Memahami Penyebab Kebakaran Hutan yang Sering Terjadi dan Cara Penanggulangannya

Rabu, 8 April 2020 08:35 Reporter : Novi Fuji Astuti
Memahami Penyebab Kebakaran Hutan yang Sering Terjadi dan Cara Penanggulangannya Ilustrasi kebakaran hutan. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Hutan merupakan kawasan penting bagi bumi dan kehidupan manusia. Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi pepohonan dan menjadi habitat bagi banyak hewan.

Kawasan hutan biasanya dapat ditemui pada wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat berbagai jenis hewan dan tumbuhan, modulator arus hidrolika serta pelestarian tanah.

Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia karena memiliki area hutan yang sangat luas. Hutan dianggap memiliki peran sentral sebagai penghasil oksigen bagi umat manusia. Sayangnya, kasus kebakaran hutan yang melanda Indonesia membuat area hutan di Indonesia makin menyempit.

Hal ini tentu saja membawa kerugian yang fantastis untuk negara dan juga mengancam kesehatan masyarakat, tak hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia.

Beberapa upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Di bawah ini akan diuraikan mengenai penyebab kebakaran huta yang sering terjadi dan cara pencegahannya telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai sumber pada Rabu (8/4).

2 dari 10 halaman

Penyebab Kebakaran Hutan

Secara garis besar kebakaran hutan disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama faktor alami dan kedua faktor ulah manusia yang tidak terkontrol.

Faktor alami seperti pengaruh El-Nino, menyebabkan kemarau panjang hingga tanaman jadi sangat kering. Hal ini menjadi bahan bakar potensial jika terkena percikan api yang berasal dari batu bara yang muncul di permukaan ataupun dari pembakaran lain yang tidak disengaja maupun disengaja.

Apabila lambat ditangani kebakaran dapat meluas sehingga menimbulkan kebakaran tajuk atau crown fire. Peristiwa kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 1997 1998 dan 2002 2005 menghasilkan asap yang juga dirasakan oleh masyarakat Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Tidak hanya merugikan kesehatan masyarakat kebakaran hutan juga bisa melumpuhkan aktivitas ekonomi di suatu daerah.

3 dari 10 halaman

1. Pembukaan Lahan

Masyarakat dan beberapa bidang industri seringkali menggunakan api untuk membuka lahan baru, baik untuk pertanian maupun perkebunan.

kebakaran besar di bangladesh
2020 REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

Pembukaan lahan merupakan proses yang membutuhkan banyak biaya dan persiapan, maka banyak orang kemudian memilih metode pembakaran hutan karena lebih murah dari segi biaya dan cukup efektif dari segi waktu.

4 dari 10 halaman

2. Faktor Alami

Analisis terhadap arang dari tanah Kalimantan menunjukkan bahwa hutan telah terbakar secara berkala, dimulai setidaknya sejak 17.500 tahun lalu. Kebakaran besar kemungkinan terjadi secara alami selama periode iklim yang lebih kering dari iklim saat itu.

Bahkan catatan tertulis satu abad lalu dan sejarah lisan dari masyarakat yang tinggal di hutan membenarkan bahwa kebakaran hutan bukan hal yang baru bagi Indonesia. Schweithelm, J dan D. Glover, 1999.

Faktor alami lainnya, karena tersambar petir, aktivitas vulkasnis, dan ground fire karena kemarau terlalu panjang muncul panas dari lapisan dalam tanah.

5 dari 10 halaman

3. Perambahan Hutan

Penyebab kebakaran hutan selanjutnya, yakni perambahan hutan atau migrasi penduduk dalam Kawasan hutan. Tidak banyak disadari oleh banyak pihak.

kebakaran hutan
2020 Merdeka.com


Akibat kebutuhan hidup masyarakat yang meningkat, dan bertambahnya jumlah keluarga. Hal tersebut menuntut masyarakat untuk menambah luasan lahan garapan.

6 dari 10 halaman

4. Illegal Logging

Illegal logging atau pembakaran liar menghasilkan lahan-lahan kritis dengan tingkat rawan tinggi. Api yang tidak terkendali secara mudah merambat ke area hutan-hutan kritis tersebut.

Pembakaran liar sering meninggalkan sisa berupa daun, cabang, dan ranting kering yang semakin lama bertambah dan menumpuk di Kawasan hutan. Pada musim kemarau akan mengering dan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan baru.

7 dari 10 halaman

5. Rasa Kecewa Terhadap Sistem Pengolahan Hutan

kebakaran hutan
2020 Merdeka.com

Berbagai konflik sosial acapkali muncul di tengah masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Salah satunya ada rasa tidak puas dan kecewa atas pengelolaan hutan, yang terkadang memicu untuk bertindak anarkis tanpa memperhitungkan kaidah konservasi maupun hukum yang ada.

8 dari 10 halaman

6. Kebutuhan Makan Ternak

Kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan, sebagian besar memiliki hewan ternak dan penggembalaan sebagai salah satu usaha sampingan memenuhi kebutuhan keluarga.

Kebutuhan HMT (Hijauan Makanan Ternak) dan area penggembalaan harus terpenuhi. Guna mendapatkan kualitas rumput yang bagus dan mempunyai tingkat palatabilitas tinggi, biasanya masyarakat membakar kawasan padang rumput yang sudah tidak produktif.

Setelah area padang rumput tadi terbakar, akan tumbuh rumput baru dengan kualitas yang lebih bagus dan kandungan gizinya tinggi. Namun tentunya rawan terhadap hutan di sekitarnya pula untuk ikut terbakar.

9 dari 10 halaman

7. Penyebab Kebakaran Hutan Lain

Penyebab kebakaran hutan lain, akibat ketidaksengajaan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya api. Contohnya ketika berinteraksi dengan hutan, kebiasaan masyarakat mencari rotan sambil merokok.

014 febrianti diah kusumaningrum
boldsky.com

Secara tidak sadar membuang puntung rokok dalam kawasan hutan yang memiliki potensi bahan bakar melimpah sehingga terjadi kebakaran.

10 dari 10 halaman

Penanggulangan Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan dalam cakupan yang luas bisa berdampak buruk pada lingkungan dan juga kesehatan masyarakat. Untuk itu, penting kiranya mengetahui cara menjaga kelestarian hutan serta mencegah maupun menanggulangi kebakaran hutan agar bencana tersebut tidak merusak lingkungan.

Beberapa cara yang cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menanggulangi kebakaran hutan seperti, memperhatikan wilayah hutan dengan titik api yang cukup tinggi yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.

Wilayah titik api ini harus diperhatikan ketika kemarau panjang terjadi, tidak membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar hutan, tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di hutan, sering-seringlah melakukan patroli hutan secara berkala untuk mengecek kondisi hutan.

Apabila terjadi kebakaran hutan berskala kecil, maka lakukan penyemprotan secara langsung ke daerah yang terbakar. Jika kebakaran terjadi dalam skala besar, maka lakukan penyemprotan air dari udara menggunakan helikopter juga membuat hujan buatan.

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini