Melihat Perlawanan Rakyat Bogor di Museum Perjuangan, Ada Senjata Rampasan Belanda

Kamis, 1 Desember 2022 17:25 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Melihat Perlawanan Rakyat Bogor di Museum Perjuangan, Ada Senjata Rampasan Belanda Museum Perjuangan Bogor. ©2022 berita.upi.edu/Merdeka.com

Merdeka.com - Museum Perjuangan menjadi lokasi tersimpannya arsip kolonialisasi Kota Bogor dan sekitarnya, di masa lalu. Pengunjung bisa melihat sisa-sisa perjuangan rakyat, saat melepaskan diri dari belenggu para penjajah bangsa Eropa dan Jepang.

Sejumlah koleksi tersimpan rapi, seperti diorama perlawanan rakyat, ragam surat kabar, hingga senjata-senjata peninggalan Belanda yang dirampas oleh pejuang untuk melakukan perlawanan.

Museum yang terletak di Jalan Merdeka No.56, Kampung Parung Jambu, Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah ini kiranya cocok dikunjungi untuk melihat kondisi Kota Bogor, di masa silam.

Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 5 halaman

Diresmikan R.A Kosasih pada 10 November 1958

museum perjuangan bogor
©2022 berita.upi.edu/Merdeka.com

Pendirian museum sebelumnya diinisiasi oleh para pejuang kemerdekaan di tahun 1957, dengan menyimpan sisa-sisa alat peperangan. Bangunan pun diubah, dari yang awalnya gudang logistik sisa perang menjadi lokasi arsip pasca perang.

Menurut penuturan Juru Pelihara Museum, Ben, satu tahun kemudian museum ini diresmikan oleh sastrawan sekaligus komikus Bogor, R.A Kosasih.

“Museum ini didirikan oleh para pejuang di saat mereka masih hidup, pada tanggal 10 November 1957. Satu tahun setelahnya pada 1958, fungsinya diresmikan oleh R.A Kosasih. Jadi dulunya tidak begini, hanya tanah kosong yang pernah dijadikan tempat logistik di zaman penjajahan Belanda dan Jepang” tutur Ben, dikutip dari YouTube LeMirah, Kamis (1/12)

3 dari 5 halaman

Ada Senjata Milik Belanda

museum perjuangan bogor
©2022 berita.upi.edu/Merdeka.com

Di lokasi ini, tersimpan beragam jenis senjata yang banyak digunakan saat lampau. Beberapa di antaranya merupakan senjata api laras panjang, laras pendek hingga pistol Meriam.

Kemudian ada juga pisau, belati, keris, badik, golok sampai belati. Alat peperangan lainnya juga tersimpan dengan kondisi terawat seperti helm dan seragam serdadu dan pakaian anggota palang merah.

Selain itu, terdapat juga peluru berbagai ukuran, surat kabar, uang kertas kuno sampai mesin ketik dan stensil tua yang digunakan untuk mencetak surat kabar.

“Senjata-senjata yang ada di sini itu hasil rampasan dari Jepang dan Belanda. Tapi di sini senjatanya dari berbagai daerah, bukan hanya dari Kota Bogor” kata dia

4 dari 5 halaman

Simpan Diorama Penyergapan di Bojongkokosan

diorama bojongkokosan di museum perjuangan bogor

Diorama Bojongkokosan di Museum Perjuangan Bogor ©2022 YouTube LeMirah/Merdeka.com

Di sudut ruangan museum tersimpan juga diorama perlawanan rakyat Bogor dan sekitarnya, salah satunya peristiwa penyergapan Bojongkokosan.

Peristiwa Bojongkokosan sendiri merupakan penyerangan warga di sepanjang wilayah antara Bogor – Sukabumi, di mana ketika itu pasukan Belanda yang dikawal sekutu hendak memperkuat pasukan di Bandung.

Di tengah-tengah perjalanan, konvoi mereka dijebak oleh rakyat Sukabumi hingga Bogor lalu pertempuran selama dua jam itu tidak terhindarkan.

Sayangnya, pertempuran Bojongkokosan dimenangkan oleh penjajah lantaran lengkapnya persenjataan mereka. Pasukan sekutu juga membekali Belanda dengan kendaraan lapis baja yang akhirnya menembaki desa-desa yang dilewati rombongan tersebut.

5 dari 5 halaman

Jadi Rujukan Pembelajaran Warga Bogor

Selain menarik untuk dikunjungi, Museum Perjuangan Bogor juga kerap menjadi tempat masyarakat untuk mengetahui sejarah di masa lalu.

Salah satu siswa SMA Negeri 3 Cibinong, Bogor mengaku mengunjungi Museum Perjuangan untuk mengetahui sisi sejarah di Kota Bogor dan sekitarnya saat melawan penjajah.

Diakui, museum ini bisa membantu mengenalkan sejarah perjuangan rakyat yang penuh darah dan air mata demi kemerdekaan.

“Milih berkunjung ke sini agar kita lebih tahu, gimana perjuangan di masa lalu. Di sini juga jadi saksi karena banyak benda-benda bersejarah untuk pembelajaran. Semoga ke depannya Museum Perjuangan Bogor, bisa lebih ramai lagi” kata salah satu siswa SMA N 3 Cibinong, Paula Savana Putri.

 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini