Gejala Kanker Tenggorokan dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai
Merdeka.com - Kanker adalah sekelompok penyakit di mana sel-sel abnormal berkembang biak dan membelah secara tak terkendali di dalam tubuh. Sel-sel ini membentuk pertumbuhan ganas yang disebut tumor. Kondisi ini dapat menyerang di banyak tempat pada tubuh.
Dan ketika orang berbicara tentang kanker tenggorokan, yang sering mereka maksud adalah kanker yang ada di kerongkongan, tenggorokan, atau kelenjar tiroid.
Kanker tenggorokan terjadi ketika sel tumbuh secara tidak terkendali di bagian tenggorokan. Kanker tenggorokan ini dapat mempengaruhi laring (kotak suara) dan bagian atas atau bawah faring (tenggorokan). Saat kanker menyebar, ia dapat tumbuh ke jaringan terdekat. Namun, nama kankernya tetap diambil dari tempat pertama munculnya.
Institut Kanker Nasional (NCI) mengklasifikasikan kanker tenggorokan sebagai kanker kepala dan leher. Kanker ini berbagi beberapa fitur dengan kanker oropharyngeal dan kanker mulut, dan dapat mempengaruhi orang dewasa dan anak-anak.
Menurut NCI, kanker di tenggorokan atau mulut menyebabkan 1,8% dari semua kematian akibat kanker, sehingga jarang terjadi. Dalam perkiraan terbarunya, American Cancer Society (ACS) memproyeksikan sekitar 12.620 kasus baru kanker tenggorokan pada tahun 2021 dan sekitar 3.770 kematian akibat penyakit tersebut.
Pada orang dewasa, paparan tembakau dan human papillomavirus (HPV) dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tenggorokan.
Gejala Kanker Tenggorokan
Tanda dan gejala kanker tenggorokan yang umum terjadi antara lain:
Perlu diingat bahwa gejala ini juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti infeksi tenggorokan atau laringitis. Oleh karena itu, penting untuk mencari bantuan medis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, MRI, CT scan, biopsi, atau prosedur lain untuk menentukan diagnosis yang tepat dan memulai pengobatan yang sesuai.
Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Tenggorokan
Faktor risiko kanker tenggorokan tergantung pada jenisnya, namun berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker orofaring dan laring:
Orang yang merokok dan minum alkohol lebih mungkin mengembangkan kanker orofaring daripada mereka yang tidak, dan mereka jauh lebih mungkin mengembangkan kanker laring, menurut American Cancer Society (ACS).
HPV oral adalah virus menular seksual yang menyerang sekitar 10 persen pria dan 3,6 persen wanita, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Dan laki-laki lebih mungkin terkena kanker orofaringeal atau laring daripada perempuan.
Pencegahan Kanker Tenggorokan
Kanker tenggorokan tidak selalu bisa dicegah, tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risikonya, dengan:
Menurut NCI, penggunaan alkohol dan merokok bergabung membentuk faktor risiko terbesar untuk mengembangkan kanker ini.
Oleh karena itu, dengan menghindari alkohol dan merokok menjadi dua cara utama untuk membantu mencegah kanker kepala dan leher.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya