Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Inspiratif Atlet Silat Juara Asian Games, Ternyata Pernah Jadi Korban Bullying

Kisah Inspiratif Atlet Silat Juara Asian Games, Ternyata Pernah Jadi Korban Bullying Atlet Pencak SIlat Pipit. Fimela.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang atlet pencak silat asal Jakarta yang juga memperoleh piagam emas dalam ajang bergengsi Asian Games 2018, Pipit Kamelia ternyata punya kisah inspiratif. Dia menceritakan kisahnya bagaimana bisa mendalami seni bela diri khas Indonesia.

Pipit menceritakan melalui sesi live Instagram dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali. Pipit mengaku melalui pencak silat, dia bisa membuktikan diri kalau perempuan itu bisa tangguh dan mandiri.

Selain itu, melalui pencak silat dirinya bisa melihat bahwa antara perempuan dan laki laki itu bisa setara dan sejajar. Di balik kisah perjuangannya itu, ternyata Pipit pernah melalui masa remaja yang kurang menyenangkan.

Pernah Menjadi Korban Bullying

atlet pencak silat pipit kamelia

Bola.com ©2020 Merdeka.com

Dilansir Antara, istri atlet pencak silat nasional, Hanifan Yudani Kusumah ini mengawali masuk ke dunia pencak silat saat masih belajar di bangku Sekolah Dasar.

Pipit mengaku, selama dirinya masih SD, pernah menjadi korban bullying teman-teman sekolahnya. Hal tersebutlah yang menjadi faktor utama dirinya memperdalam seni beladiri tersebut.

“Awalnya masuk silat itu pas SD (di Keluarga Pencak Silat Nusantara KSP), dan itu karena saya jadi korban perundungan di sekolah, sering diganggu teman-teman. Pulang sekolah saya sering menangis dan mengadu ke Bapak, Akhirnya sama beliau saya dimasukan ke Perguruan Silat dekat rumah supaya bisa lebih mandiri di sekolah," tutur Pipit.

Ajang Pembuktian

Pipit juga menuturnya, dari pecak silat juga yang mengantarkan untuk menjajaki dunia kompetisi dan meraih beragam kejuaraan sejak usia belia.

Menurutnya, bela diri pencak silat bisa menjadi ajang pembuktian jika perempuan bisa meraih berbagai prestasi dari olah raga yang melatih kemampuan fisik dan pertahanan diri tersebut.

“Harus percaya diri, jika punya kemauan dan potensi besar ya lakukan saja. Dalam pencak silat tidak memandang laki laki maupun perempuan dan ada unsur kekeluargaan. Intinya jadikan hoby yang positif karena hasilnya bisa dipetik di masa depan,” tegas Pipit

Meraih Cita-Cita di Asean Games 2018

Sementara itu, atlet perempuan kelahiran 6 Januari 1995 ini juga telah mengikuti berbagai kejuaraan bergengsi, bahkan sekelas internasional.

Beragam prestasi juga berhasi ia torehkan, seperti Juara 1 Kejuaraan Asia di Chengju, Korea Selatan tahun 2017. Lalu medali perak Sea Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia dan yang teranyar, meraih medali emas dalam ajang bergengsi Asean Games 2018 lalu. Putri lolos ke babak final dengan kategori nomor 60-65 kg putri cabor pencak silat.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP