Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Ciri Masyarakat Multikultural beserta Definisi dan Faktor Terbentuknya

Mengenal Ciri Masyarakat Multikultural beserta Definisi dan Faktor Terbentuknya Ilustrasi keberagaman dan kerukunan. ©2020 Merdeka.com/flickr.com

Merdeka.com - Coba Anda keluar dan lihat sekeliling rumah Anda. Dari lingkungan rumah tersebut Anda mungkin bisa menyaksikan adanya keragaman dalam masyarakat, entah itu dari etnis, agama, atau budaya. Dan Negara Indonesia masih memiliki keragaman yang jauh lebih luas dari itu.

Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki keragaman yang begitu kompleks. Ini karena Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki masyarakat yang berbeda di setiap daerahnya. Maka tek heran jika keragaman tersebut membuat masyarakat Indonesia disebut sebagai masyarakat multikultural.

Perbedaan dalam masyarakat bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan atau dikhawatirkan. Justru dengan bersatunya berbagai masyarakat di Nusantara inilah, bendera Indonesia bisa dikibarkan. Memiliki keragaman dalam masyarakat juga bisa membuat kita banyak belajar tentang sebuah kebudayaan, agama, dan lain sebagainya.

Masyarakat multikultural juga memiliki karakteristik dan ciri masyarakat multikultural yang bisa dikenali. Dalam artikel kali ini, kami akan membahas mengenai apa itu masyarakat multikultural, karakteristik, dan ciri masyarakat multikultural.

Pengertian Multikultural

Azyumardi Azra, menjelaskan bahwa multikulturalisme adalah pandangan dunia yang dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan budaya yang menekankan penerimaan terhadap agama, pluralitas, dan multikultural dalam hidup bermasyarakat, yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

Kemudian menurut Parekh, masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai komunitas budaya beserta kelebihannya, dan adanya sedikit perbedaan dalam konsepsi tentang dunia, adat, kebiasaan, nilai, bentuk organisasi sosial, dan sejarah.

Lawrence Blum ikut menjelaskan multicultural yang dinilainya memiliki cakupan pemahaman, penghargaan, dan penilaian atas kebudayaan seseorang. Multikultural menjadi sebuah penghormatan dan rasa ingin tahu tentang budaya dan etnis orang lain.

Terakhir, Nasikun yang menjelaskan bahwa masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih tatanan sosial atau kelompok yang secara kultural, ekonomi, dan politik dipisahkan. Masyarakat ini punya struktur kelembagaan yang berbeda satu sama lain.

Karakteristik dan Ciri Masyarakat Multikultural

Masyarakat multikultural memiliki karakteristik dan ciri masyarakat multikultural yang melekat di dalamnya. Dikutip dari studiobelajar.com, berikut adalah karakteristik dan ciri masyarakat multikultural:

Memiliki kebudayaan beragam

Ciri masyarakat multikultural yang pertama yaitu memiliki kebudayaan yang beragam. Salah satu penyebab terciptanya keragaman dalam masyarakat Indonesia yaitu karena faktor letak dan kondisi geografis, iklim, dan juga tanah. Dengan demikian, setiap kelompok masyarakat yang mendiami wilayah geografis berbeda akan menciptakan sistem kebudayaan yang berbeda pula.

Memiliki nilai dan norma yang telah disepakati

Ciri masyarakat multikultural yang kedua adalah memiliki nilai dan juga norma yang telah disepakati. Nilai dan norma yang telah disepakati bersama menjadi dua hal mendasar dari masyarakat multikultural dalam lingkup negara bangsa. Nilai dan norma yang dimaksud umumnya bersifat mendasar. Di dalam negara Indonesia, kita memiliki Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional yang menjadi nilai dan norma yang telah disepakati bersama warga negara Indonesia.

Bersatu melalui proses yang relatif lambat

Ciri masyarakat multikultural yang ketiga yaitu mereka bersatu setelah melalui proses yang lambat serta atas dasar ketergantungan. Perbedaan adat istiadat, ras, agama, hingga kebiasaan tentu membuat proses integrasi pada masyarakat majemuk berjalan lambat. Bersatunya masyarakat ini juga didasarkan atas ketergantungan antar kelompok masyarakat, perasaan senasib, dan juga cita-cita masa depan, sehingga kita bisa menciptakan integrasi pada masyarakat multikultural.

Perbedaan dalam masyarakat cenderung menimbulkan konflik sosial

Adanya perbedaan, tentu tak lepas dari konflik. Pada masyarakat multikultural, isu terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) menjadi kekhawatiran utama. Bahkan, isu-isu tersebut berpotensi dijadikan alat untuk memecah belah persatuan bangsa oleh kelompok yang memiliki kepentingan tertentu. Selain itu, ikatan primordial yang kuat pada kelompok suku tertentu juga dapat menjadi pemicu konflik horizontal pada masyarakat multikultural. Meski konflik ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kehidupan masyarakat, namun hal tersebut dapat dikelola sehingga menjadi konflik yang bersifat terbuka.

Terjadi dominasi kelompok dominan

Pada masyarakat multikultural yang beragam, jumlah menjadi hal yang penting, sehingga membuat kita sering mendengar istilah kelompok mayoritas dan minoritas. Kelompok mayoritas umumnya memiliki kecenderungan untuk mendominasi dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, politik dan budaya. Apabila dominasi tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan muncul konflik sosial dalam masyarakat.

Faktor terbentuknya Masyarakat Multikultural

  • Letak geografisSecara geografis, Indonesia berada pada posisi yang strategis, di mana letaknya diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Pasifik serta berada di antara Benua Asia dan Benua Australia. Dalam sejarahnya, wilayah Indonesia merupakan pusat lalu lintas perdagangan dunia, sehingga tidak heran jika banyak kebudayaan asing yang masuk. Apalagi adanya pedagang asing yang memutuskan untuk bermukim sehingga menciptakan akulturasi dan asimilasi kebudayaan. Dan hasilnya, muncul kebudayaan-kebudayaan baru di wilayah Nusantara.
  • Kondisi geografisIndonesia memiliki kurang lebih 13.000 pulau, sehingga memungkinkan nenek moyang bangsa Indonesia untuk bermukim pada wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Kemudian keberadaan sumber daya alam yang tersebar di beberapa wilayah tertentu menyebabkan nenek moyang Indonesia terisolasi satu sama lain. Hal ini menyebabkan munculnya keragaman sistem budaya, adat istiadat, bahasa dan kepercayaan pada masyarakat Indonesia.
  • Kondisi iklimPerbedaan curah hujan dan kesuburan tanah ikut membentuk masyarakat multikultural. Dalam hal ini, kelompok masyarakat yang kesehariannya bergantung pada sektor agrikultur, khususnya pertanian, berkontribusi dalam mengembangkan sistem kebudayaan masyarakat. Kondisi alam menjadi faktor pendorong kemunculan keragaman adat istiadat di Indonesia.
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP