau dengarkan podcast.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP