Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyakit Lyme Beserta Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

Mengenal Penyakit Lyme Beserta Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya Ruam. ©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Merdeka.com - Penyakit Lyme merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia sp. yang ditularkan melalui gigitan kutu Ixodes scapularis. Penyakit lyme adalah infeksi yang paling umum terjadi di Amerika Serikat dan kejadiannya terus meningkat.

Tingkat infeksi paling tinggi penyakit ini terjadi pada anak-anak berusia 5-15 tahun dan lansia. Nama penyakit Lyme sendiri diambil dari nama sebuah kota di Amerika Serikat yang merupakan tempat pertama kali penyakit Lyme ditemukan yaitu di Old Lyme.

Bakteri penyebab penyakit Lyme ini ditemukan di semua benua yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan sistem imun sampai dengan gangguan ginjal. Meskipun tidak bersifat menular, namun jika dialami oleh wanita hamil penyakit ini akan menular ke janin yang ada dalam kandungan.

Salah satu cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mengetahui sebanyak mungkin informasi mengenai penyakit Lyme itu sendiri mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya.

Berikut ini informasinya yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.

Penyebab Penyakit Lyme

Penyebab penyakit Lyme adalah gigitan kutu yang telah terinfeksi bakteri penyebab penyakit ini. Bakteri penyebab penyakit Lyme yaitu Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii, dan Borellia garinii. Di Indonesia sendiri penyakit Lyme lebih banyak disebabkan karena bakteri Borellia burdorferi.

Seseorang akan lebih rentan mengalami penyakit Lyme ketika ia tinggal di area dekat hutan. Seseorang yang memelihara hewan yang sering berada di daerah sekitar hutan juga rentan mengalami infeksi penyakit ini.

Gejala Penyakit Lyme

Selain penyebab penyakit ini, kamu juga perlu mengetahui apa saja gejala yang muncul ketika seseorang mengalami penyakit Lyme. Sebenarnya gejala penyakit Lyme bervariasi dan terbagi menurut fasenya.

Pada fase awal penyakit Lyme memberikan gejala sebuah benjolan merah kecil pada bagian gigitan kutu dan akan hilang dalam waktu beberapa hari.Setelah itu, gejala awal lain akan muncul sekitar sebulan setelah terinfeksi, seperti:

  • Ruam menjadi seperti pola mata yang kerap disebut sebagai eritema migrans. Ruam ini akan membesar secara perlahan hingga dapat mencapai 30 cm. Ruam tidak gatal ataupun sakit. Eritema migrans ini merupakan tanda khas dari penyakit Lyme. Pada beberapa orang dapat muncul pada beberapa bagian tubuh.
  • Gejala lain yang muncul menyerupai flu, yaitu demam, menggigil, lemah, badan terasa nyeri, dan nyeri kepala.
  • Jika tidak diobati, gejala baru lain akan muncul dalam waktu beberapa minggu hingga bulan, seperti:

  • Eritema migrans atau ruam pada beberapa bagian tubuh lainnya.
  • Nyeri sendi atau sendi bengkak yang dapat terjadi pada lutut dan bisa berpindah ke sendi lain.
  • Gangguan saraf atau neurologi seperti meningitis atau infeksi selaput otak, Bell’s Palsy atau kelumpuhan sementara pada satu sisi wajah, mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh, dan gerakan otot yang terganggu.
  • Selain itu, ada juga beberapa gejala yang mungkin terjadi beberapa minggu setelah infeksi, namun cukup jarang terjadi meliputi, masalah jantung, seperti denyut jantung tidak teratur. Masalah jantung jarang berlangsung lebih dari beberapa hari atau minggu, lalu sesak napas, peradangan mata, peradangan hati (hepatitis), dan kelelahan berat.

    Cara Mengatasi Penyakit Lyme

    Jika seseorang mengalami penyakit Lyme, maka sebaiknya segera ditangani ketika masih dalam tahap awal. Sebab pada tahap ini, dokter biasanya akan menyarankan konsumsi obat minum untuk mengatasi infeksi.

    Antibiotik minum yang digunakan adalah doksisiklin untuk anak di atas usia 8 tahun dan dewasa. Sedangkan amoksisilin atau cefuroxime digunakan untuk dewasa, anak yang lebih muda, ibu hamil atau menyusui. Biasanya antibiotik digunakan selama 14–21 hari.

    Jika gejala sudah mengenai sistem saraf, maka diperlukan antibiotik melalui pembuluh darah. Penggunaan antibiotik ini selama 14–28 hari. Dalam pengobatan, salah satu efek samping yang mungkin akan dialami adalah diare.

    (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP