Cerita di Balik 'Craziest Thing Happened in My Backyard', Karya Terbaru Karya Ardhito
Merdeka.com - Penyanyi pendatang baru Tanah Air Ardhito Pramono kembali merilis sebuah karya baru. Ia merilis sebuah Extended Play atau EP.
Karya barunya berupa album yang tidak begitu banyak isi lagunya. EP yang dirilisArdhito Pramono berjudul Craziest Thing Happened in My Backyard.
EP tersebut dirilisnya pada akhir bulan Februari lalu. EP mulai dikenalkan melalui gerai-gerai musik digital.
Craziest Thing Happened in My Backyardsendiri bercerita tentang pengalaman buruk, manis, dan beberapa kerangka kehidupan dari pemikiran ArdhitoPramono.
Namun secara garis besar EP tersebut adalah media untuk Ardhito dalam menyampaikan cerita gelap yang didapatkan dari pengalaman pribadinya. Terdapat lima lagu baru Ardito Pramono dalam karya terbarunya.
Terinspirasi dari Film Parasite

instagram.com/ardithopramono
Melalui karyanyaArdhito Pramono menceritakan pengalaman buruk yang sempat Ia rasakan. Karyanya tersebut ternyata terinspirasi dari film Parasite dan Midsommar. Dua film yang bernuansa suram tersebut menjadi bahan inspirasi Ardhito.
"Midsommar dari Ari Aster dan Parasite dari Bong Joon-Ho adalah dua film yang cukup menginspirasi gue selama menulis EP ini," jelas Ardhito dalam siaran persExtended Play karyanya.
Seperti yang diungkapkan pada lagu '925'. Lagu tersebut bercerita tentang keluhan kehidupan karyawan kantoran yang bekerja dari jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore.
Hal tersebut memang menjadi sebuah fenomena yang dialami oleh kebanyakan orang. Terlebih Ardhito seperti mengingatkan kita untuk sedikit awas terhadap akibat rutinitas yang bisa membawa dampak buruk.
Kemudian di lagu 'Happy' Ardhito bercerita tentang penyesalan. Serta beberapa lika-liku kehidupan yang cukup berat dan pertanyaan tentang sudahkan kita membahagiakan orang-orang tercinta yang ada di sekitar kita.
Mencoba Bereksperimen
Dalam EP ini sedikit ada yang berbeda dari karya-karya Ardhito yang lain. Perbedaan tersebut ada dalam lagu 'Trash Talkin'. Kebanyakan karya-karya yang dibuat oleh Ardhito bernuansa jazz. Berbeda ketika Ardhito menciptakan Trash Talkin yang bernuansa british-pop yang kental.
Tidak hanya merilis EP yang berisi lima lagu saja. Ardhito juga akan merilis video musiknya setiap 10 hari sekali yang dimulai pada lagu 'Trash Talkin' dan lagu '925'. Kedua video musik tersebut sudah dapat disaksikan di kanal YouTube Ardhito Pramono.
(mdk/dem)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya