Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menikmati Lezatnya Pindang Gombyang, Kuliner Kepala Ikan Pedas & Gurih asal Indramayu

Menikmati Lezatnya Pindang Gombyang, Kuliner Kepala Ikan Pedas & Gurih asal Indramayu Kuliner khas Indramayu Pindang Gombyang. ©2021 Liputan/Merdeka.com

Merdeka.com - Terletak di wilayah pesisir pantai utara Jawa Barat, Kabupaten Indramayu terkenal dengan hasil lautnya yang beragam. Berbagai olahan kuliner laut, mulai dari rajungan hingga ikannya begitu menggoda untuk dicicipi, salah satunya pindang gombyang.

Makanan bercita rasa gurih, pedas, dan sedikit masam ini memang menjadi buruan saat berkunjung ke daerah berjuluk Kota Mangga tersebut.

Pindang gombyang dibuat dari bagian kepala ikan manyung yang berukuran cukup besar. Seperti apa kelezatan rasanya? Berikut informasi tentang pindang gombyang, kuliner khas Indramayu.

Menggunakan Kepala Ikan Seberat 3 Kilogram

kuliner khas indramayu pindang gombyang

©2021 Liputan/Merdeka.com

Carminah, salah seorang pembuat olahan pindang gombyang mengatakan, pembuatan makanan berkuah kuning tersebut biasanya menggunakan kepala ikan manyung berukuran sekitar 3 kilogram.

Kepala ikan berukuran besar tersebut kemudian dibelah menjadi dua bagian setelah melalui proses pemindangan, yaitu pengolahan tradisional dengan cara dikukus dengan rempah.

"Setelah dibersihkan kepala ikan kemudian dikukus selama satu jam. Untuk diolah kepala ikan tidak direbus, karena akan hancur," jelasnya seperti dilansir dari Liputan6.

Menggunakan Kuah dengan Berbagai Isian Rempah

Untuk menghasilkan pindang gombyang yang sedap, lanjut Carminah, perlu digunakan beberapa rempah pendukung di kuahnya.

Beberapa bahan yang biasa Carminah campurkan untuk bahan dasar kuah adalah kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kacang tanah, asem jawa, tomat, dan cabai rawit.

Semuanya dimasukkan jadi satu, hingga kepala ikan berwarna kekuningan matang sampai siap untuk disajikan.

"Saya sengaja tidak merebus agar daging tidak menempel dan kepala ikan tidak remuk," tambahnya.

Kepala Merupakan Limbah Tak Terpakai

Menurut penuturan perempuan berusia 50 tahun tersebut, daging ikan memang sengaja tidak diolah menjadi pindang karena akan dijadikan sebagai ikan asin jambal roti.

Olahan pindang gombyang merupakan kuliner khusus yang dibuat dari kepala ikan, dengan tekstur yang empuk namun tidak hancur.

"Dimanfaatkan daripada terbuang mas," katanya.

Ia menambahkan, saat ini begitu mudah menemukan olahan tersebut, terutama di sepanjang wilayah pantai Indramayu.

"Sekarang sangat mudah ditemukan di berbagai warung dan rumah makan dengan inovasi mereka sendiri," lanjut pengolah pertama pindang gombyang tersebut.

Dahulu sebelum diolah menjadi pindang gombyang, harga kepala ikan manyung begitu rendah di pasaran bahkan cenderung tak ada harganya.

Namun saat ini, dirinya mampu menjual mulai dari Rp50 ribu– Rp60 ribu per porsi, tergantung ukuran ikan yang dipesan.

"Tergantung ukuran kepala ikan manyungnya ya kalau besar ya harganya beda lagi," pungkasnya.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP