Mengenal Penyakit Mental dalam Islam, Berikut Penjelasannya
Merdeka.com - Kehidupan dewasa ini telah berada pada era globalisasi yakni kondisi di mana manusia hidup tanpa sekat dan batas-batas wilayah sehingga dapat berhubungan satu sama lain untuk saling bertukar informasi di mana pun dan kapan pun. Proses globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat berdampak pada segala aspek kehidupan terutama pada budaya masyarakat dan nilai-nilai yang berkembang di dalamnya.
Kemajuan teknologi juga sangat berdampak pada aspek-aspek kejiwaan masyarakat. Kesehatan mental dan masalah psikososial merupakan masalah serius dan membutuhkan perhatian khusus.
Jika dihubungkan dengan pengertian Islam bahwa kesehatan mental dari sisi perspektif Islam merupakan suatu kemampuan diri individu dalam mengelola terwujudnya keserasian antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian dengan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya secara dinamis berdasarkan Al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai pedoman hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Berikut informasi lengkap mengenai penyakit mental dalam Islam yang telah dirangkum merdeka.com melalui researchgate.net dan libarary.walisongo.ac.id pada Rabu, (21/07/2021).
Penyakit Mental dalam Islam
Pada dasarnya masalah kesehatan mental menurut psikolog dan agama Islam memiliki persamaan, yaitu mewujudkan pribadi yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk itu di dalam psikologi Islam dikenal adanya kepribadian seorang Muslim di mana unsur-unsur keimanan pada diri manusia sangat dominan terhadap diri seseorang ketika menghadapi gangguan-gangguan jiwa atau penyakit-penyakit jiwa yang ada.
Penyakit-penyakit jiwa yang dalam garis besarnya terbagi menjadi dua, yaitu neurosa dan pikiran (psikosa) atau dalam agama Islam keduanya dikenal dengan amradh al-qulub atau aswan al-nufus. Dengan membentuk pribadi yang muslim, diharapkan orang memiliki jiwa yang sehat sehingga manusia dapat bahagia di dunia dan akhirat.
Mental yang sehat ialah mental yang memiliki iman dan taqwa kepada Allah Swt, dengan itu maka akan dapat mengendalikan sikap, tindakan dan tingkah laku manusia dalam menghadapi segala macam persoalan hidup. Mental-mental yang sehatlah yang dapat menghadapi adanya dampak-dampak negatif dari perkembangan zaman yang semakin maju sesuai dengan peradaban manusia.
Macam-Macam Penyakit Mental
1. PsikoneurosisPsikoneurosis adalah gangguan mental atau jiwa yang diderita individu berupa ketegangan-keteganggan pribadi yang terus menerus akibat adanya konflik di dalam diri orang tersebut yang bersifat terus-menerus pula. Psikoneurosis merupakan gangguan mental-emosional yang tidak terlalu mengaggu fungsi individu di dalam lingkungan.
Oleh sebab itu, psikoneurosis ini tergolong sebagai gangguan mental yang ringan. James D Page membagi psikoneurosis ini menjadi empat macam, yaitu Hysteria, Neurasthenia, Anxiety, dan Psychasthenia.
2. PsikopatiaYaitu gangguan mental dimana individu yang bersangkutan tidak mempunyai perhatian kepada orang lain dan hanya memikirkan diri sendiri. Individu yang bersangkutan bersikap anti sosial, akibatnya ia menderita gangguan mental akibat mendapat reaksi yang negatif dari masyarakat. Hal ini merupakan gangguan mental tersendiri bagi individu yang bersangkutan.
3. PsikosisPsikosis adalah jenis gangguan mental yang besar (berat). Seluruh kepribadian orang yang bersangkutan terkena, orang tersebut tidak dapat lagi hidup dan bergaul dengan orang lain di sekitarnya. Ciri utamanya adalah hilangnya orientasi terhadap kenyataan.
Tingkah laku individu yang bersangkutan membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Tingkah lakunya aus sama sekali akibat ia tidak dapat memahami kenyataan-kenyataan hidup lagi. Gangguan mental ini terbagi menjadi skizofrenia, paransia, psikosis manis-depresi.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya