Jadi Tempat Populer di Bandung, Ternyata Ini Asal Usul Nama Dago yang Unik
Merdeka.com - Sebagai Ibu Kota Provinsi di Jawa Barat, Bandung kerap tersohor dengan beragam ikon yang khas. Mulai dari Gedung Sate hingga Jalan Braga.
Dago juga menjadisalah satu kawasan favorit di Bandung. Tempat ini bahkan menjadi salah satu pilihan tempat singgah para wisatawan.
Selain dikenal cukup asri, kawasan yang kini resmi berganti nama menjadi jalan Ir. H. Juanda tersebut juga terkenal sebagai pusat wisata Belanda. Selain itu Dago juga menjadi tempat wisata kuliner yang tak pernah sepi dari pengunjung.
Jadi tempat populer di Bandung, berikut asal usul nama Dago:
Sejarah

Humas Kota Bandung ©2020 Merdeka.com
Seperti dikutip dari humas.bandung.go.id, ternyata kawasan tersebut diketahui memiliki asal usul yang unik. Disebutkan jika nama Dago telah ada sejak masa penjajahan Belanda.
Konon pada saat itu, penduduk di wilayah yang masuk kawasan Bandung Utara memiliki kebiasaan saling menunggu satu sama lain sebelum pergi ke kota.
Hal tersebut dimaksudkan agar mereka bisa pergi dengan aman saat menuju pusat keramaian. Mengingat saat itu jalan dago masih berupa jalanan berlumpur setapak dengan hutan yang rindang sehingga rawan tindak kejahatan dan serangan binatang buas.
Penggunaan Nama Dago
Dari banyaknya masyarakat yang saling menunggu untuk pergi bersama sama itu, akhirnya menginspirasi pemberian nama dari kawasan yang kerap didatangi kaula muda saat car free day tersebut.
Istilah dago sendiri dalam bahasa Sunda memiliki arti menunggu. Diambil dari istilah nga-dagoan. Pada tahun 1915 Pemerintah Belanda meresmikan jalan Dago yang diberi nama Dagostraat
Kawasan Peristirahatan

Wikipedia ©2020 Merdeka.com
Selain asal usul nama yang tergolong unik, diketahui juga jika pada awalnya Dago dijadikan sebagai kawasan pemukiman untuk peristirahatan kalangan elit. Pembangunan tersebut dimulai oleh seorang konglomerat Belanda bernama Andre van der Brun.
Di saat yang sama Pemerintah Belanda juga menginginkan kawasan jalan Dago ditata serapih mungkin. Barisan pepohonan yang rindang serta gaya bangunan dengan gaya art-deco yang khas diatur sedemikian rupa untuk menambah kenyamanan kawasan Dago.
Dibangunnya Dago Tea House dan Sekolah Teknik Pertama

ilustrasi gedung ITB - Akun Facebook ITB ©2020 Merdeka.com
Di tahun 1920-1940 pemerintah Hindia Belanda kembali gencar menggiatkan pembangunan. Di antaranya adalah Dago Tea House, tempat bersantai keluarga Belanda sembari meminum teh. Sejak itu, kawasan tersebut menjadi semakin ramai
Tak hanya membangun Dago Tea House, Pemerintah Belanda juga membangun sekolah teknik pertama di Hindia Belanda. Techniche Hoogeschool te Bandoeng (ITB) mulai dipergunakan pada 3 Juli 1920.
Berubah Nama dan Menjadi Kawasan Modern

Wikipedia ©2020 Merdeka.com
Jalan Dago terus berkembang hingga menjadi kawasan komersial di tahun 1970-an. Kawasan Dago menjadi kiblat fashion dan perbelanjaan yang wajib dikunjungi saat di Bandung.
Seiring dengan hal tersebut, jalan Dago berganti nama menjadi jalan Ir. H. Juanda. Sepuluh tahun kemudian wilayah tersebut terus berkembang hingga menjadi kawasan modern dan dibangunnya sebuah Supermarket Gelael pada tahun 1987.
Keberadaan sarana komersial tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengunjungi kawasan Dago. Hingga pada tahun 1990-an, kawasan tersebut mulai bertransformasi menjadi wilayah yang dipenuhi oleh factory outlet dan digemari oleh para remaja Bandung di era itu.
Di masa sekarang Dago terus berkembang demi memanjakan para wisatawan. Beragam fasilitas hotel serta tempat perbelanjaan hadir untuk menarik minat para pengunjung.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya