Potongan bait di atas berasal dari lagu
“Tongtolang Nangka” milik Tati Saleh. Ia merupakan penyanyi pop Sunda kenamaan nasional yang melejit di era 1980 an.
Tak seperti musik pop Sunda kebanyakan, lagu itu kental dengan unsur musik country.
Tak hanya di satu lagu, iringan nada khas negeri Paman Sam itu juga bisa didengarkan di satu album penuh milik Tati Saleh.
Tati Saleh boleh dibilang sebagai pelopor musik pop Sunda country perempuan pertama asal Jawa Barat. Yuk kenalan dengan sosoknya.
Advertisement
Advertisement
Bakatnya “Mencuri” dari Sang Ayah
Mengutip buku Bintang Panggung: Biografi Tati Saleh karya Aam Amilia yang dikutip Jumat (19/1), kemampuan Tati dalam mengolah vokal sudah tampak saat dirinya masih belia.
Ketika itu dia tidak dikursuskan oleh orang tuanya, dan hanya “mencuri-curi” cengkok dari sang ayah yang juga sebagai musisi Cianjuran. Dari sana, Tati mampu mengasah kemampuan bernyanyi hingga terus dikembangkan.
Advertisement
Mendalami Seni Sejak SMP
Setelah sekolah di tingkat dasar, Tati melanjutkan pendidikan di sebuah SMP di Ciamis, Jawa Barat, kemudian ia melanjutkan sekolah di KOKAR (Konservatori Karawitan) Bandung yang saat ini menjadi SMK Negeri 10 Bandung.
Di masa sekola, Tati bertemu dengan banyak seniman dan melatih bakatnya lebih dalam bersama tokoh-tokoh budaya Sunda seperti Raden Enoch Atmadibrata, Ono Lesmana sampai maestro tari Raden Cece Somantri.
Dukungan penuh keluarga dan ayahnya mampu membuat Tati melebarkan sayap di panggung seni dan musik karawitan yang nantinya akan berkembang ke pop Sunda
Advertisement
Dipercaya Menyambut Presiden Pakistan di Bandung
Bakat seni Tati sebenarnya sudah terlihat sejak kelas I SMP, ketika itu dia dipercaya untuk membawakan kidung Sunda saat penyambutan Presiden Pakistan Ayub Khan di Bandung.
Kegemaran mendengarkan tembang-tembang kakawih Sunda sejak kecil mengasahnya untuk tampil percaya diri pada kesenian kidung, tari dan sinden khas Priangan.
Ketika bersekolah di KOKAR, ia juga bereksperimen dengan mengubah beberapa seni ibing jaipongan seperti Lindeuk Japati, Rineka Sari sampai Mega Sutra.
Advertisement
Gabungkan Pop Sunda dengan Musik Country
Keberanian Tati Saleh bereksperimen terus melatihnya menjadi seniman karawitan, sinden sekaligus penyanyi pop Sunda yang ternama. Di akhir 1960-an, ia bahkan menjadi juara II tembang Cianjuran yang digelar skala besar.
Tahun-tahun setelahnya, ia mulai mencoba menjajal ranah baru yakni pop Sunda. Beberapa album awal ia telurkan, mulai dari Tati Saleh – Zaenal Combo yang melahirkan hits “Hariring Kuring” dan “Sieuh-Sieuh” tahun 1970-an sampai Pop Sunda Country tahun 1987.
Tak seperti pop Sunda kebanyakan, petikan gitar khas country begitu terasa di lagu ini. Ketukan drum juga berpola shuffle alias menggantung. Lalu dominan juga instrumen harmonika khas genre musik asal negeri Paman Sam itu.
Selain piawai bereksperimen, bakat menyanyinya juga kuat terlebih pada suaranya yang mampu meninggi hingga 4 oktaf, dan belum ada yang menandingi di masanya. Tati Saleh telah menjadi seorang seniman besar yang terus dikenang karena memperkaya khazanah musik Sunda.
Advertisement
Advertisement
Penyanyi bernama asli Raden Siti Hatijah ini lahir di Jakarta, 24 Juli 1944 dan meninggal dunia di Bandung, 9 Februari 2006 dalam usia 51 tahun.