Nikmatnya Cuer, Kue Hijau Khas Banten yang Jadi Buruan untuk Takjil Buka Puasa

Selama bulan Ramadan, kue Cuer ini kerap buruan warga di sana untuk menu santapan berbuka puasa.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Nikmatnya Cuer, Kue Hijau Khas Banten yang Jadi Buruan untuk Takjil Buka Puasa
Kue cuer khas Banten. ©2023 YouTube Ayi Astaman/ Merdeka.com

Provinsi Banten memiliki banyak kudapan khas, salah satunya adalah cuer. Memiliki warna hijau yang menggugah selera, kue ini sangat nikmat disantap bersama secangkir teh maupun kopi sebagai pengiringnya.

Selain warnanya yang cantik, teksturnya juga begitu kenyal dan lembut. Ini membuatnya sepintas mirip kue lapis yang berbahan tepung kanji. Tak sulit mencari ini karena banyak ditemui di kedai kue basah wilayah tersebut.

Selama bulan Ramadan, kue cuer ini kerap buruan warga di sana untuk menu santapan berbuka puasa.

“Kue cuer ini bisa dinikmati untuk jajanan bulan puasa (takjil)” kata seorang food vlogger bernama Ayi Astaman di kanal YouTubenya, dilansir Merdeka, Kamis (23/3)

Rasanya Gurih Asin

Tak seperti kue kebanyakan, cuer tidak bercita rasa manis. Rasa kue ini cenderung lebih asin gurih dan cocok mengimbangi menu takjil lainnya yang memiliki rasa manis. Rasa gurih juga diperkuat melalui taburan kelapa parut yang biasa ditempatkan di atasnya.

Saat masuk ke dalam mulut, kue cuer memiliki tekstur yang kenyal namun tetap lembut. Biasanya penjual memotongnya dengan ukuran kecil, sehingga mudah untuk disantap ke dalam mulut. Tak kalah unik, kue ini juga dikemas menggunakan daun pisang yang makin membuatnya harum.

“Jadi kue cuer juga teksturnya mirip kue lapis karena lembek-lembek gitu, dengan warnanya yang hijau dan berasal dari pewarna alami” kata Ayi.

Warnanya Berasal dari Daun Suji

Mengutip laman ensiklopedikuliner.pmb.lipi.go.id, untuk membuat kue cuer, perlu disiapkan sejumlah bahan utama seperti tepung beras, garam, daun suji, santan, air dan garam secukupnya.

Mula-mula daun suji diambil larutannya yang berwarna hijau pekat sebagai pewarna. Kemudian air tersebut dicampur ke seluruh bahan yang sudah disiapkan, hingga warnanya berubah menjadi putih kehijauan. Adonan kemudian diaduk hingga merata.

Proses memasaknya cukup mudah, yakni hanya dengan dikukus di dalam panci yang sudah berisi air dan lantas didihkan. Setelah 20 menit kue tersebut matang dan siap disantap sebagai menu takjil untuk berbuka puasa.

Selain dibuat asin, beberapa warga juga menyajikannya dengan tambahan gula pasir, agar rasanya menjadi manis, sedikit asin dan gurih.

Populer di Kota Serang

Walaupun merupakan makanan khas Provinsi Banten, kue cuer ternyata banyak ditemui di Kota Serang. Jajanan ini amat populer di sana, dan bisa ditemui di sejumlah pasar tradisional kota tersebut.

Bagi warga ibu kota Provinsi Banten itu, kue ini juga akrab disebut dengan nama cucuwer, atau cuer hejo (kue cuer hijau dalam bahasa Sunda). Selain itu, sebagian warga di Serang juga menambahkan adonan aci atau tapioka ke dalam cuer agar tekstur yang dihasilkan menjadi lebih kenyal.

Karena menggunakan pewarna alami dan tanpa bahan pengawet, makanan ini hanya tahan maksimal satu hari saja. Di banyak penjual, makanan ini sudah bisa dinikmati dengan harga yang tidak menguras kantong.

Rekomendasi