Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Papiledema dan Penyebabnya, Penyakit yang Diderita Kurnia Meiga

<b>Mengenal Papiledema dan Penyebabnya, Penyakit yang Diderita Kurnia Meiga</b>

Mengenal Papiledema dan Penyebabnya, Penyakit yang Diderita Kurnia Meiga

Papiledema adalah penyakit yang memaksa mantan kiper timnas Indonesia untuk berhenti bermain sepak bola.

Papiledema adalah pembengkakan saraf optik yang terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam dan sekitar otak. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti penglihatan kabur, ganda, atau hilang, sakit kepala, mual, dan muntah. Jika tidak segera ditangani, papiledema bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Salah satu orang yang pernah mengalami papiledema adalah Kurnia Meiga, mantan penjaga gawang tim nasional Indonesia dan klub Arema.

Ia didiagnosa menderita penyakit ini pada tahun 2017, setelah mengeluhkan gangguan penglihatan saat bermain sepak bola. Sejak saat itu, ia harus berhenti dari aktivitasnya sebagai pemain professional.

Berikut merdeka.com akan membahas lebih lanjut tentang papiledema, penyebab, gejala, pengobatan, dan cara pencegahannya.

Penyebab Papiledema

Penyebab papiledema bisa bermacam-macam, tergantung pada faktor yang menyebabkan tekanan di sekitar otak meningkat. Beberapa penyebab umum papiledema adalah:

  • Cedera kepala. Trauma pada kepala bisa menyebabkan perdarahan, pembengkakan, atau kerusakan pada otak atau jaringan di sekitarnya, yang meningkatkan tekanan intrakranial

  • Tumor otak atau sumsum tulang belakang. Pertumbuhan sel abnormal di otak atau sumsum tulang belakang bisa menekan jaringan sekitarnya, mengganggu aliran cairan serebrospinal, atau menyebabkan hidrosefalus (penumpukan cairan di dalam otak)

  • Peradangan otak atau selaput yang menutupinya, seperti meningitis. Infeksi atau reaksi autoimun bisa menyebabkan peradangan pada otak atau meninges (selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang), yang meningkatkan produksi atau mengurangi penyerapan cairan serebrospinal

  • Tekanan darah yang sangat tinggi. Hipertensi atau krisis hipertensi bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah di pembuluh darah otak, yang berdampak pada tekanan intrakranial

  • Pendarahan di otak. Perdarahan di otak bisa disebabkan oleh stroke, aneurisma, atau trauma. Perdarahan ini bisa menekan jaringan otak, mengganggu aliran cairan serebrospinal, atau menyebabkan hidrosefalus

  • Pengumpulan nanah dari infeksi otak. Abses otak atau pengumpulan nanah di otak bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau parasit. Abses ini bisa menekan jaringan otak, mengganggu aliran cairan serebrospinal, atau menyebabkan hidrosefalus

  • Gumpalan darah atau masalah pada pembuluh darah tertentu.

    Gumpalan darah atau trombosis vena sinus (penggumpalan darah di sinus vena otak) bisa menghalangi aliran darah keluar dari otak, yang meningkatkan tekanan intrakranial.

    Masalah pada pembuluh darah tertentu, seperti arteriovenous malformation (kelainan pembentukan pembuluh darah) atau fistula (hubungan abnormal antara pembuluh darah) juga bisa menyebabkan papiledema

  • Masalah dengan aliran atau jumlah cairan yang mengalir melalui otak dan sumsum tulang belakang.

    Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan masalah ini adalah pseudotumor cerebri (peningkatan tekanan intrakranial tanpa penyebab yang jelas), sindrom Chiari (kelainan bawaan yang menyebabkan bagian otak menonjol ke kanal tulang belakang), atau stenosis akuaduktus (penyempitan saluran yang menghubungkan ventrikel otak)

Apa saja gejala papil edema?

Gejala awal papiledema yang paling umum adalah perubahan singkat pada penglihatan Anda.

Perubahan ini mungkin hampir tidak terlihat pada awalnya, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda, melihat kilatan cahaya, atau kehilangan penglihatan yang berlangsung beberapa detik.

Jika tekanan otak berlanjut, perubahan ini dapat berlangsung selama beberapa menit atau lebih. Dalam beberapa kasus, penyakit ini mungkin menjadi permanen.

Pembengkakan otak yang menyebabkan papilledema memicu gejala lain yang membedakannya dengan kondisi mata lainnya, antara lain:

  • merasa mual
  • muntah
  • mengalami sakit kepala yang tidak normal
  • mendengar dering atau suara lain di telinga Anda (tinnitus)

Pengobatan Papiledema

Pengobatan papiledema tergantung pada penyebabnya. Tujuan pengobatan adalah untuk menurunkan tekanan intrakranial dan mencegah kerusakan permanen pada saraf optik. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin dilakukan adalah:

  • Obat-obatan. Obat-obatan yang bisa digunakan untuk menurunkan tekanan intrakranial antara lain diuretik (obat yang meningkatkan produksi urine dan mengurangi cairan tubuh), kortikosteroid (obat yang mengurangi peradangan), atau asetazolamid (obat yang mengurangi produksi cairan serebrospinal)

  • Terapi optik. Terapi optik mungkin diperlukan untuk mengatasi gangguan penglihatan yang disebabkan oleh papiledema. Terapi ini bisa meliputi kacamata, lensa kontak, atau operasi mata.

  • Pembedahan. Pembedahan mungkin diperlukan jika papiledema disebabkan oleh tumor, abses, hidrosefalus, atau masalah pembuluh darah.

    Pembedahan bertujuan untuk mengangkat atau mengurangi ukuran lesi, memasang shunt (tabung yang mengalirkan cairan serebrospinal dari otak ke bagian tubuh lain), atau melakukan fenestrasi (membuat lubang pada selaput saraf optik untuk mengurangi tekanan).

Cara Mencegah Papiledema

Untuk mencegah papiledema, Anda perlu mengatasi atau menghindari faktor-faktor yang bisa meningkatkan tekanan di sekitar otak. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Menjaga tekanan darah tetap normal.

    Tekanan darah yang sangat tinggi atau krisis hipertensi bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah di pembuluh darah otak, yang berdampak pada tekanan intrakranial.

    Anda bisa menjaga tekanan darah normal dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, mengurangi konsumsi garam, menghindari rokok, dan mengelola stres

  • Mengontrol berat badan.

    Obesitas atau kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko terkena hipertensi intrakranial idiopatik, yaitu peningkatan tekanan intrakranial tanpa penyebab yang jelas.

    Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita muda yang mengalami obesitas. Anda bisa mengontrol berat badan dengan mengonsumsi makanan sehat, mengurangi asupan kalori, dan berolahraga secara teratur

  • Menghindari rokok

    Merokok bisa meningkatkan tekanan darah, merusak pembuluh darah, dan memicu peradangan. Semua hal ini bisa berkontribusi pada peningkatan tekanan intrakranial.

    Anda bisa menghindari rokok dengan mencari bantuan profesional, menggunakan terapi pengganti nikotin, atau bergabung dengan kelompok pendukung

  • Mengonsumsi makanan sehat

    Makanan sehat bisa membantu menjaga kesehatan otak dan pembuluh darah, serta mencegah penyakit yang bisa menyebabkan papiledema, seperti tumor, infeksi, atau perdarahan.

    Anda bisa mengonsumsi makanan sehat dengan memilih makanan yang kaya serat, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan, serta menghindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan kolesterol

  • Olahraga teratur

    Olahraga teratur bisa membantu menjaga tekanan darah normal, mengurangi berat badan, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi stres.

    Anda bisa olahraga teratur dengan melakukan aktivitas fisik yang Anda sukai, seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau yoga, selama 30 menit setiap hari, atau sesuai dengan anjuran dokter

Penyebab Kaki Pegal saat Hamil, Begini Cara Mengatasinya
Penyebab Kaki Pegal saat Hamil, Begini Cara Mengatasinya

Kaki pegal saat hamil adalah kondisi umum yang dialami oleh sebagian besar perempuan hamil.

Baca Selengkapnya
Ini Penyebab Seluruh Tubuh Sakit Saat Tidak Enak Badan
Ini Penyebab Seluruh Tubuh Sakit Saat Tidak Enak Badan

Badan pegal dan sakit yang muncul ini menandakan sejumlah kondisi yang sedang dialami tubuh.

Baca Selengkapnya
6 Kandungan yang Terbukti Efektif Atasi Tumit Pecah-Pecah
6 Kandungan yang Terbukti Efektif Atasi Tumit Pecah-Pecah

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan bahkan gangguan kesehatan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bisa Berujung Kanker Pankreas di Usia Muda, Hindari Gaya Hidup Kurang Gerak
Bisa Berujung Kanker Pankreas di Usia Muda, Hindari Gaya Hidup Kurang Gerak

Gaya hidup kurang gerak atau sedentari bisa berujung berbagai masalah kesehatan termasuk munculnya kanker pankreas di usia muda.

Baca Selengkapnya
Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit, Bisa Memicu Jerawat hingga Sebabkan Kanker
Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit, Bisa Memicu Jerawat hingga Sebabkan Kanker

Polusi udara tidak hanya dapat terhirup ke dalam tubuh dan merusak paru-paru atau organ lainnya, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit.

Baca Selengkapnya
Penyakit yang Sebabkan Keringat Dingin, Bukan cuma Masuk Angin
Penyakit yang Sebabkan Keringat Dingin, Bukan cuma Masuk Angin

Keringat dingin bukan seperti keringat biasanya yang muncul saat olahraga atau cuaca panas. Keringat ini muncul ketika tubuh mengalami kondisi tertentu.

Baca Selengkapnya
Komplikasi adalah Perubahan Kondisi Penyakit dalam Tubuh, Begini Penjelasan Penyebab dan Jenisnya
Komplikasi adalah Perubahan Kondisi Penyakit dalam Tubuh, Begini Penjelasan Penyebab dan Jenisnya

Dalam dunia medis, komplikasi merujuk pada kondisi di mana sebuah penyakit memicu penyakit lainnya yang akhirnya memunculkan efek perubahan itu sendiri.

Baca Selengkapnya
Penyebab Mata Lelah dan Cara Mengatasinya, Penting Diketahui
Penyebab Mata Lelah dan Cara Mengatasinya, Penting Diketahui

Gejala mata lelah termasuk mata kering, iritasi, sensasi terbakar, dan bahkan sakit kepala.

Baca Selengkapnya
Penyebab Sakit Perut Melilit dan Cara Mengatasinya, Penting Diketahui
Penyebab Sakit Perut Melilit dan Cara Mengatasinya, Penting Diketahui

Sensasi perut yang terasa seperti ditarik atau dipilin-pilin bisa menjadi gejala utama dari kondisi ini.

Baca Selengkapnya