Menjadi Miliarder Berkat Tanaman Porang, Ini 5 Faktanya
Merdeka.com - Tanaman porang belum banyak dikenal di Indonesia karena memang belum banyak dibudidayakan. Porang memang termasuk dalam tumbuhan liar dan banyak tumbuh di daerah yang cukup lembab. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik di daerah pangkal pohon yang hanya membutuhkan 40% cahaya matahari.
Secara jenis, porang atau Amorphophallus muelleri adalah tumbuhan yang mirip seperti talas atau umbi. Tanaman yang biasa disebutileus oleh orang Sunda ini mengandung kristal oksalat yang bisa menimbulkan rasa gatal tetapi dapat hilang setelah melalui proses pabrikasi. Porang sendiri mempunyai bentuk seperti bintang dan mempunyai batang yang halus dan tidak bergerigi.
Inilah lima fakta porang yang ternyata bisa membuat kita menjadi miliarder:
1. Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

2020 Merdeka.com/porang.co.id
Dilansir dari website Dishut Jabar, porang ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi. Harga setiap kilogramnya mencapai Rp 1.500,00 dalam kondisi basah dan kondisi kotor serta Rp 16.000,00 dalan kondisi kering setelah dibuat sale.
Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jawa Barat, H Asep Saripudin yang dikutip darinu.or.id juga mengatakan usaha porang sudah terbukti bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari satu hektare porang, petani dapat meraup keuntungan 500-900 juta setiap enam bulan.
2. Dibudidayakan untuk Diekspor

2020 Merdeka.com/porang.co.id
Dikutip dari website Pertanian.go.id, porang mempunyai nilai ekspor yang cukup besar dan strategis. Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp. 11,31 miliar ke berbagai negara Asia seperti Jepang, China, Vietnam dan di Australia.
3. Banyak Manfaat

2020 Merdeka.com/porang.co.id
Cukup banyak manfaat yang dapat dihasilkan oleh tanaman ini. Untuk bahan masakan sendiri bisa dibuat menjadi tepung dan jelly. Sedangkan manfaat lain berguna sebagai kosmetik, untuk menjernihkan air dan bisa diolah menjadi lem.
Tepung yang dihasilkan porang bisa disebut juga glucomannan. Glucomannan adalah hasil olahan dari umbi porang yang diolah dengan cara memisahkan kandungan asam oksalat yang tidak baik untuk kesehatan tulang. Dilansir dari website porang.co.id, Glucomannan bermanfaat untuk menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol dalam darah, serta dapat membantu penderita diabetes dalam membantu penyerapan gula secara bertahap.
4. Dibudidayakan oleh Sebuah Pesantren

2020 Merdeka.com/NUOnline/Ahdori
Budidaya porang memanfaatkan lahan pesantren yang masih banyak namun tidak terpakai di sejumlah titik di Jawa Barat. Santri-santri akan dilatih untuk mengelola dan mengurus budidaya tanaman ini. Sementara hasil panen nantinya akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan pesantren.
Dilansir dari nu.od.id kegiatan budidaya porang ini sebagai bentuk kerja sama antara Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jawa Barat dan Petani Porang Indonesia.
5. Mempunyai Komunitas yang Besar

2020 Merdeka.com/facebook.com/komunitaspetaniporangindonesia
Untuk memudahkan berbagai informasi tentang porang, memang perlu untuk menghimpun semua orang yang sudah mempraktekkannya. Mereka tergabung dalam Komunitas Petani Porang Indonesia di Facebook dan sudah beranggotakan sebanyak 41 ribu orang. Grup virtual itu banyak membagikan cerita, masalah yang dihadapi, dan saran dari antar sesama anggota.
(mdk/dem)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya