Mengenal Makanan Kelomang Darat, Berikut Cara Merawatnya
Merdeka.com - Makanan kelomang darat perlu diketahui para pencinta hewan yang satu ini. Kelomang darat merupakan satwa khas daerah pesisir di pantai-pantai yang termasuk ke dalam genus Coenobita. Coenobita saat ini berjumlah 16 spesies dan merupakan genus tropis dan subtropis, sebagian besar mendiami wilayah pulau dan pesisir.
Kelomang tergolong ke dalam kelompok Crustacea yang memiliki habitat di daerah pesisir pantai meliputi wilayah berlumpur, berpasir, berbatu dan ekosistem mangrove. Kelomang darat atau dikenal juga dengan umang-umang atau kumang, dalam bahasa Inggris disebut "terrestrial hermit crab" karena penggunaan kulit keong oleh umang-umang muda. Tetapi ada juga umang darat lain yang tidak meninggalkan kulit keongnya setelah dewasa.
Hewan ini khususnya genus Coenobita yang masih berkerabat dekat biasanya disebut umang-umang darat. Kelomang darat termasuk salah satu penghuni ekosistem pantai yang memiliki peranan dalam lingkungan. Kelomang bersifat omnivora, memangsa hewan kecil dan merupakan pemakan sampah atau material yang membusuk.
Jika kamu ingin merawatnya di rumah tapi masih bingung untuk jenis makanan kelomang darat. Lebih jauh berikut ini informasi makanan kelomang darat selengkapnya telah dirangkum merdeka.com melalui repository.ar-raniry.ac.id dan berbagai sumber lainnya pada Jumat, (18/02/2022).
Makanan Kelomang Darat
Kelomang jadi salah satu hewan peliharaan yang unik. Ia dapat hidup selama 10 tahun lebih di alam liar. Namun, umurnya jadi lebih pendek jika di aquarium atau tangki biasa. Karena unik, hewan ini jarang ditemukan di toko ikan hias atau toko hewan.
Salah satu alasan orang kerap ragu jika hendak menjadikan kelomang sebagai salah satu hewan peliharaan di rumah adalah berkaitan dengan makanannya. Adapun makanan kelomang darat adalah sebagai berikut:
- Pilih makanan kelomang darat komersial yang memiliki kualitas tinggi.
- Makanan kelomang darat dapat berupa sayur-sayuran seperti bayam, wortel, dan selada serta buah-buahan seperti mangga, kelapa dan pepaya.
- Kacang-kacangan, rumput laut, udang air asin, dan serpihan ikan juga bisa diberikan sebagai makanan kelomang darat.
- Suplemen karoten dan kalsium yang dapat ditemukan pada tulang sotong juga bisa jadi makanan kelomang darat.
Cara Merawat Kelomang
1. Sediakan Tempat Nyaman dan SesuaiCara merawat kelomang yang pertama adalah dengan menyediakan tempat yang bukan hanya nyaman tapi juga sesuai. Kamu bisa menggunakan akuarium yang dilengkapi dengan perangkat heater sebagai tempat tinggal kelomang.
Sementara itu, sebagai opsi lain, kamu bisa memanfaatkan baskom atau ember sebagai wadah pemeliharaan. Buat suasana dalam ember berasa di pantai dengan memasukkan lapisan pasir sedalam 5-10 cm tergantung pada ukuran kolam.
2. Tempat Pakan dan Pakan yang DiberikanCara merawat kelomang berikutnya adalah memperhatikan tempat pakan dan pakan yang diberikan. Tempat makan kelomang kamu bisa menggunakan mangkuk kecil tapi jangan terbuat dari logam. Sedikan tiga buah mangkuk yang terdiri dari mangkuk untuk tempat makan, tempat minum atau air tawar dan tempat air asin.
Kelomang anda telah terbiasa makan berbagai makanan dan membutuhkan campuran makanan daging dan sayuran seperti pellet, makanan pokok yang kering yang tidak habis cepat seperti makanan segar yang mereka butuhkan secara rutin.
3. Sediakan Cangkak BaruKelomang memang mempunyai cangkang untuk melindungi tubuh lunaknya. Tetapi cangkang tersebut tidak dibuatnya sendiri, melainkan diambil dari siput laut. Seiring dengan berjalannya waktu, kelomang akan tumbuh semakin besar.
Cangkang yang dibawanya saat ini tidak akan muat lagi dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, tugas kamu sebagai pemelihara ialah menyediakan cangkang yang pas untuk kelomang-kelomang peliharaan secara berkala.
4. Pelihara Beberapa KelomangKelomang merupakan binatang yang membutuhkan teman untuk mendukung kehidupannya. Tetapi kelomang yang ditempatkan di dalam satu wadah bisa berkelahi untuk memperebutkan cangkang.
Jadi solusinya pilih beberapa kelomang yang memiliki postur tubuh tidak sama sehingga potensi saling berebut cangkang dapat diminimalisir.
Perbedaan Kelomang Darat dan Kelomang Laut
Kelomang darat dan kelomang laut memiliki beberapa perbedaan penting yang mencakup habitat, fisiologi, perilaku, dan kebutuhan hidup. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:
HabitatKelomang darat hidup di lingkungan darat dekat pantai, tetapi memerlukan lingkungan yang lembap dan dekat dengan sumber air untuk menjaga kelembapan insangnya. Mereka sering ditemukan di hutan mangrove, pantai berpasir, dan area yang memiliki akses mudah ke air tawar atau air laut.
Sementara itu, kelomang laut hidup di lingkungan laut, sering ditemukan di dasar laut, terumbu karang, atau daerah berbatu di pantai. Mereka sepenuhnya tergantung pada air laut untuk kelangsungan hidup mereka dan tidak bisa bertahan lama di luar air.
FisiologiKelomang darat memiliki insang yang dimodifikasi untuk menyerap oksigen dari udara, tetapi tetap memerlukan kelembapan tinggi untuk berfungsi. Mereka memiliki kaki belakang yang lebih kecil yang digunakan untuk menjaga kelembapan dalam cangkang.
Sementara, kelomang laut memiliki insang yang hanya bisa berfungsi di dalam air, sehingga mereka perlu tinggal di lingkungan berair untuk bernapas. Tubuh mereka sepenuhnya disesuaikan untuk hidup di bawah air.
PerilakuKelomang darat cenderung lebih aktif pada malam hari (nokturnal) untuk menghindari kekeringan dan predator. Sering berpindah-pindah mencari makanan di darat, yang dapat mencakup daun, buah-buahan, dan sisa-sisa hewan.
Kelomang laut bisa aktif siang maupun malam tergantung spesiesnya. Makanannya lebih bervariasi dan bisa termasuk alga, plankton, detritus, dan sisa-sisa organisme laut lainnya.
Kebutuhan HidupKelomang darat memerlukan substrat yang bisa digali untuk bersembunyi dan mengganti cangkang. Kelomang darat juga memerlukan akses ke air tawar dan air laut untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan kelembapan tubuh.
Sementara, kelomang laut memerlukan lingkungan berair yang konstan dengan salinitas tertentu sesuai dengan habitat alami mereka dan bergantung pada aliran air laut untuk oksigen dan pembuangan limbah.
Adaptasi CangkangKelomang darat sering menggunakan cangkang dari berbagai jenis moluska untuk melindungi tubuh mereka dari dehidrasi dan predator. Cangkang yang digunakan biasanya lebih tebal dan kokoh untuk perlindungan ekstra.
Untuk kelomang laut, mereka juga menggunakan cangkang moluska, tetapi lebih sering menggantinya sesuai dengan pertumbuhan tubuh dan perubahan kebutuhan perlindungan. Cangkangnya lebih ringan dan terkadang dihiasi dengan alga atau organisme laut lainnya.
Kelomang darat dan kelomang laut, meskipun sama-sama kelomang, menunjukkan adaptasi unik terhadap lingkungan hidup mereka yang sangat berbeda. Kedua jenis ini memerlukan kondisi dan perawatan yang spesifik jika dijadikan hewan peliharaan.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya