Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Intip Keindahan Puncak Sagara, Trek Pendakian Baru di Garut yang Memanjakan Mata

Intip Keindahan Puncak Sagara, Trek Pendakian Baru di Garut yang Memanjakan Mata Puncak Sagara Garut. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi para pendaki gunung, pemandangan indah dan eksotis menjadi nilai plus tersendiri untuk mengobati rasa lelah saat trekking. Salah satunya yang kini sedang viral adalah Puncak Sagara Di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Trek baru yang berlokasi di Kecamatan Sucinaraja, Garut Utara tersebut kini tengah naik daun dengan panorama keindahan dari bentangan awan abadi serta tampilan danau talaga bodas yang cantik seakan menjadi pelengkap perjalanan menuju puncak sagara.

Menurut Engkos, seorang tokoh warga setempat menjelaskan, untuk mencapai lokasi tersebut tidak lah sulit. Menurutnya, lokasi puncak gunung yang memiliki tinggi 2.132 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu cukup ditempuh selama satu jam dari pusat kota Garut.

"Paling sekitar satu jam dari pusat kota Garut ke sini," ujar Engkos, Minggu (13/9/2020) lalu melansir dari liputan6.

Menambah Kekayaan Destinasi Alam

puncak sagara garut

©2020 Merdeka.com

Dari tersedianya beragam keindahan tersebut membuat puncak sagara menjadi salah satu destinasi alam yang patut untuk dikunjungi, serta menambah kekayaan bagi khazanah wisata alam yang tersedia di wilayah Kabupaten Garut.

"Jangan hanya ke Gunung Papandayan, Guntur dan Guntur saja, Puncak Sagara juga tak kalah indahnya," ujar Engkos sedikit menggoda dengan senyum ramahnya.

Terdapat Dua Rute Menuju Puncak

puncak sagara garut

©2020 Merdeka.com

Untuk menuju ke puncak sagara, para pendaki bisa mencoba dua trek yang tersedia, yakni via Tajur dan Sagara. Namun, untuk trek pertama (via Tajur), rute tersebut mulai ditinggalkan pendaki, akibat terjal dan cukup melelahkan.

"Kalau via Tajur bisa mencapai 4-5 jam, kalau Sagara rata-rata 3-4 jam sudah sampai puncak," ujar Dani Ramdani (29), salah seorang petugas jaga pos satu Puncak Sagara.

Dani menambahkan bagi para pendaki pemula yang tidak biasa melewati medan yang curam, disarankan untuk menjauhi trek tersebut lantaran risiko jalurnya yang cukup tinggi.

"Bagi pemula yang belum mengenal kondisi, bisa membahayakan," kata dia mengingatkan.

Menikmati Pemandangan Kebun Warga

Selain itu, bagi para pendaki yang telah stand by di base camp, disarankan juga untuk menggunakan jasa ojek dari warga sekitar menuju pos pertama. Namun, jika sudah siap sejak pagi hari, pendaki bisa menikmati perjalanannya secara santai sembari menikmati hamparan perkebunan warga.

Deretan tanaman holtikultura seperti tanaman tomat, cabai, engkol, sawi, sausin, hingga perkebunan kopi, teh dan jagung bakal memanjakan pendaki untuk menghindari lelah selama perjalanan.

"Kecuali jika berangkat pagi hari, bisa sambil menikmati perjalanan melintasi perkebunan warga," ujar dia.

Saking menariknya, kawasan tersebut juga pernah kedatangan pendaki dari luar negeri seperti Asia hingga Eropa.

"Pernah juga pengunjung dari Perancis, Amerika Serikat, Cina dan Thaliand datang ke sini sambil menikmati perkebunan warga," katanya.

Menikmati Pemandangan Hamparan Awan

Untuk menikmati sisi puncak dari gunung tersebut, para pendaki memang harus mengeluarkan tenaga ekstra, serta kondisi prima. Hal ini dikarenakan jalur yang dilalui masih terbilang terjal, yaitu dengan kemiringan hampir 75 persen tanpa bantuan tali.

Mengingat beratnya rute yang dilalui, alangkah baiknya selama di perjalanan, pastikan pasokan air cukup sejak pos I. Sebab, hanya di pos satu lah, seluruh pendaki bisa menyiapkan perbekalan, sebelum melanjutkan pendakian hingga ke Puncak Sagara.

Ade Abdul Aziz, seorang pendaki asal Kabupaten Garut mengungkapkan jika trek tersebut terbilang berat. Namun setelah sampai puncak, rasa lelah dan adrenalin langsung terbayarkan dengan pemandangan hamparan awan putih yang memesona.

"Gila, sungguh berat (treknya), tapi terbayar lunas dengan pemandangan alam saat di puncak Sagara," kata Ade. 

Dengan kombinasi pemandangan antara Talaga Bodas dengan hamparan samudra awan yang membentang sempurna, mampu menyajikan perpaduan alam yang eksotik serta mengobati rasa lelah selama melewati rute terjal yang menantang tersebut.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP