Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keutamaan Makan Sahur di Bulan Ramadan, Jangan Sampai Terlewat

Keutamaan Makan Sahur di Bulan Ramadan, Jangan Sampai Terlewat ilustrasi sahur. egyptindependent.com

Merdeka.com - Umat muslim saat ini mulai memasuki bulan Ramadan. Inilah waktu-waktu yang selalu dinanti oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Di saat inilah, kesempatan untuk meraih pahala diperbesar, karena Allah SWT akan melipatgandakan pahala dari amalan yang dikerjakan saat Ramadhan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bulan suci Ramadan identik dengan ibadah puasa yang wajib dilaksanakan bagi setiap umat muslim yang mampu. Namun sebelum berpuasa, umat Islam sangat dianjurkan untuk sahur terlebih dulu. Sahur sebelum puasa ini bermanfaat sebagai sumber energi dalam beraktivitas seharian penuh sampai waktunya berbuka.

Selain manfaatnya untuk kesehatan, di dalam sahur juga terdapat berbagai keutamaan makan sahur yang pastinya akan sayang jika dilewatkan. Berikut ini kami sampaikan ulasan mengenai keutamaan makan sahur yang dilansir dari muslim.or.id.

Mendapat Keberkahan

Keutamaan makan sahur yang pertama adalah dengan sahur kita akan mendapatkan keberkahan. Sahur bukan sekedar makan untuk mempersiapkan energi ketika berpuasa. Sahur adalah amalan khusus bagi orang yang berpuasa.

Meski amalan ini hukumnya sunnah, namun terdapat keberkahan yang bisa kita dapatkan dari amalan ini.

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan keutamaan makan sahur, “Adapun barakah makanan sahur secara dhahir (nampak), yaitu dengan kuatnya badan ketika berpuasa, menjadikannya rajin beribadah, menjadikannya termotivasi ingin menambah lagi amalan puasanya, karena nampak ringan puasa baginya setelah makan sahur, dan inilah makna yang benar dari makan sahur. Kemudian juga dengan bangun sahur dapat menjadikannya berdoa dan berdzikir di waktu yang mulia, yaitu waktu ketika turun Ar Rahmah, dan diterimanya doa dan diampuninya dosa. Seorang yang bangun sahur dapat berwudhu kemudian shalat malam, kemudian mengisi waktunya dengan doa, dzikir, dan shalat malam, dan menyibukkan diri dengan ibadah lainnya hingga terbit fajar.”

Pembeda antara Yahudi dan Nasrani

masjid at taqwa bekasi

©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Keutamaan makan sahur yang kedua yaitu sebagai pembeda antara kaum Yahudi dan Nasrani. Selain umat Islam, umat dari agama lain, yaitu Yahudi dan Nasrani juga menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, adanya sahur memberikan keutamaan makan sahur yaitu untuk membedakan puasanya umat muslimin dengan umat agama lain.

Dari ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim).

Keutamaan Makan Sahur menurut Ibnu Hajar

ilustrasi sahur

egyptindependent.com

Sedangkan Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan tentang keutamaan makan sahur dan kebaikan dari makan sahur dengan lebih detail lagi yang ditinjau dari berbagai sisi, yaitu sebagai berikut:

  • Mengerjakan dan meneladani sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
  • Menyelisihi ahli Kitab, berdasarkan hadis dari Amru bin Al Ash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur” (HR. Muslim)
  • Menguatkan badan orang yang berpuasa dalam melaksanakan ibadah
  • Menambah kekuatan agar semakin rajin beribadah
  • Menolak buruknya akhlak yang dapat timbul akibat rasa lapar
  • Dapat menjadi sebab untuk bersedekah kepada yang membutuhkan makanan sahur, atau dapat juga menjadi kesempatan untuk makan berjamaah, di mana hal tersebut juga merupakan sunnah Nabi
  • Menjadi sebab zikir dan doa pada waktu terkabulkannya doa, waktu sahur juga dapat dimanfaatkan untuk menambah sholat malam
  • Waktu sahur dapat digunakan untuk berniat puasa, terutama bagi mereka yang sering lalai dan tidak melakukan niat sebelum tidurnya
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP