Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah, Ini Perbedaan Keduanya

Mengenal Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah, Ini Perbedaan Keduanya ilustrasi sholat. qamarislamkhan.com

Merdeka.com - Setiap umat beragama tidak akan lepas dari ibadah. Aktivitas ini bukan sekadar untuk menjalankan kewajiban dalam beragama, tapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan umatnya pada Sang Pencipta.

Dalam Islam sendiri, ibadah merupakan salah satu tujuan diciptakannya manusia. Untuk meyakinkan dan mengingatkan kembali tujuan manusia tersebut, diutuslah para rasul dan diturunkan kitab-kitab kepada mereka.

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Q.S Adz-Dzariyat: 56).

Kita mungkin mengenal ibadah dalam bentuk sholat, tadarus, puasa, zakat, dan haji. Tidak salah, tapi jenis-jenis ibadah juga tidak hanya sebatas yang disebutkan tadi. Karena ibadah, memiliki cakupan yang sangat luas.

Melansir dari muslim.or.id, secarag garis besar ulama membagi ibadah menjadi dua kelompok, yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ya, meski sama-sama ibadah, namun baik ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah memiliki perbedaan masing-masing.

Apa saja perbedaan ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah? Kami akan menyampaikan penjelasan terkait perbedaan ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah berikut ini.

Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah

Menurut bahasa, mahdhah memiliki arti 'murni' atau 'tak bercampur'. Sedangkan ghairu mahdhah memiliki arti 'tidak murni' atau 'bercampur dengan yang lain'.

Ibadah mahdhah adalah ibadah yang selama ini kita kenal, antara lain seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Bahkan banyak kaum muslimin menganggap bahwa ibadah mereka adalah ibadah yang masuk ke dalam kelompok ibadah mahdhah.

Sedangkan ibadah ghairu mahdhah adalah segala amalan yang diizinkan oleh Allah SWT, yang dalam pelaksanaannya dilandaskan dengan niat untuk mencari ridha dan pahala dari Allah SWT. Dan jika tidak berdasarkan niat karena Allah SWT, maka amalannya tetap sah, hanya saja tidak ada nilai pahala dalam pengerjaannya.

Oleh karena itu, ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah juga dikenal dengan sebutan ad-diin (urusan agama) untuk ibadah mahdhah, dan ad-dunya (urusan duniawi) sebagai sebutan ibadah ghairu mahdhah.

Ciri-ciri Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah

Ibadah Mahdhah

Ibadah mahdha adalah ibadah yang murni ibadah. Ibadah mahdhah memiliki tiga ciri, yaitu:

  • Ibadah mahdhah adalah amal dan ucapan yang merupakan jenis ibadah di mana penetapannya berasal dari dalil syariat. Jadi, semua perkataan atau ucapan dalam ibadah mahdhah tidaklah bernilai kecuali ibadah. Dengan kata lain, tidak bisa bernilai netral (bisa jadi ibadah atau bukan ibadah). Ibadah mahdhah juga memiliki dalil-dalil yang menunjukkan adanya larangan yang ditujukan kepada selain AllahSWT, karena hal itu termasuk dalam kemusyrikan.
  • Ibadah mahdhah ditunjukkan dengan maksud pokok orang yang mengerjakannya, yaitu dalam rangka meraih pahala di akhirat.
  • Ibadah mahdhah hanya bisa diketahui melalui jalan wahyu, dan tidak ada jalan yang lainnya, sekali pun melalui akal atau budaya.
  • Contoh sederhana dari ibadah mahdhah adalah sholat yang biasa kita kerjakan. Sholat termasuk ke dalam ibadah mahdhah karena memang ada perintah atau dalil khusus tentan pelaksanaan ibadah ini. Oleh karena itu, sholat memang sejak awal adalah aktivitas yang diperintahkan.

    Orang-orang yang mengerjakan sholat pun berharap dapat mendapat balasan berupa pahala. Pelaksanaan dari sholat juga tidak bisa asal, karena sudah diatur melalui wahyu. Berapa kali pengerjaan sholat, kapan saja waktunya, berapa raka’at, bagaimana gerakan dan bacaannya, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan sholat, hanya bisa diketahui melalui penjelasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bukan berasal dari pikiran seseorang atau budaya.

    Ibadah Ghairu Mahdhah

    Jika ibadah mahdhah adalah ibadah murni, maka ibadah ghairu mahdhah sebaliknya, adalah ibadah yang tidak murni. Ciri pada ibadah ghairu mahdhah juga berkebalikan dari ibadah mahdhah, di mana cirinya adalah:

  • Perkataan atau perbuatan dalam ibadah ghairu mahdhah asalnya bukanlah ibadah. Akan tetapi, statusnya dapat merubah menjadi ibadah jika melihat dan menimbang niat orang yang melaksanakannya.
  • Maksud pokok perbuatan tersebut adalah untuk memenuhi urusan atau kebutuhan yang bersifat duniawi, bukan untuk meraih pahala di akhirat.
  • Amal perbuatan tersebut bisa diketahui dan bahkan sudah dikenal meskipun tidak ada wahyu dari para rasul.
  • Contoh sederhana dari ibadah ghairu mahdhah adalah ketika kita makan. Seperti yang kita tahu, makan bukanlah ibadah khusus, dan bahkan menjadi kebutuhan kita sehari-hari.

    Kita bisa makan kapan saja, baik ketika lapar atau pun tidak. Apa yang dimakan pun bisa makanan apa saja, kecuali yang sudah diharamkan.

    Namun, aktivitas makan kita bisa menjadi sebuah ibadah yang bahkan dinilai berpahala jika kita meniatkannya dengan sesuatu yang baik. Misalnya, kita berniat makan agar kuat dalam menjalankan ibadah wajib seperti sholat atau untuk berjalan ke masjid.

    Makan juga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pokok kita. Dalam pengerjaannya pun, kita tidak membutuhkan wahyu untuk makan, karena tanpa wahyu pun kita sudah tahu pentingnya makan dan memang membutuhkan makan.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP
    Jangan Sampai Keliru, Pahami Perbedaan Sedekah dan Jariyah
    Jangan Sampai Keliru, Pahami Perbedaan Sedekah dan Jariyah

    Sedekah adalah perbuatan mendermakan sesuatu. Sedekah yang pahalanya langgeng ini disebut sebagai sedekah jariyah

    Baca Selengkapnya
    Cara Mengqodho Sholat Ashar di Waktu Isya, Pahami Hukumnya
    Cara Mengqodho Sholat Ashar di Waktu Isya, Pahami Hukumnya

    Qodho sholat wajib dikerjakan jika Anda melewatkan sholat fardhu. Tata caranya pun sama, tanpa ada perbedaan niat.

    Baca Selengkapnya
    Perbedaan Qada dan Qadar dalam Agama Islam, Berikut Contohnya
    Perbedaan Qada dan Qadar dalam Agama Islam, Berikut Contohnya

    Qada dan Qadar merupakan rukun iman dalam agama Islam yang wajib diimani.

    Baca Selengkapnya
    Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
    video untuk kamu.
    SWIPE UP
    Untuk melanjutkan membaca.
    5 Sholat Sunnah Malam yang Bisa Menambah Pahala Selama Bulan Ramadan, Mulai Sholat Tarawih hingga Sholat Tahajud
    5 Sholat Sunnah Malam yang Bisa Menambah Pahala Selama Bulan Ramadan, Mulai Sholat Tarawih hingga Sholat Tahajud

    Salah satu bentuk ibadah yang termasuk dalam Qiyamul lail adalah sholat sunnah, yang membawa berbagai keutamaan dan pahala.

    Baca Selengkapnya
    27 Doa Harian yang Wajib Dihafalkan, Amalkan Secara Rutin
    27 Doa Harian yang Wajib Dihafalkan, Amalkan Secara Rutin

    Dalam Islam, terdapat beberapa doa harian yang dianjurkan untuk dihafalkan dan diamalkan. Doa ini memiliki makna mendalam dan memperkuat hubungan kepada Allah.

    Baca Selengkapnya
    Doa Mandi Wajib Haid dan Tata Cara Pelaksanaannya, Muslimah Wajib Tahu
    Doa Mandi Wajib Haid dan Tata Cara Pelaksanaannya, Muslimah Wajib Tahu

    Wanita muslimah wajib melaksanakan mandi wajib setelah haid agar amal ibadahnya dapat diterima Allah SWT.

    Baca Selengkapnya
    Perbedaan Malaikat, Jin, dan Manusia, Berikut Penjelasannya
    Perbedaan Malaikat, Jin, dan Manusia, Berikut Penjelasannya

    Baik malaikat, jin, dan manusia semuanya adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Ketiganya memiliki keadaan dan bentuk yang berbeda-beda.

    Baca Selengkapnya
    Makruh adalah Tidak Haram Tapi Sebaiknya Dihindari, Ketahui Contoh Perbuatannya
    Makruh adalah Tidak Haram Tapi Sebaiknya Dihindari, Ketahui Contoh Perbuatannya

    Makruh adalah salah satu jenis hukum Islam, tidak haram namun sebaiknya dihindari.

    Baca Selengkapnya
    Tahiyat Awal dan Akhir Dalam Sholat, Pahami Urutan dan Bacaan Doanya
    Tahiyat Awal dan Akhir Dalam Sholat, Pahami Urutan dan Bacaan Doanya

    Tata cara dan bacaan doa tahiyat awal dan tahiyat akhir dalam sholat.

    Baca Selengkapnya