Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Virus Corona, Kenali Perbedaannya dengan Flu dan Alergi

Gejala Virus Corona, Kenali Perbedaannya dengan Flu dan Alergi 10 cara mengatasi hidung tersumbat karena flu. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia masih terus meningkat. Hingga Senin (6/4) siang, virus Corona tercatat sudah menginfeksi lebih dari dua ribu orang. Jumlah korban meninggal pun telah mencapai angka 198 orang. Sementara kasus yang berhasil sembuh juga naik menjadi 164 orang.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat diharapkan lebih sadar terhadap kondisi kesehatan masing-masing. Mungkin masih ada yang bingung dengan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus Corona. Karena memang, beberapa gejala virus Corona memiliki kemiripan dengan penyakit lain semacam flu atau bahkan alergi.

Para ahli mencatat bahwa virus Corona, flu, dan alergi memiliki gejala yang berbeda. Gejala virus Corona yang utama yang adalah demam, kelelahan, batuk kering, dan sesak napas. Flu sendiri memiliki gejala yang mirip dengan virus Corona. Sedangkan alergi memiliki gejala yang lebih kronis, seperti bersin, mengi, dan batuk.

Apa yang membedakan gejala flu dengan COVID-19?

Gejala virus Corona memiliki kemiripan dengan flu, seperti demam dan nyeri tubuh, tetapi flu biasanya tidak menyebabkan sesak napas.

"Ada banyak gejala flu, dan COVID-19 yang serupa, dan mungkin sulit dibedakan," ucap Ramzi Yacoub, PharmD, kepala petugas farmasi dari layanan tabungan resep Single Care, seperti yang dikutip dari healthline.com.

Yang membedakan flu dengan virus Corona adalah gejala sesak napas. Gejala ini dimiliki jika seseorang terpapar virus Corona.

"Satu perbedaan utama antara ketiganya adalah gejala virus Corona adalah sesak napas," lanjut Yacoub.

Subinoy Das, kepala petugas medis di Tivic Health, mengatakan flu biasa jarang menyebabkan sesak napas.

"Gejala pada influenza serupa dengan COVID-19, tetapi sesak napas pada influenza biasanya tidak separah COVID-19," kata Das.

Bagaimana dengan bersin?

Bersin, pilek, sakit pada wajah, dan mata gatal adalah gejala umum pada alergi atau flu biasa. Tapi, itu bukan tipikal gejala yang dimiliki COVID-19. Menurut WHO, gejala virus Corona yang umumnya muncul adalah demam, kelelahan, dan batuk kering.

"Dalam sebuah laporan dari China pada lebih dari 1.000 pasien, gejala hidung tersumbat hanya terlihat pada satu dari 20 pasien," kata Dr. Kristine S. Arthur, seorang internis di Memorial Care Medical Group di Laguna Woods, California.

Gejala virus Corona sendiri biasanya muncul 2 hingga 14 hari setelah terkena paparan virus.Namun, menurut WHO, ada beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun, bahkan tidak merasa bahwa dirinya sedang sakit. Orang-orang ini masih dapat menularkan virus kepada orang-orang di sekitar mereka, meskipun mereka tidak merasakan gejalanya.

Alergi

Di sisi lain, alergi biasanya lebih kronis dengan gejala yang muncul dan hilang selama berhari-hari bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Alergi juga biasanya tidak memiliki gejala demam atau nyeri pada tubuh.

"Alergi seharusnya tidak menyebabkan demam atau nyeri pada tubuh," kata Arthur.

Alergi kemungkinan dapat menyebabkan mengi, terutama pada penderita asma. Gejala yang disebabkan alergi lebih bervariasi tergantung dengan kondisi lingkungan.

"Ada yang memburuk karena paparan debu, serbuk sari, atau bulu binatang, sedangkan gejala flu cenderung bertahan terlepas dari waktu, hari, cuaca, lokasi, atau faktor lingkungan lainnya," kata Dr David M. Cutler, dokter di Providence Saint Johns Health Center di Santa Monica, California.

Flu cenderung memiliki gejala umum seperti demam, sakit kepala, dan nyeri pada tubuh. Sedangkan alergi biasanya hanya akan mempengaruhi saluran pernapasan.

Flu dan COVID-19

Gejala yang disebabkan oleh COVID-19 memang mirip dengan gejala yang disebabkan oleh flu."Sangat sulit membedakan gejala flu dan COVID-19," kata Dr. Jake Deutsch, salah satu pendiri dan direktur klinis pusat Cure Urgent Care dan Specialus Infusion di New York.

Karena itu, orang-orang setidaknya melakukan vaksin flu untuk meminimalkan risiko flu yang berhubungan dengan penyakit lainnya.

"Itulah sebabnya orang dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu, sehingga, setidaknya dapat meminimalkan risiko flu yang berhubungan dengan penyakit lainnya. Demam, nyeri tubuh, batuk, bersin semua bisa dikaitkan dengan flu dan COVID-19, jadi jika ada kekhawatiran terhadap flu, ada kekhawatiran juga terhadap COVID-19," lanjutDeutsch.

Jika Anda memiliki gejala virus Corona atau flu ringan, dianjurkan untuk mengobati gejala yang muncul.

"Umumnya, acetaminophen direkomendasikan untuk demam. Obat batuk berbentuk pil dan sirup juga bisa membantu menjaga lender (mucus) lebih tipis. Jika ada hidung tersumbat, antihistamin mungkin bisa bermanfaat," kata Cutler.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP