Mengenal Iklim Subtropis, Ini Perbedaannya dengan Iklim Tropis
Merdeka.com - Iklim adalah rata-rata cuaca di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama. Deskripsi iklim mencakup berbagai informasi misalnya, suhu, curah hujan, kelembapan, dan sinar matahari. Catatan iklim juga mencakup nilai-nilai ekstrem seperti rekor suhu tinggi atau rekor jumlah curah hujan.
Melihat iklim normal dapat membantu kita menggambarkan apakah musim panas akan panas dan lembap dan apakah musim dingin akan dingin dan hujan di tempat tertentu.
Iklim ada beberapa jenisnya, yaitu iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang, hingga iklim kutub. Setiap negara juga memiliki jenis iklim yang berbeda-beda. Perbedaan iklim ini memiliki ciri tersendiri yang dapat mempengaruhi kondisi alam di daerah tersebut.
Dalam artikel kali ini, kami akan menyampaikan salah satu jenis iklim, yaitu iklim subtropis. Iklim subtropis adalah iklim yang terjadi di wilayah Bumi yang secara astronomis berada di bagian utara dan selatan setelah wilayah tropis yang dibatasi oleh garis balik utara dan garis balik selatan.
Daerah dengan iklim subtropis memiliki 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Keempat musim tersebut memiliki karakteristik tersendiri, dengan suhu maksimal, suhu minimal, kelembapan, maupun kondisi makhluk hidup yang berbeda.
Daerah yang mengalami iklim subtropis contohnya ada di negara Amerika Serikat, sebagian besar daerah Eropa, Australia, Afrika Utara dan Afrika Selatan, dan kawasan Asia Tengah, Timur, dan Barat.
Ciri-Ciri Wilayah dengan Iklim Subtropis
Kawasan dengan iklim subtropis biasanya memiliki kondisi alam berupa badai, hujan salju atau tornado. Negara-negara yang mengalami iklim subtropis memiliki 4 musim, yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.

©Piqsels.com
Tiap-tiap musim yang beriklim subtropis memiliki karakter tersendiri, seperti suhu maksimal atau minimal, kelembapan, serta flora dan fauna yang dapat hidup di dalamnya.
Melansir dari rimbakita.com, hutan di wilayah iklim subtropis memiliki beberapa karakteristik seperti berikut:
Flora dan Fauna
Memiliki 4 musim yang berbeda, flora dan fauna yang ada di wilayah iklim subtropis memiliki karakteristik yang dapat membuat mereka bertahan hidup melalui 4 musim ini. Berikut contoh flora dan fauna yang hidup di wilayah iklim subtropis:
Flora
Fauna
theguardian.com ©2014 Merdeka.com
Perbedaan Iklim Subtropis dan Tropis
Iklim tropis adalah kondisi suhu rata-rata bumi yang didasarkan pada posisi matahari berubah-ubah di atas garis ekuator dalam periode satu tahun. Biasanya iklim tropis terjadi di beberapa wilayah dengan garis lintang astronomis terletak di posisi 23,5º LU dan 23,5º LS.
Kemudian daerah yang memiliki iklim tropis memiliki suhu rata-rata per hari lebih tinggi dibanding jenis iklim lainnya. Ini karena posisi garis lintang yang terletak di sekitar garis ekuator.
Rata-rata suhu panas di iklim tropis lebih dari 20 derajat Celcius, sedangkan suhu terdingin hanya sekitar 18 derajat Celcius. Jadi, tidak heran jika negara-negara beriklim tropis hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Sedangkan iklim subtropis biasanya berada di bagian utara dan selatan garis ekuator, tepatnya di garis lintang 23,5º-66,5ºLU sampai dengan 23,5º-66,6º LS. Dengan posisi garis lintang tersebut, beberapa negara beriklim subtropis mengalami empat musim.
Pada musim panas, negara beriklim subtropis mengalami kemarau yang sangat kering, sedangkan di musim dingin kondisi alamnya menjadi lembap dan basah. Di musim panas, suhu rata-rata bisa mencapai lebih dari 30 derajat Celcius, sedangkan di musim dingin suhunya mencapai -3 dan tidak lebih dari 18 derajat Celcius.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya